Halo, sobat pencinta sate jeroan! Di Sendok Sejagat, kami sering kangen sate yang teksturnya kenyal tapi empuk, dan Sate Usus khas Yogyakarta ini selalu jadi juara setelah kami coba panggang berkali-kali di rumah. Usus ayam yang dibersihkan rapi, direbus empuk, lalu dibakar sambil dioles bumbu kecap manis gurih – setiap tusuk terasa kenyal di gigi, gurih daging, dan manis pedas yang bikin ingin tambah terus. Kami biasa sajikan ini untuk camilan malam atau lauk makan nasi hangat, tambah lontong dan sambal kecap yang pedas segar. Hidangan ini terasa seperti cerita malam di angkringan Jogja: bahan murah, proses rebus dan bakar sabar, tapi hasilnya selalu bikin orang diam-diam minta tambah. Yuk, kita bersihkan usus bareng dan siapkan bumbu oles – aroma kecap bakar langsung bikin dapur rame!
Kami suka bagaimana usus ini kenyal tapi tidak alot, dengan bumbu kecap yang meresap sampai ke dalam. Selain itu, Sate Usus cocok buat yang suka jeroan dengan rasa manis gurih khas Yogya. Setelah berkali-kali rebus dan panggang, kami yakin kamu akan suka tekstur kenyal yang bikin ingin gigit lagi.
Asal-Usul Sate Usus
Sate Usus berasal dari Yogyakarta, kota yang terkenal dengan kuliner jeroan sejak era keraton. Hidangan ini lahir dari tradisi pedagang angkringan yang manfaatkan usus ayam – bagian murah tapi enak kalau diolah benar – untuk sate malam yang murah meriah dan tahan kenyang.
Kami pelajari bahwa resep ini berkembang dari kebiasaan warga Yogya yang suka sate dengan tekstur kenyal, sering muncul di angkringan legendaris seperti Angkringan Lik Man atau warung-warung pinggir Malioboro. Karena itu, Sate Usus jadi ikon kuliner malam Yogya, berbeda dari sate ayam atau kambing karena ususnya yang kenyal dan bumbu kecap yang lebih manis. Pengaruh Jawa membuat bumbunya manis kecap dengan sedikit pedas cabai, sementara Yogya beri sentuhan serai dan daun jeruk untuk aroma khas. Di Yogya modern, sate ini tetap laris di angkringan dan warung tenda, sering disajikan dengan lontong dan teh poci.
Kami di Sendok Sejagat coba versi angkringan Yogya ini, dan rasanya seperti duduk di bangku kayu pinggir jalan Malioboro – kenyal gurih, manis pedas, dan penuh cerita malam Jogja. Jika kamu suka sate jeroan, coba juga resep sate kere yang kami punya – mirip konsepnya tapi dengan rasa lebih sederhana.

Bahan-Bahan untuk Sate Usus
Kami buat untuk 4-6 porsi (sekitar 25-30 tusuk sate).
Untuk sate usus:
- 1 kg usus ayam segar (bersihkan, potong 5-7 cm)
- 8 siung bawang putih
- 6 butir bawang merah
- 5-8 buah cabai merah keriting (sesuaikan pedas)
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 2 batang serai, memarkan
- 5 lembar daun jeruk, buang tulang
- 2 lembar daun salam
- 1 sendok teh ketumbar bubuk
- 1 sendok teh jinten bubuk
- 1 sendok makan garam
- 3 sendok makan gula aren sisir
- 100 ml air asam jawa
- Tusuk sate bambu secukupnya
Untuk bumbu oles dan kecap:
- 100 ml kecap manis
- 3 sendok makan sambal terasi (atau cabai rawit halus)
- 2 sendok makan margarin atau mentega
- Jeruk limau secukupnya
Pelengkap:
- Lontong atau nasi putih
- Acar timun wortel
Siapkan panci besar untuk rebus dan panggangan arang atau grill pan.
Cara Memasak Sate Usus
Kami rebus usus dulu, lalu tusuk dan bakar. Total waktu sekitar 2-2,5 jam termasuk rebus.
- Rebus usus dengan air mendidih 10 menit, buang air rebusan pertama untuk hilangkan bau. Ganti air baru, masukkan bawang putih geprek, bawang merah geprek, lengkuas, serai, daun jeruk, daun salam, ketumbar bubuk, jinten bubuk, dan garam.
- Rebus api sedang 1-1,5 jam sampai usus empuk tapi masih kenyal (tes dengan tusuk gigi mudah masuk). Tiriskan, dinginkan.
- Haluskan sisa bumbu rebus (bawang, cabai, gula aren, air asam jawa). Campur dengan kecap manis, sambal terasi, dan margarin leleh untuk bumbu oles.
- Tusuk usus ke tusuk sate (3-4 potong per tusuk). Oles bumbu kecap tipis-tipis.
- Panaskan arang sampai bara merah. Bakar sate api sedang, balik sesekali sambil oles bumbu kecap (sekitar 10-15 menit) sampai kecokelatan dan harum.
- Angkat, peras jeruk limau di atasnya. Sajikan panas dengan lontong, acar, dan sambal kecap.
Dengan begitu, sate-mu empuk kenyal dan bumbu kecap gurih manis. Kemudian, hidangkan selagi panas untuk aroma terbaik.
Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat
Tim kami bagikan pengalaman ini dari rebus dan panggang berkali-kali supaya usus empuk tanpa alot.
- Rebus usus dua kali – air pertama hilangkan bau amis, air kedua dengan bumbu bikin empuk dan gurih.
- Rebus api sedang lama – api besar bikin usus alot, lama kecil bikin empuk kenyal.
- Oles bumbu kecap tipis-tipis – terlalu banyak bikin sate lengket dan mudah gosong.
- Gunakan usus ayam segar – usus beku lebih alot, segar beri tekstur kenyal lebih baik.
- Untuk variasi, tambah sedikit kecap asin di bumbu – kami coba, tambah rasa gurih lebih dalam.
- Hindari bakar terlalu lama – sate bisa kering, cukup sampai kecokelatan dan harum.
- Simpan sisa di kulkas 2 hari; panaskan ulang di panggangan agar tetap kenyal.
- Eksperimen sambal – tambah terasi lebih banyak untuk pedas Yogya asli, versi rumah favorit kami.
Sebaliknya, kalau ingin lebih manis, tambah gula aren di bumbu. Namun, versi klasik dengan kecap sedang paling autentik Yogya. Jelajahi lebih banyak resep masakan Nusantara di koleksi kami untuk inspirasi bakar serupa.
Yuk, beli usus ayam segar dan panggang Sate Usus ini malam ini! Kami di Sendok Sejagat percaya, sate seperti ini bikin masak jadi aktivitas yang menghangatkan hati. Setelah coba, ceritain dong tingkat kenyalnya – mungkin rebusanmu bikin lebih empuk dari kami. Selamat membakar, dan nikmati setiap tusuk yang penuh cerita Yogya!






