Hai, teman dapur yang suka sate tapi ingin rasa yang beda dari biasanya! Di Sendok Sejagat, kami selalu excited mengajak kamu mencoba sate daerah yang punya ciri khas kuat dan bikin orang antre panjang. Bayangkan kamu menyendok sate ayam yang empuk berbalut bumbu kacang manis gurih, lalu aroma bawang goreng dan kecap manis langsung menguar—ini Sate Ayam Ponorogo, hidangan yang selalu bikin orang Jawa Timur bangga dan pengunjung langsung ketagihan. Sate ini bukan cuma makanan, tapi seperti cerita malam di pinggir jalan Ponorogo: ramai, hangat, dan penuh rasa. Yuk, kita buat bareng di rumah. Kami menjamin setelah sekali coba kamu akan berkata, “Ini sate beda level!”
Asal-usul Sate Ayam Ponorogo Khas Jawa Timur
Sate Ayam Ponorogo lahir di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sekitar tahun 1950-an, dan langsung jadi ikon kuliner daerah. Konon, penjual pertama adalah seorang bernama Mbok Siti yang membuka warung kecil di pinggir jalan dekat Alun-alun Ponorogo. Ia meracik bumbu kacang yang lebih manis dan lebih kental daripada sate Madura atau sate taichan, lalu ia menambahkan kecap manis serta bawang goreng melimpah sebagai penanda utamanya. Lambat laun, sate ini menyebar ke seluruh Jawa Timur dan bahkan Jakarta, terutama lewat pedagang kaki lima yang membawa resep turun-temurun. Yang membuatnya beda adalah penggunaan ayam kampung muda yang empuk, bumbu kacang yang hampir seperti saus salad manis, dan penyajian dengan lontong serta irisan kol mentah. Kami di tim Sendok Sejagat pernah nyobain langsung di warung legendaris Ponorogo—manisnya bumbu kacang yang pas dan daging yang juicy langsung bikin rindu!

Bahan-bahan yang Kamu Butuhkan
Untuk sate (sekitar 20-25 tusuk):
- 1 kg daging ayam kampung muda (dada atau paha tanpa tulang, potong dadu 2×2 cm)
- 100 ml air jeruk nipis
- 4 sendok makan kecap manis
- 2 sendok makan minyak goreng
- Garam dan merica bubuk secukupnya
- Tusuk sate secukupnya (rendam air supaya tidak gosong)
Untuk bumbu kacang khas Ponorogo:
- 300 gram kacang tanah goreng (sangrai dulu sampai harum)
- 8 siung bawang putih, goreng
- 6 buah cabai merah keriting, goreng (sesuaikan pedas)
- 4 buah cabai rawit merah, goreng (opsional)
- 200 gram gula merah, sisir halus
- 100 ml kecap manis
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok teh asam jawa (larutkan dengan sedikit air)
- Air matang secukupnya (sekitar 500-700 ml)
Pelengkap sajian:
- Lontong atau ketupat, potong-potong
- Kol iris tipis
- Bawang goreng melimpah
- Sambal kecap (kecap + cabai rawit iris + bawang merah iris)
Cara Memasak Sate Ayam Ponorogo
- Lumuri potongan ayam dengan air jeruk nipis, kecap manis, minyak goreng, garam, dan merica. Aduk semua bahan sampai rata, lalu diamkan setidaknya 1 jam. Kalau punya waktu lebih, simpan semalaman di kulkas agar bumbu meresap maksimal.
- Sangrai kacang tanah sampai harum kecokelatan. Haluskan bersama bawang putih goreng, cabai goreng, dan sedikit air sampai halus.
- Panaskan wajan, tuang bumbu kacang halus. Tambahkan gula merah, kecap manis, garam, dan larutan asam jawa. Aduk rata.
- Tuang air sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk sampai bumbu mendidih dan berubah kental. Cicipi rasa manis-gurih-pedas. Matikan api, sisihkan.
- Tusukkan potongan ayam hasil marinasi ke setiap tusuk sate, isi sekitar 3–4 potong per tusuk. Jangan terlalu rapat agar matang merata.
- Siapkan arang atau grill pan dengan api sedang. Bakar sate sambil sesekali mengoleskan bumbu kacang dan kecap manis di atasnya. Balik terus agar matang sempurna dan berwarna kecokelatan.
- Bakar sampai daging matang dan bumbu karamelisasi (sekitar 10-15 menit). Angkat, oles lagi bumbu kacang tebal.
- Sajikan sate panas di atas piring lontong atau ketupat. Siram bumbu kacang hangat di atasnya.
- Taburi bawang goreng melimpah. Tambahkan irisan kol mentah dan sambal kecap di samping.
- Nikmati selagi hangat agar bumbu kacangnya terasa lebih nikmat.
Tips Sukses Membuat Sate Ayam Ponorogo di Rumah
- Pilih ayam kampung muda karena dagingnya terasa lebih empuk dan tidak mudah alot dibanding ayam broiler.
- Oles bumbu kacang saat membakar—jangan hanya di akhir; ini bikin lapisan karamel manis yang khas Ponorogo.
- Jangan bakar dengan api terlalu besar—daging akan gosong luar tapi mentah dalam; api sedang lebih baik.
- Untuk variasi, tambahkan sedikit santan ke bumbu kacang kalau ingin lebih creamy, meski versi asli Ponorogo biasanya tanpa santan.
- Simpan sisa bumbu kacang di kulkas dan manfaatkan kembali dalam 5–7 hari untuk membuat sate ayam lain atau lontong sayur.
- Bakar sate di atas arang kayu kalau bisa—aroma asap alami bikin rasa jauh lebih autentik.
Kalau kamu suka sate manis gurih seperti ini, jangan lewatkan resep sate Madura yang juga pakai bumbu kacang spesial. Atau eksplor lebih banyak resep masakan Nusantara di koleksi kami.
Sudah siap bikin Sate Ayam Ponorogo di halaman rumah? Resep ini memang sederhana tapi hasilnya selalu bikin orang meminta tambah—bumbu kacang manisnya yang kental dan daging empuk langsung bawa suasana malam Ponorogo ke meja makan. Kami di Sendok Sejagat sering masak ini saat kumpul keluarga—aroma bakaran dan kecapnya langsung bikin suasana hangat. Yuk, mulai marinasi ayam sekarang, siapkan arang, dan nikmati prosesnya bareng orang tersayang. Ceritakan ke kami ya kalau sudah berhasil—kami tunggu foto sate berbalut bumbu kacang dan cerita kamu!







