Pagi di Banyuwangi terasa lengkap kalau ada sayur bening kelor yang masih mengepul di meja. Kami di Sendok Sejagat sudah sering masak ini buat sarapan keluarga, dan setiap kali mangkuk kosong dalam sekejap. Kuahnya jernih, daun kelornya hijau segar dengan tekstur lembut yang langsung lumer di lidah. Rasanya ringan tapi tetap gurih, cocok banget buat yang mau masakan sehat tanpa ribet. Yuk, kita bikin bareng hari ini. Bahan sederhana, prosesnya cepat, tapi hasilnya bikin kamu ketagihan.
Sebelum kita nyalakan kompor, mari kita kenalan dulu sama cerita di balik sup khas Banyuwangi ini.
Asal-usul Sayur Bening Kelor Khas Banyuwangi
Sayur bening kelor lahir dari tradisi masyarakat Banyuwangi yang gemar memanfaatkan tanaman lokal yang tumbuh subur di pekarangan rumah. Daun kelor di sini bukan sekadar sayur biasa, melainkan bahan utama yang sudah turun-temurun dipakai karena kaya nutrisi dan rasa alami yang segar. Hidangan ini biasa muncul di meja sarapan atau makan siang sederhana, terutama saat musim hujan ketika tubuh butuh makanan ringan tapi menghangatkan. Kini sayur bening kelor tetap jadi favorit di warung-warung pinggir pantai Banyuwangi karena kesederhanaannya yang justru bikin orang selalu balik lagi.
Dengan begitu, setiap suapan terasa seperti membawa sedikit kehangatan pagi Banyuwangi ke dapur kamu.

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan (untuk 4-5 porsi)
Kamu siapkan dulu semua di meja supaya prosesnya mengalir lancar.
- 200 gram daun kelor muda, petik daunnya saja
- 1 buah jagung manis, potong menjadi 4 bagian
- 2 buah wortel sedang, iris bulat tipis
- 1 buah kentang sedang, potong dadu
- 2 batang daun bawang, iris serong
- 2 lembar daun salam
- 4 siung bawang merah, iris tipis
- 3 siung bawang putih, iris tipis
- 1 ruas jahe, geprek
- Garam secukupnya
- Gula pasir secukupnya
- 1,5 liter air bersih
Dengan bahan ini, supmu akan jernih, segar, dan penuh rasa alami khas Banyuwangi.
Cara Memasak Sayur Bening Kelor Langkah demi Langkah
Kita mulai dari kuahnya ya. Prosesnya santai, total sekitar 30 menit.
- Kamu rebus air dalam panci besar hingga mendidih.
- Masukkan daun salam, bawang merah, bawang putih, dan jahe geprek. Aduk sebentar sampai harum.
- Tambahkan potongan jagung, wortel, dan kentang. Didihkan dengan api sedang selama 10 menit.
- Di tahap ini, masukkan daun kelor muda. Aduk pelan supaya daun terendam kuah.
- Beri garam dan gula secukupnya. Tes rasa dan masak lagi 5-7 menit hingga sayur empuk tapi tetap hijau segar.
- Terakhir, taburkan daun bawang iris. Matikan api dan aduk rata.
- Sajikan hangat dengan nasi putih dan lauk tempe goreng atau ikan asin.
Dengan begitu, sayur bening kelor autentik Banyuwangi sudah siap menghangatkan pagi kamu.
Tips Sukses serta Variasi Resep
Kami sudah coba berkali-kali, dan ini trik yang selalu berhasil di dapur.
- Pilih daun kelor muda yang masih hijau cerah; daun tua bikin tekstur kasar dan rasa pahit berlebih.
- Jangan rebus terlalu lama supaya daun kelor tetap segar dan tidak kehilangan nutrisi.
- Selain itu, tambahkan irisan tomat kalau kamu suka sedikit asam segar di kuah.
- Di tahap ini, ganti jagung dengan labu siam atau buncis untuk variasi warna dan tekstur.
- Karena itu, simpan sisa di kulkas maksimal 1 hari; hangatkan pelan supaya kuah tetap jernih.
- Untuk versi lebih kaya protein, masukkan tahu atau tempe potong dadu di 5 menit terakhir.
- Sajikan dengan sambal terasi supaya makin nikmat ala Banyuwangi asli.
Penutup
Wah, sudah siapkah kamu mencoba sayur bening kelor khas Banyuwangi ini di rumah? Kami yakin sekali suap kamu bakal ketagihan sama kuah jernih yang segar dan daun kelor yang lembut di lidah. Langsung petik daunnya dan rebus bareng sayur lain ya, buat sarapan atau makan siang yang ringan tapi mengenyangkan!
Kalau kamu suka sayur bening segar khas Jawa Timur, coba juga resep sayur asem kami yang tak kalah enak. Atau jelajahi lebih banyak inspirasi di kategori resep masakan Nusantara Sendok Sejagat untuk petualangan rasa Banyuwangi yang lebih luas. Terima kasih sudah masak bareng. Selamat mencoba, teman!







