Hai, teman dapur! Di Sendok Sejagat, kami suka sekali masak hidangan rumahan yang bikin hangat badan, terutama saat cuaca Jakarta lagi mendung. Sop urat ini spesial banget – kuahnya bening segar, urat sapi kenyal empuk setelah direbus lama, dan aroma kaldu tulang yang keluar bikin perut langsung keroncongan. Kami sering bikin ini di akhir pekan, tambah sayur segar dan sambal, lalu makan bareng keluarga sambil cerita panjang. Rasanya seperti pelukan dari ibu mertua yang jago masak. Yuk, ikut kami bikin versi autentik Jakarta di rumahmu – bahan mudah dicari di pasar, prosesnya santai, dan hasilnya pasti bikin ketagihan.
Kami notice, rahasia utamanya ada di merebus urat lama agar empuk tanpa bau amis. Selain itu, kuah bening ini cocok buat teman nasi putih hangat atau lontong. Setelah berkali-kali eksperimen, kami yakin kamu akan suka sensasi kenyalnya yang bikin ingin tambah lagi.
Asal-Usul Sop Urat di Jakarta
Sop urat jadi bagian dari kuliner Betawi dan Jakarta sehari-hari, terutama di warung-warung pinggir jalan atau rumah makan sederhana. Hidangan ini berkembang dari tradisi masak daging sapi yang memanfaatkan bagian kurang populer seperti urat dan sengkel, supaya tidak mubazir.
Di Jakarta, sop jenis ini sering muncul di warteg atau rumah makan Betawi, terinspirasi dari sop daging bening yang sederhana tapi kaya rasa. Karena itu, banyak keluarga Betawi masaknya untuk acara keluarga atau hari biasa, pakai kaldu tulang panjang agar kuahnya pekat gurih. Selain itu, pengaruh Cina dan Arab di Jakarta bikin variasi sop urat pakai rempah sederhana tapi wangi.
Kami di Sendok Sejagat coba versi rumahan yang mirip warung legendaris – kuah bening, urat empuk, dan sayur segar. Di sana, orang sering tambah jeruk nipis atau sambal untuk segar. Jika kamu suka sup daging bening, coba juga resep sop buntut yang kami punya – mirip tapi pakai bagian buntut untuk rasa lebih kaya.

Bahan-Bahan untuk Sop Urat
Kami buat untuk 6-8 porsi, cukup buat keluarga besar atau simpan sisa.
- 1 kg urat sapi (atau campur sengkel dan urat, potong besar)
- 3 buah wortel, potong bulat tebal
- 4 buah kentang sedang, potong dadu
- 2 batang daun bawang, iris tipis
- 2 batang seledri, iris tipis
- 3 buah tomat, potong dadu
- 4 siung bawang putih, cincang halus
- 6 siung bawang merah, cincang halus
- 3 cm jahe, geprek
- 2 batang serai, geprek
- 4 lembar daun salam
- 5 lembar daun jeruk
- 2 sdt garam (atau secukupnya)
- 1 sdt lada bubuk
- 1 sdt pala bubuk
- 3 liter air (untuk merebus)
- Minyak goreng secukupnya untuk tumis
- Bawang goreng untuk taburan
- Jeruk nipis dan sambal untuk penyajian
Siapkan panci besar untuk merebus lama. Kami sarankan gunakan pressure cooker jika ingin cepat.
Cara Memasak Sop Urat
Kami pakai metode rebus panjang agar urat empuk sempurna. Total waktu sekitar 2-3 jam, tapi worth it!
- Cuci bersih urat sapi. Rebus dengan jahe geprek dan air secukupnya selama 10 menit. Buang air rebusan pertama agar hilang bau amis. Ulangi sekali lagi jika perlu.
- Rebus ulang urat dengan 3 liter air baru, tambah jahe geprek, serai, daun salam, dan daun jeruk. Masak api kecil 1,5-2 jam sampai urat empuk (tes dengan garpu, harus mudah tembus).
- Panaskan minyak di wajan. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum dan kecokelatan.
- Masukkan tumisan ke panci rebusan urat. Tambah garam, lada, dan pala bubuk. Aduk rata.
- Masukkan wortel dan kentang. Rebus 15-20 menit sampai sayur empuk tapi tidak hancur.
- Tambah tomat, daun bawang, dan seledri. Masak 5 menit lagi agar aroma keluar.
- Cicipi rasa, tambah garam atau lada jika kurang. Matikan api.
- Sajikan panas dengan taburan bawang goreng, perasan jeruk nipis, dan sambal di samping.
Dengan begitu, kuah beningmu tetap jernih dan urat kenyal enak. Kemudian, hidangkan dengan nasi hangat untuk pengalaman Jakarta asli.
Tips Sukses dan Variasi dari Tim Sendok Sejagat
Kami bagikan trik dari pengalaman masak berkali-kali supaya hasilmu mantap.
- Rebus urat dua kali dengan buang air pertama – ini hilangkan amis dan bikin kuah lebih bening.
- Gunakan api kecil saat merebus – jangan besar, agar kaldu keluar pelan tapi pekat.
- Potong urat agak besar – kalau terlalu kecil bisa hancur saat direbus lama.
- Tambah pala sedikit saja – terlalu banyak bikin rasa dominan, cukup untuk wangi kaldu.
- Untuk variasi, masukkan buncis atau kol di akhir – kami suka tambah tekstur segar.
- Hindari merebus sayur terlalu lama – wortel dan kentang bisa lembek dan kuah keruh.
- Simpan sisa di kulkas 3 hari; panaskan ulang dengan api kecil agar urat tetap empuk.
- Jika pakai pressure cooker, rebus urat 45-60 menit saja – hemat waktu tapi rasa tetap enak.
Sebaliknya, jika ingin lebih kental, tambah sedikit santan di akhir – tapi versi bening klasik Jakarta lebih segar. Namun, coba dulu autentiknya. Jelajahi lebih banyak resep masakan Nusantara di koleksi kami untuk inspirasi serupa.
Yuk, masak sop urat ini besok pagi! Kami di Sendok Sejagat yakin, satu mangkok saja sudah bikin hari lebih berwarna. Setelah coba, share dong foto dan ceritamu – mungkin kamu punya tambahan bumbu rahasia dari keluarga. Selamat memasak, dan nikmati kuah gurihnya sampai tetes terakhir!












