Teman dapur, bayangkan semangkuk sop paru sapi yang masih mengepul hangat di depan kamu. Aromanya langsung mengajak hidung mendekat, campuran rempah khas Sulawesi Selatan yang bikin lidah langsung antusias. Kami di Sendok Sejagat sudah puluhan kali masak resep ini di dapur rumah, dan setiap kali paru yang kenyal menyerap kuah gurih, rasanya seperti pelukan hangat dari kampung halaman. Teksturnya lembut di luar tapi tetap ada gigitannya, kuahnya bening kecokelatan dengan sentuhan manis kecap yang pas.
Kamu pasti suka karena resep sop paru sapi ini tidak ribet, tapi hasilnya selalu bikin keluarga minta tambah. Yuk, kita masak bareng hari ini.
Asal-usul Sop Paru Sapi di Sulawesi Selatan
Sop paru sapi ini lahir dari tradisi kuliner Bugis-Makassar yang menghargai setiap bagian sapi tanpa tersisa. Di Pangkep dan Makassar, hidangan ini menjadi bagian penting dari sop saudara yang legendaris. Pedagang kaki lima zaman dulu menciptakannya agar berbagai jeroan seperti paru, daging, dan hati bisa dimasak bersama dalam satu kuah, layaknya saudara dalam satu keluarga.
Karena itu, nama “saudara” melekat erat. Paru sapi jadi bintang utama karena teksturnya yang unik—kenyal, menyerap bumbu rempah dengan sempurna, dan memberi rasa gurih alami yang berbeda dari daging biasa. Kami ingat pertama kali mencicipinya di warung pinggir jalan Makassar; kuahnya langsung bikin betah berlama-lama. Hidangan ini bukan sekadar sop, tapi cerita tentang kebersamaan dan pemanfaatan bahan lokal yang bijak.

Bahan-bahan untuk Resep Sop Paru Sapi
Untuk 4-6 porsi, kamu siapkan bahan segar berikut ini supaya hasilnya maksimal:
- 600 gram paru sapi segar
- 2 liter air
- 2 sendok makan minyak goreng
Bumbu halus:
- 10 butir bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 4 butir kemiri (sangrai dulu)
- 1 sendok makan ketumbar (sangrai)
- 2 cm kunyit
- ½ sendok teh merica bubuk
Rempah-rempah:
- 2 batang serai, memarkan
- 4 cm jahe, geprek
- 4 cm lengkuas, geprek
- 3 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk (buang tulang daunnya)
- 1 batang kayu manis
- 3 buah cengkeh
- 3 sendok makan kecap manis
- Garam dan kaldu bubuk secukupnya
Pelengkap:
- Bawang goreng secukupnya
- Daun bawang iris halus
- Jeruk nipis
- Sambal rawit (sesuai selera)
Cara Memasak Sop Paru Sapi Langkah demi Langkah
- Kamu cuci paru sapi di bawah air mengalir hingga benar-benar bersih. Potong-potong ukuran sedang supaya mudah matang. Kemudian rebus dengan 1 liter air, tambahkan 2 lembar daun salam dan jahe geprek. Rebus selama 40-50 menit sampai empuk. Buang air rebusan pertama untuk hilangkan bau khas jeroan, lalu ganti dengan air bersih.
- Sementara itu, kamu haluskan semua bumbu halus dengan blender atau cobek hingga lembut.
- Di tahap ini, kamu panaskan minyak di wajan besar. Tumis bumbu halus bersama serai, lengkuas, daun jeruk, kayu manis, dan cengkeh sampai harum dan warnanya mulai kecokelatan.
- Masukkan potongan paru yang sudah empuk ke dalam tumisan. Aduk rata supaya setiap bagian terbalut bumbu dengan sempurna.
- Tuangkan sisa air, tambahkan kecap manis, garam, dan kaldu bubuk. Kamu aduk sebentar, lalu didihkan dengan api sedang. Setelah itu, kecilkan api dan biarkan mendidih perlahan selama 25 menit agar rasa benar-benar meresap ke dalam paru.
- Cicipi kuahnya. Jika sudah pas, matikan kompor. Sop paru sapi siap kamu sajikan hangat dengan taburan bawang goreng dan daun bawang. Beri perasan jeruk nipis plus sambal sesuai selera.
Tips Sukses Memasak dan Variasi Resep
- Pilih paru sapi yang segar dengan warna merah muda cerah dan tidak berbau amis. Ini kunci supaya kuah tetap enak dan bersih.
- Selalu rebus dua kali dengan rempah awal. Dengan begitu, bau khas jeroan hilang total dan tekstur paru jadi lebih empuk.
- Jangan terlalu lama tumis bumbu halus, karena itu bisa membuat kuah pahit. Kami biasa berhenti saat aromanya sudah harum sekali.
- Kalau kamu suka versi lebih kaya, tambahkan 300 gram daging sapi sandung lamur. Mirip sekali dengan resep soto iga sapi yang juga kami suka masak di akhir pekan.
- Untuk variasi pedas, masukkan 5-7 cabe rawit utuh saat merebus terakhir. Rasa jadi lebih nendang seperti di warung Makassar.
- Sajikan dengan nasi hangat atau ketupat. Kalau mau lengkap, tambahkan telur rebus atau kentang goreng sebagai pelengkap.
- Kesalahan umum: memotong paru terlalu kecil sebelum direbus. Potongan sedang lebih baik supaya tidak hancur.
- Simpan sisa sop di kulkas maksimal 2 hari. Panaskan lagi dengan api kecil agar tekstur paru tetap kenyal.
- Kamu bisa eksplorasi lebih banyak resep masakan Nusantara di kategori sop dan kuah tradisional kami untuk inspirasi hidangan berkuah lain yang sama menggugah.
- Gunakan api kecil di tahap akhir. Dengan begitu, rempah meresap pelan dan kuah tidak keruh.
Sop paru sapi khas Sulawesi Selatan ini selalu berhasil bikin kami dan keluarga senyum lebar setiap kali dihidangkan. Kuahnya hangat, paru yang kenyal, dan rempah yang meresap sempurna—semua terasa seperti masakan rumahan yang tulus.
Yuk, coba resep ini di dapur kamu akhir pekan ini. Kami yakin setelah satu suap, kamu langsung paham kenapa hidangan ini jadi favorit di Sulawesi Selatan. Ceritakan hasil masakanmu di kolom komentar ya, kami tunggu cerita dan foto dapurnya! Selamat memasak, teman-teman.












