Halo, teman yang suka main-main dengan adonan sederhana tapi hasilnya luar biasa! Di Sendok Sejagat, kami paling senang mengajak kamu mencoba hidangan yang terasa seperti pelukan hangat dari pegunungan Alpen. Bayangkan kamu menggigit schupfnudeln dengan bagian luar yang garing keemasan, lalu kamu merasakan bagian dalam yang lembut seperti kentang tumbuk dengan sentuhan pala. Setelah itu, koki menuangkan mentega cokelat harum dan menambahkan bawang goreng renyah di atasnya. Hidangan ini seperti camilan malam yang bikin betah di dapur, atau lauk pendamping daging panggang yang bikin meja makan terasa spesial. Yuk, kita gulung lengan baju dan buat bareng. Kami menjamin setelah kamu mencobanya sekali, kamu akan memasaknya lagi dan lagi!
Asal-usul Schupfnudeln Khas Austria
Schupfnudeln berasal dari wilayah Austria selatan dan Bavaria Jerman, terutama di daerah pegunungan Tirol dan Salzburg. Orang Jerman mengambil nama “Schupfnudeln” dari kata dialek schupfen yang berarti menggelinding atau membentuk dengan tangan. Para juru masak membentuk adonan panjang lonjong dengan cara menggelindingkannya di telapak tangan atau di atas meja. Hidangan ini sudah ada sejak abad ke-17 sebagai makanan petani miskin—menggunakan kentang sisa panen dan tepung yang ada di rumah. Pada masa lalu, banyak keluarga menyajikan schupfnudeln bersama sauerkraut atau apel panggang, tetapi sekarang para koki menghadirkannya sebagai pendamping klasik untuk daging panggang atau goulash. Kami di tim Sendok Sejagat pernah nyobain versi asli di penginapan kecil di Innsbruck—tekstur renyah lembutnya langsung bikin jatuh cinta!

Bahan-bahan yang Kamu Butuhkan
Untuk adonan schupfnudeln (sekitar 4 porsi):
- 1 kg kentang kuning (atau kentang biasa yang rebus), kupas dan haluskan selagi panas
- 200-250 gram tepung terigu protein sedang (sesuaikan agar adonan tidak lengket)
- 2 butir telur ukuran sedang
- 1 sendok teh garam
- ½ sendok teh pala bubuk segar (rahasia rasa khas Austria!)
- Sedikit merica putih bubuk (opsional)
Untuk penyajian klasik dengan mentega cokelat:
- 100 gram mentega tawar
- 1 ikat kecil daun peterseli segar, cincang halus
- Siapkan bawang goreng renyah secukupnya, atau iris bawang bombay tipis lalu goreng sendiri
- Garam dan merica secukupnya
Pelengkap opsional:
- Sauerkraut hangat
- Apel panggang dengan kayu manis
Cara Memasak Schupfnudeln
- Rebus kentang utuh dengan kulit sampai empuk, sekitar 25-30 menit. Kupas selagi masih hangat, lalu haluskan dengan penumbuk kentang atau alat penggiling.
- Campur kentang halus dengan garam, pala, dan merica putih. Tambahkan telur, aduk rata sampai tercampur.
- Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil uleni. Berhenti saat adonan lembut, tidak lengket, tapi masih agak basah.
- Taburi permukaan kerja dengan tepung tipis. Ambil adonan seukuran bola golf, gulung jadi silinder panjang sekitar 6-8 cm.
- Bentuk ujungnya runcing dengan menggelinding di telapak tangan atau meja (ini yang membuatnya “schupfen”).
- Didihkan air asin dalam panci besar. Masukkan schupfnudeln secara bertahap, rebus sampai mengapung (sekitar 3-5 menit). Angkat dengan sendok berlubang.
- Panaskan mentega di wajan besar dengan api sedang. Masukkan schupfnudeln setelah kamu merebusnya, lalu goreng sambil terus kamu balik sampai kamu melihat warna kecokelatan di semua sisi.
- Taburi peterseli cincang dan bawang goreng. Aduk sebentar agar aroma merata.
- Cicipi dan tambahkan garam atau merica kalau perlu.
- Sajikan segera selagi panas, dengan sauerkraut atau apel panggang di sampingnya.
Tips Sukses Membuat Schupfnudeln di Rumah
- Haluskan kentang selagi masih panas—ini bikin adonan lebih halus dan tidak bertekstur kasar.
- Atur jumlah tepung dengan hati-hati. Jika kamu menambahkan terlalu banyak, kamu membuat adonan menjadi keras. Jika kamu memberi terlalu sedikit, kamu membuat adonan mudah hancur saat perebusan.
- Angkat schupfnudeln ketika kamu melihatnya mengapung, lalu hentikan perebusan supaya kamu mencegah tekstur lembek sebelum menggoreng.
- Untuk variasi, tambahkan sedikit keju parut atau bayam cincang ke adonan untuk rasa lebih kaya.
- Gunakan mentega asli ketika kamu menggoreng supaya kamu menghadirkan rasa cokelat khas yang tidak bisa kamu tiru dengan minyak biasa.
- Masak dalam jumlah lebih banyak, lalu bekukan setelah kamu merebusnya supaya kamu bisa langsung menggorengnya dari freezer ketika kamu ingin makan cepat.
Kalau kamu suka hidangan kentang bertekstur seperti ini, coba juga resep Kartoffelsalat khas Jerman yang punya vibe serupa. Atau eksplor lebih banyak resep masakan Eropa di koleksi kami.
Sudah siap bikin schupfnudeln sendiri di dapur? Resep ini terasa spesial meski bahannya sederhana, dan proses menggulung adonan jadi momen seru bareng keluarga. Kami di Sendok Sejagat sering masak ini saat cuaca dingin—aroma mentega cokelat dan pala langsung bikin rumah terasa hangat. Yuk, mulai rebus kentang sekarang, gulung adonan sambil ngobrol, dan nikmati hasilnya. Ceritakan ke kami ya kalau sudah coba—kami penasaran banget bagaimana versi kamu!












