Hai, sobat dapur! Di Sendok Sejagat, kami selalu penasaran dengan hidangan sederhana dari belahan dunia lain, dan Supu ya Ndizi ini langsung jadi favorit setelah kami coba masak berulang kali. Sup pisang hijau yang creamy, dengan rasa manis alami dari plantain yang dimasak pelan, plus kaldu gurih yang bikin setiap suap terasa seperti pelukan hangat di hari hujan. Kami suka sajikan ini sebagai pembuka makan malam atau camilan malam, tambah sedikit cabai untuk kick pedas yang menyegarkan. Bahan minim, proses mudah, tapi hasilnya autentik seperti di pasar Tanzania. Yuk, kita masak bareng hari ini – siapkan plantain hijau dan mari nikmati aroma kaldu yang menguar dari panci.
Kami rasakan, keseimbangan antara pisang yang empuk dan kaldu bening jadi kunci kenikmatannya. Selain itu, sup ini ringan tapi mengenyangkan, cocok buat diet sehat atau hari biasa. Setelah bereksperimen, kami yakin kamu akan suka tekstur creamy yang meleleh di mulut.
Asal-Usul Supu ya Ndizi
Supu ya Ndizi, atau sup pisang, berasal dari Tanzania, negara di Afrika Timur yang kaya akan tradisi kuliner Swahili. Nama “supu ya ndizi” dalam bahasa Swahili berarti sup pisang, dan hidangan ini pakai plantain hijau sebagai bahan utama, yang jadi staple food di sana seperti nasi di Asia.
Kami pelajari bahwa resep ini lahir dari masakan pesisir Tanzania, di mana plantain tumbuh melimpah dan orang campur dengan kaldu sederhana dari ayam atau sayur untuk makanan harian. Karena itu, Supu ya Ndizi sering muncul di pasar Zanzibar atau rumah tangga pedesaan, terutama saat musim hujan untuk hangatkan badan. Pengaruh Arab dan India lewat perdagangan rempah bikin variasi dengan santan atau cabai, tapi versi asli tetap minimalis – hanya pisang, kaldu, dan garam.
Di Tanzania modern, sup ini populer sebagai makanan penghibur, sering disajikan panas dengan ugali atau roti. Selain itu, hidangan ini simbol kesederhanaan Afrika Timur, gunakan bahan lokal tanpa boros. Kami di Sendok Sejagat coba versi autentik ini, dan rasanya bawa kami ke pantai Dar es Salaam – segar, hangat, dan penuh cerita rakyat. Jika kamu suka sup bening, coba juga resep sup ayam bening yang kami punya – mirip ringannya tapi dengan sentuhan Asia.

Bahan-Bahan untuk Supu ya Ndizi
Kami siapkan untuk 4-6 porsi, gunakan plantain hijau yang belum matang untuk tekstur starchy.
- 6-8 buah plantain hijau (pisang tanduk hijau, potong besar)
- 1 liter kaldu ayam (atau kaldu sayur untuk vegan)
- 1 buah bawang bombay, iris tipis
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 1 sendok makan minyak kelapa (atau minyak sayur)
- 1 sendok teh garam (atau secukupnya)
- ½ sendok teh lada hitam bubuk
- 1 gelas santan kental (opsional, untuk creamy lebih)
- 1 buah cabai merah besar, iris (opsional, untuk pedas)
- Daun ketumbar segar untuk taburan
Siapkan panci besar untuk merebus. Kami sarankan pilih plantain yang keras agar tidak hancur cepat.
Langkah Demi Langkah Membuat Supu ya Ndizi
Kami pakai metode rebus pelan agar pisang empuk merata. Total waktu sekitar 45-60 menit.
- Kupas plantain hijau, potong jadi potongan besar sekitar 5 cm. Rendam di air dingin agar tidak hitam.
- Panaskan minyak kelapa di panci besar. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum dan transparan, sekitar 3-4 menit.
- Masukkan potongan plantain. Aduk sebentar agar bercampur bumbu.
- Tuang kaldu ayam. Tambah garam dan lada hitam. Didihkan dengan api sedang.
- Kecilkan api. Rebus 20-30 menit sampai plantain empuk (tes dengan garpu, harus lunak tapi tidak hancur).
- Angkat sebagian plantain, haluskan dengan garpu atau blender. Kembalikan ke panci untuk kental kan kuah.
- Tambah santan jika pakai. Aduk rata, masak 5 menit lagi agar menyatu.
- Masukkan irisan cabai jika ingin pedas. Matikan api, taburi daun ketumbar.
Dengan begitu, supmu creamy tapi bening. Kemudian, sajikan panas untuk rasa terbaik.
Tips dan Trik dari Dapur Sendok Sejagat
Tim kami bagi rahasia dari masak berkali-kali agar hasil autentik tanpa gagal.
- Pilih plantain hijau keras – kalau terlalu matang, sup bisa terlalu manis dan lembek.
- Tumis bumbu pelan – jangan gosong, agar aroma keluar tanpa pahit.
- Haluskan plantain sebagian saja – terlalu halus bikin seperti bubur, biarkan ada potongan untuk tekstur.
- Tambah santan di akhir – kalau awal, bisa pecah dan bikin sup berminyak.
- Untuk variasi vegan, ganti kaldu ayam dengan kaldu jamur – kami coba, rasa tetap gurih.
- Hindari rebus terlalu lama – plantain bisa hancur total dan kuah keruh.
- Simpan sisa di kulkas 2 hari; panaskan ulang dengan api kecil tambah air sedikit agar tidak kental berlebih.
- Jika ingin lebih kaya, tambah potongan ayam atau ikan – versi Ndizi Nyama favorit kami untuk makan malam.
Sebaliknya, kalau suka pedas, iris cabai lebih banyak tapi coba dulu sedikit. Namun, versi sederhana Tanzania paling nyaman. Jelajahi lebih banyak resep masakan Afrika di koleksi kami untuk petualangan rasa serupa.
Yuk, coba Supu ya Ndizi ini malam ini! Kami di Sendok Sejagat percaya, hidangan sederhana seperti ini bikin dapur jadi tempat bereksperimen dan berbagi. Setelah masak, bagikan ceritamu ya – mungkin twist santanmu bikin lebih enak. Selamat memasak, dan nikmati sup hangat yang penuh cerita Tanzania!











