Resep Timlo Khas Solo: Sup Ayam Telur Pindang yang Hangat dan Penuh Kenangan

Hai, teman dapur yang suka masakan berkuah bening tapi kaya rasa! Di Sendok Sejagat, kami paling suka mengajak kamu memasak hidangan yang terasa seperti pulang kampung. Bayangkan kamu menyendok kuah kaldu ayam yang harum bawang putih dan cengkeh, kemudian menemukan potongan ayam suwir lembut, telur pindang kecokelatan yang gurih, soun kenyal, serta wortel dan jamur kuping yang segar—ini Timlo, sup ikonik Solo yang selalu bikin hati hangat. Hidangan ini seperti pelukan dari dapur Mbok di Pasar Gede, ringan tapi bikin kenyang dan bahagia. Yuk, kita buat bareng versi yang autentik tapi tetap praktis di rumah. Dijamin, aroma kaldu saja sudah bikin semua orang di rumah ngumpul di meja makan!

Asal-usul Timlo Khas Solo

Timlo berasal dari Solo, Jawa Tengah, dan mulai terkenal sekitar akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Nama “timlo” konon berasal dari nama penjual pertama, Mbok Timlo, seorang pedagang kaki lima di sekitar Kraton Surakarta yang menjajakan sup ayam sederhana ini. Hidangan ini awalnya dibuat untuk kalangan keraton dan pedagang Cina di Solo, kemudian menyebar ke masyarakat umum karena bahannya murah dan cara masaknya mudah. Pengaruh Tionghoa terlihat dari penggunaan cengkeh, pala, dan telur pindang—kombinasi yang memberikan rasa gurih manis khas peranakan. Sekarang timlo jadi salah satu ikon kuliner Solo, sering muncul di warung lesehan malam hari atau saat acara keluarga besar. Kami di tim Sendok Sejagat pernah nyobain langsung di warung legendaris Pasar Gede—kuahnya bening tapi rasanya dalam banget!

Bahan resep timlo Solo: ayam kampung, telur ayam pindang, soun, wortel, jamur kuping, tomat, bawang putih, cengkeh, kapulaga, kayu manis, pala, daun bawang, seledri, dan bawang goreng

Bahan-bahan yang Kamu Butuhkan

Untuk kaldu dan sup (untuk 6 porsi):

  • 1 ekor ayam kampung utuh (sekitar 1-1,2 kg), potong 8-10 bagian
  • 3 liter air
  • 5 siung bawang putih, geprek
  • 6 butir cengkeh
  • 3 butir kapulaga, memarkan
  • 2 cm kayu manis
  • ½ buah pala, memarkan
  • 2 batang daun bawang, simpul
  • 1 ikat kecil seledri, simpul
  • Garam dan merica bubuk secukupnya

Untuk isian dan pelengkap:

  • 200 gram suwiran daging ayam (dari ayam rebus di atas)
  • 8-10 butir telur ayam pindang (rebus dengan bumbu kecap sampai kecokelatan)
  • 150 gram soun, rendam air hangat lalu tiriskan
  • 2 buah wortel sedang, iris bulat tipis
  • 100 gram jamur kuping segar atau kering (rendam kalau kering, iris tipis)
  • 2 buah tomat merah, potong dadu kecil
  • 3 siung bawang putih tambahan, cincang halus (untuk tumisan)
  • 2 sendok makan minyak goreng
  • Bawang goreng secukupnya
  • Daun bawang dan seledri iris halus untuk taburan

Cara Memasak Timlo

  1. Rebus ayam dalam 3 liter air bersama bawang putih geprek, cengkeh, kapulaga, kayu manis, pala, daun bawang simpul, dan seledri simpul. Didihkan, kemudian kecilkan api.
  2. Masak pelan selama 45-60 menit sampai ayam empuk dan kaldu harum. Angkat ayam, suwir dagingnya, sisihkan. Saring kaldu, buang ampas rempah.
  3. Panaskan minyak goreng di wajan. Tumis bawang putih cincang sampai harum dan kecokelatan ringan.
  4. Tuang tumisan bawang putih ke dalam kaldu yang sudah disaring. Tambahkan wortel iris. Masak sampai wortel setengah empuk, sekitar 5 menit.
  5. Masukkan jamur kuping iris dan tomat potong. Aduk sebentar, biarkan mendidih pelan 3 menit.
  6. Tambahkan suwiran ayam dan telur pindang. Aduk rata supaya panas merata.
  7. Masukkan soun yang sudah direndam. Aduk pelan, masak 2 menit saja agar soun tidak terlalu lembek.
  8. Cicipi kuah, tambahkan garam dan merica bubuk secukupnya. Matikan api.
  9. Sajikan panas-panas di mangkuk. Taburi bawang goreng, daun bawang, dan seledri iris.
  10. Nikmati selagi hangat, bisa ditambah perasan jeruk nipis kalau suka sedikit asam segar.

Tips Sukses Membuat Timlo di Rumah

  • Rebus ayam kampung dengan api kecil lama-lama—ini rahasia kaldu bening tapi kaya rasa tanpa penyedap berlebih.
  • Buat telur pindang sendiri dengan merebus telur ayam kemudian rendam di air kecap asin, bawang putih, dan cengkeh semalaman—rasanya lebih gurih dan warna kecokelatan merata.
  • Jangan masak soun terlalu lama—cukup 1-2 menit agar tetap kenyal dan tidak lembek.
  • Untuk variasi, tambahkan bakso sapi kecil atau sosis solo (bakso goreng)—rasanya tetap khas Solo tapi lebih bertekstur.
  • Kalau ingin lebih harum, tambahkan sedikit bunga lawang saat merebus kaldu—aromanya mirip timlo warung legendaris.
  • Simpan kaldu sisa di kulkas—bisa jadi stok sup sehat untuk 3-4 hari ke depan.

Kalau kamu suka sup ayam bening yang kaya rempah seperti ini, jangan lewatkan resep soto ayam Lamongan yang juga punya kuah hangat serupa. Atau cek lebih banyak resep masakan Nusantara di koleksi Sendok Sejagat.

Sudah siap bikin timlo di dapur kamu sendiri? Hidangan ini sederhana tapi selalu bikin orang ketagihan—kuahnya bening tapi rasanya dalam, isiannya berlimpah, dan aromanya langsung bawa kenangan Solo. Kami di Sendok Sejagat sering masak ini saat kangen suasana lesehan malam—rasanya seperti pulang ke rumah nenek. Yuk, mulai rebus ayam sekarang, siapkan mangkuk besar, dan kumpulkan keluarga di meja. Ceritakan ke kami ya kalau sudah berhasil—kami tunggu foto dan cerita kamu!