Resep Yomari Khas Nepal: Dumpling Beras Manis Isi Gula Kelapa yang Lembut Harum

.Halo, sobat pecinta camilan manis! Di Sendok Sejagat, kami selalu senang menemukan dessert sederhana yang punya cerita budaya kuat, dan Yomari ini langsung bikin kami jatuh hati setelah kukus berkali-kali di dapur. Bayangkan kamu menggigit dumpling tepung beras yang lembut dan kenyal, lalu kamu merasakan gula kelapa hangat yang meleleh manis dengan sentuhan kapulaga yang harum—setiap suap memberi kamu rasa hangat khas pegunungan Nepal Kami sering bikin ini untuk camilan sore atau penutup makan malam, dan sensasi kukus panas yang baru matang langsung bikin semua orang berkumpul di meja. Hidangan ini terasa seperti cerita festival dari dapur Nepal: bahan mudah, prosesnya menyenangkan, dan hasilnya selalu bikin senyum lebar. Yuk, kita uleni adonan beras bareng dan isi gula kelapa – pasti aroma kapulaga yang menguar bikin kamu tak sabar mencicip!

Kami suka bagaimana Yomari ini manis alami tanpa terlalu berat, dengan tekstur lembut yang bikin ingin gigit lagi. Selain itu, dumpling ini cocok buat yang suka dessert kukus ringan tapi penuh rasa. Setelah berkali-kali kukus dan cicip, kami yakin kamu akan suka keseimbangan manis hangat yang bikin ingin ulang lagi.

Asal-Usul Yomari

Yomari berasal dari Nepal, khususnya Lembah Kathmandu dan daerah Newar, dan sudah jadi bagian tradisi sejak ratusan tahun lalu. Nama “Yomari” berarti “enak” dalam bahasa Newari, dan dumpling ini adalah hidangan wajib saat festival Yomari Punhi setiap bulan Desember (Poush), saat orang Newar merayakan panen dan meminta berkah untuk tahun baru.

Kami mempelajari bahwa keluarga Newar menciptakan resep ini di dapur rumah mereka dengan memanfaatkan tepung beras lokal dan gula kelapa (chaku) untuk membuat camilan manis yang mudah mereka bagikan. Karena itu, Yomari sering muncul di altar puja, acara keluarga, atau pasar malam festival, dengan bentuk seperti telinga atau bulan sabit yang melambangkan kemakmuran. Pengaruh budaya Newar membuat yomari pakai kapulaga dan jahe untuk aroma hangat, sementara Nepal beri sentuhan gula kelapa alami. Di Nepal modern, banyak penjual jalanan dan keluarga di Kathmandu terus menjadikan yomari ikon festival. Mereka menjualnya di jalan atau membuatnya sendiri untuk merayakan musim panen.

Kami di Sendok Sejagat coba versi Newar autentik ini, dan rasanya seperti ikut festival Yomari Punhi – lembut manis, harum rempah, dan penuh cerita kebersamaan. Jika kamu suka dumpling manis kukus, coba juga resep mochi isi kacang yang kami punya – mirip teksturnya tapi dengan sentuhan Jepang.

Bahan-bahan resep Yomari termasuk tepung beras, gula kelapa, kelapa parut, kapulaga, dan air siap dikukus

Bahan-Bahan untuk Yomari

Kami buat untuk 20-25 buah yomari (porsi 5-6 orang).

Untuk kulit:

  • 300 gram tepung beras putih (tepung beras halus khusus kukus)
  • 250-300 ml air hangat
  • ½ sendok teh garam

Untuk isian:

  • 200 gram gula kelapa (chaku) atau gula aren sisir halus
  • 100 gram kelapa parut segar
  • ½ sendok teh bubuk kapulaga
  • ½ sendok teh bubuk jahe (opsional untuk hangat)

Siapkan kukusan besar, kain bersih, dan mangkuk untuk adonan.

Cara Memasak Yomari

Kami buat adonan dulu, isi, lalu kukus. Total waktu sekitar 1 jam.

  1. Didihkan air. Masukkan tepung beras dan garam ke mangkuk besar. Tuang air panas sedikit demi sedikit sambil aduk dengan spatula kayu sampai adonan kalis dan tidak lengket (seperti adonan mochi).
  2. Uleni adonan hangat dengan tangan yang sudah kamu olesi minyak sampai adonan terasa halus dan elastis. Tutup dengan kain lembap, lalu biarkan adonan beristirahat selama 10 menit.
  3. Campur gula kelapa, kelapa parut, kapulaga, dan jahe bubuk untuk isian. Aduk rata sampai gula larut sedikit.
  4. Ambil seukuran bola pingpong dari adonan, pipihkan jadi lingkaran tipis dengan jari (tebal sekitar 3 mm).
  5. Letakkan 1 sendok teh isian di tengah, lipat menjadi bentuk bulan sabit atau telinga, tekan pinggir agar rapat.
  6. Panaskan kukusan dengan air mendidih. Letakkan yomari di loyang kukus yang sudah kamu olesi minyak tipis, lalu kukus dengan api sedang selama 12–15 menit sampai kamu melihat permukaannya mengilap dan matang.
  7. Angkat, sajikan hangat.

Dengan begitu, yomari-mu lembut kenyal dan isian meleleh manis. Kemudian, nikmati selagi hangat untuk sensasi terbaik.

Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat

Tim kami bagikan pengalaman ini supaya yomari lembut tanpa retak atau isian bocor.

  • Gunakan air panas untuk adonan – air dingin bikin kulit keras, panas bikin elastis seperti mochi.
  • Uleni adonan selagi hangat karena adonan yang sudah dingin akan menyulitkan kamu saat membentuk dan berisiko retak ketika kamu mengukusnya
  • Isi secukupnya – terlalu banyak bikin yomari bocor saat kukus, cukup 1 sendok teh.
  • Kukus api sedang – api besar bikin yomari retak, kecil bikin lama matang.
  • Untuk variasi, isi dengan cokelat parut atau kacang tanah halus – kami coba, tambah rasa modern yang enak.
  • Hindari kukus terlalu lama – lebih dari 15 menit bikin yomari keras, cukup sampai mengkilap.
  • Simpan sisa di wadah kedap udara; kukus ulang 5 menit agar kembali lembut.
  • Eksperimen bentuk – bentuk bulan sabit untuk festival, atau bulat untuk camilan sehari-hari.

Sebaliknya, kalau ingin lebih manis, tambah gula kelapa lebih banyak. Namun, versi klasik dengan gula secukupnya paling autentik Nepal. Jelajahi lebih banyak resep masakan Asia di koleksi kami untuk inspirasi dumpling manis serupa.

Yuk, siapkan tepung beras dan gula kelapa, lalu kukus Yomari ini hari ini! Kami di Sendok Sejagat percaya, dessert seperti ini bikin masak jadi aktivitas yang menghangatkan hati. Setelah coba, ceritain dong bentuk yomarimu – mungkin isianmu bikin lebih manis dari kami. Selamat memasak, dan nikmati setiap gigitan yang penuh cerita Nepal!