Hai, sobat pencinta sate! Di Sendok Sejagat, kami selalu rindu sate yang punya rasa beda dari biasanya, dan Sate Blora ini langsung bikin kami ketagihan setelah coba masak di dapur akhir pekan. Sate ayam yang empuk juicy, dibakar perlahan sampai kecokelatan, kemudian disiram bumbu kacang manis gurih yang kental – setiap gigitan terasa perpaduan manis kecap, gurih kacang, dan sedikit pedas yang pas di lidah. Kami sering bikin ini untuk makan malam keluarga atau arisan kecil, tambah lontong hangat dan acar segar yang bikin kenyang tapi ringan. Hidangan ini terasa seperti cerita hangat dari Blora: bahan sederhana, proses bakar sabar, tapi hasilnya bikin orang minta tambah terus. Yuk, kita marinasi ayam bareng dan nyalakan arang – aroma asap bakaran langsung bikin dapur hidup!
Kami suka bagaimana bumbu kacangnya kental tapi tidak terlalu manis berlebih. Selain itu, Sate Blora cocok buat yang suka sate manis dengan sentuhan kacang lebih dominan. Setelah berkali-kali bakar dan cicip, kami yakin kamu akan suka keseimbangan rasa yang bikin ingin gigit lagi.
Asal-Usul Sate Blora
Sate Blora berasal dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah, daerah penghasil kacang tanah dan rempah yang kaya. Hidangan ini lahir dari tradisi masak sederhana masyarakat Blora yang manfaatkan ayam kampung dan kacang lokal untuk camilan atau lauk utama sejak era kolonial.
Kami pelajari bahwa sate ini berbeda dari sate Madura atau Ponorogo karena bumbu kacangnya lebih manis dan kental, sering pakai kecap manis Jawa asli untuk rasa karamel. Karena itu, Sate Blora jadi ikon kuliner Blora, terkenal di warung-warung pinggir jalan seperti Sate Blora Pak Pong atau Pak Minto yang sudah legendaris. Di sana, orang bakar sate dengan arang kelapa untuk aroma asap khas, dan sering disajikan dengan lontong, sambal kecap, dan acar timun. Di Blora modern, sate ini tetap jadi makanan wajib saat acara keluarga atau pasar malam.
Kami di Sendok Sejagat coba versi rumahan Blora ini, dan rasanya seperti duduk di warung pinggir sawah – manis gurih, empuk, dan penuh cerita desa. Jika kamu suka sate manis, coba juga resep sate buntel yang kami punya – mirip bakarnya tapi dengan bumbu lebih pedas.

Bahan-Bahan untuk Sate Blora
Kami buat untuk 4-6 porsi (sekitar 25-30 tusuk sate).
Untuk sate ayam:
- 1 kg daging ayam kampung (dada atau paha, potong dadu 2 cm)
- 5 siung bawang putih, haluskan
- 4 butir bawang merah, haluskan
- 2 sendok makan kecap manis
- 1 sendok teh ketumbar bubuk
- ½ sendok teh jinten bubuk
- 1 sendok teh garam
- ½ sendok teh merica bubuk
- 2 sendok makan air jeruk nipis
- Tusuk sate secukupnya (rendam air agar tidak gosong)
Untuk bumbu kacang:
- 300 gram kacang tanah goreng
- 5 buah cabai merah keriting (sesuaikan pedas)
- 4 siung bawang putih
- 6 butir bawang merah
- 200 ml air
- 100 gram gula merah sisir
- 4 sendok makan kecap manis
- 1 sendok teh garam
- 2 lembar daun jeruk
- 1 batang serai, memarkan
Pelengkap:
- Lontong atau ketupat
- Acar timun wortel
- Bawang goreng
- Sambal kecap
Siapkan panggangan arang atau grill pan, dan blender untuk kacang.
Cara Memasak Sate Blora
Kami marinasi ayam dulu, lalu buat bumbu kacang, dan bakar terakhir. Total waktu sekitar 1,5-2 jam termasuk marinasi.
- Campur ayam dengan bawang putih halus, bawang merah halus, kecap manis, ketumbar, jinten, garam, merica, dan air jeruk nipis. Aduk rata, marinasi minimal 1 jam (lebih baik semalam di kulkas).
- Tusuk ayam ke tusuk sate (3-4 potong per tusuk). Sisihkan.
- Sangrai kacang tanah sampai harum, haluskan kasar dengan blender atau cobek.
- Tumis bawang merah, bawang putih, cabai, daun jeruk, dan serai sampai harum. Masukkan kacang halus, aduk rata.
- Tambah air, gula merah, kecap manis, dan garam. Masak api kecil sambil diaduk sampai kental dan minyak keluar (sekitar 15-20 menit).
- Panaskan arang sampai bara merah. Bakar sate sambil dioles bumbu kacang tipis-tipis, balik terus agar matang merata dan kecokelatan (sekitar 10-15 menit).
- Oles lagi bumbu kacang di akhir bakar agar mengkilap. Angkat dan sajikan panas.
- Sajikan dengan lontong, acar, bawang goreng, dan sambal kecap.
Dengan begitu, sate-mu empuk manis dan bumbu kacang kental gurih. Kemudian, hidangkan selagi panas untuk aroma terbaik.
Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat
Tim kami bagikan pengalaman ini dari bakar berkali-kali supaya sate empuk dan bumbu pas.
- Marinasi minimal 1 jam – lebih lama bumbu meresap, ayam lebih empuk dan gurih.
- Bakar api sedang – api besar gosong luar tapi dalam mentah, api kecil lama matang.
- Oles bumbu tipis-tipis – terlalu banyak bikin sate lengket dan mudah gosong.
- Sangrai kacang dulu – kacang mentah bikin bumbu pahit, sangrai beri aroma gurih.
- Untuk variasi, tambah santan di bumbu kacang – kami coba, saus lebih creamy dan kental.
- Hindari tusuk terlalu penuh – ayam susah matang merata, beri jarak antar potong.
- Simpan sisa bumbu kacang di kulkas 3 hari; panaskan ulang dengan tambah air agar tidak kering.
- Eksperimen ayam – pakai ayam kampung untuk rasa lebih gurih, ayam broiler lebih cepat empuk.
Sebaliknya, kalau ingin lebih pedas, tambah cabai rawit di bumbu kacang. Namun, versi klasik Blora dengan manis sedang paling pas. Jelajahi lebih banyak resep masakan Nusantara di koleksi kami untuk inspirasi bakar serupa.
Yuk, beli ayam segar dan bakar Sate Blora ini akhir pekan! Kami di Sendok Sejagat percaya, sate seperti ini bukan cuma soal makan, tapi bikin momen keluarga lebih hangat. Setelah coba, ceritain dong tingkat manisnya – mungkin olesan bumbumu lebih pas dari kami. Selamat membakar, dan nikmati setiap tusuk yang penuh cerita Blora!












