Halo, sobat dapur pecinta daging! Di Sendok Sejagat, kami suka sekali masakan Jerman yang bikin meja makan terasa meriah, dan Schweinshaxe ini selalu jadi juara setelah kami panggang berkali-kali di oven rumah. Bayangkan knuckle babi yang empuk di dalam, kulitnya renyah seperti kerupuk emas, dengan rasa gurih manis dari bir dan rempah yang meresap sampai ke tulang – setiap gigitan terasa seperti pesta Oktoberfest di rumah sendiri. Kami sering sajikan ini untuk makan malam akhir pekan, tambah sauerkraut asam segar dan kentang rebus yang bikin kenyang tapi ringan. Hidangan ini seperti tantangan seru di dapur: butuh waktu, tapi hasilnya bikin bangga dan orang-orang minta tambah. Yuk, kita marinasi daging bareng dan nyalakan oven – aroma bir dan bawang panggang langsung bikin rumah terasa hangat!
Kami perhatikan, rahasia kulit renyah ada di pengeringan dan suhu tinggi di akhir. Selain itu, Schweinshaxe cocok buat yang suka masak lambat tapi ingin hasil premium. Setelah eksperimen beberapa kali, kami yakin kamu akan suka tekstur kontras antara kulit garing dan daging juicy.
Asal-Usul Schweinshaxe
Schweinshaxe, atau pork knuckle, berasal dari Bavaria, Jerman Selatan, di mana hidangan ini jadi ikon masakan tradisional sejak abad ke-19. Nama “Schweinshaxe” berarti “betis babi”, dan orang Bavaria sering masaknya untuk acara besar seperti Oktoberfest atau pesta keluarga.
Kami pelajari bahwa resep ini lahir dari tradisi petani yang manfaatkan potongan daging murah tapi kaya kolagen, dimasak lambat agar empuk dan kulitnya renyah. Karena itu, Schweinshaxe jadi makanan penghibur di biergarten Munich, sering disajikan dengan pretzel, sauerkraut, dan liter bir. Pengaruh Austria dan Bohemia kuat, karena hidangan serupa bernama Schweinshaxe di sana dengan variasi saus mustard. Di Jerman modern, orang panggang di oven besar untuk kulit crispy sempurna, tapi versi rumahan tetap autentik.
Kami di Sendok Sejagat coba versi Bavaria ini, dan rasanya seperti duduk di meja panjang Oktoberfest – gurih, renyah, dan penuh cerita kebersamaan. Jika kamu suka daging panggang, coba juga resep pork ribs BBQ yang kami punya – mirip empuknya tapi dengan sentuhan Amerika.

Bahan-Bahan untuk Schweinshaxe
Kami siapkan untuk 4 porsi (1 knuckle per orang, sekitar 1-1.2 kg per potong). Gunakan knuckle segar dengan kulit tebal.
- 4 potong Schweinshaxe (pork knuckle/hock dengan kulit)
- 2 liter air
- 500 ml bir gelap (atau bir lager, untuk rasa autentik)
- 2 buah bawang bombay besar, belah empat
- 4 siung bawang putih, geprek
- 2 batang wortel, potong besar
- 2 batang seledri, potong besar
- 3 lembar daun salam
- 10 butir lada hitam utuh
- 6 butir juniper berries (jika ada; ganti sedikit gin jika tidak)
- 2 sendok teh garam kasar
- 1 sendok teh caraway seeds (jinten Jerman)
- Minyak sayur untuk oles
Untuk sauerkraut dan mustard Dijon sebagai pelengkap.
Siapkan panci besar untuk merebus dan loyang oven dalam.
Cara Memasak Schweinshaxe
Kami pakai metode rebus lalu panggang untuk kulit renyah. Total waktu sekitar 3-4 jam.
- Rebus air dalam panci besar. Masukkan bawang bombay, bawang putih, wortel, seledri, daun salam, lada, juniper berries, caraway seeds, dan garam.
- Masukkan Schweinshaxe. Tuang bir. Didihkan, kecilkan api, tutup, rebus pelan 2-2.5 jam sampai daging empuk (tes dengan garpu mudah masuk).
- Panaskan oven hingga 220°C (atas grill jika ada). Angkat shank, tiriskan, keringkan kulit dengan tissue dapur sampai benar-benar kering.
- Olesi kulit dengan minyak tipis. Taburi garam kasar dan caraway seeds tambahan. Tusuk-tusuk kulit dengan pisau tajam agar lemak keluar dan renyah.
- Letakkan di loyang oven. Panggang 30-45 menit sampai kulit menggelembung dan kecokelatan renyah (putar loyang agar merata).
- Jika kulit kurang renyah, grill 5-10 menit terakhir sambil awasi agar tidak gosong.
- Istirahatkan 10 menit sebelum potong. Sajikan panas dengan sauerkraut, kentang rebus, dan mustard.
Dengan begitu, kulitmu renyah garing dan daging empuk sempurna. Kemudian, hidangkan dengan bir dingin untuk pengalaman Bavaria asli.
Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat
Tim kami bagikan rahasia dari panggang berkali-kali supaya kulit renyah tanpa gagal.
- Keringkan kulit semaksimal mungkin – lembab bikin kulit lembek, gunakan hair dryer dingin jika perlu.
- Tusuk kulit dalam-dalam – lemak keluar, kulit menggelembung dan renyah seperti kerupuk.
- Rebus dengan bir gelap – beri rasa lebih dalam, bir ringan kurang kuat.
- Panggang suhu tinggi di akhir – rendah lama bikin kulit kenyal, tinggi pendek bikin crispy.
- Untuk variasi, tambah apel potong di loyang – kami coba, beri manis asam yang seimbang.
- Hindari oles garam terlalu awal – tarik air dari kulit, bikin lembek.
- Simpan sisa di kulkas 3 hari; panaskan ulang di oven 180°C dengan oles minyak agar kulit kriuk lagi.
- Jika oven kecil, potong knuckle jadi dua – lebih cepat matang tapi kurang dramatis.
Sebaliknya, kalau ingin lebih ringan, kurangi bir dan ganti air. Namun, versi klasik dengan bir paling autentik Bavaria. Jelajahi lebih banyak resep masakan Eropa di koleksi kami untuk inspirasi daging panggang serupa.
Yuk, cari Schweinshaxe segar dan mulai masak lambat ini akhir pekan! Kami di Sendok Sejagat percaya, hidangan seperti ini bukan cuma soal makan, tapi bikin momen keluarga lebih spesial. Setelah coba, ceritain dong bagaimana kulit renyahmu – mungkin trik tusukmu lebih jago dari kami. Selamat memasak, dan nikmati setiap gigitan yang penuh cerita Jerman!










