Hai, teman masak berani! Di Sendok Sejagat, kami menantang lidah pembaca lewat masakan dengan rasa dalam dan juga cerita kuat. Kami memilih hidangan yang sering membuat orang berkata, “ini aneh tapi nagih.” Sekarang, bayangkan kamu menyendok pork dinuguan panas dengan kuah hitam pekat. Darah babi menciptakan rasa gurih kental, daging berlemak memberi tekstur empuk, cuka menghadirkan asam segar, dan cabai hijau menambahkan pedas halus yang langsung menghabiskan nasi hangat.
Selama proses pengujian, kami memasak pork dinuguan berulang kali di dapur. Kami mencoba versi tanpa jeroan dan versi autentik lengkap, kemudian kami menyempurnakan teknik memasaknya. Dari sana, kami memastikan proses tetap aman, kami menjaga rasa tetap kaya, dan kami menghilangkan keraguan saat menyajikannya. Jadi, siapkan panci sekarang dan masak bersama kami sup ikonik Filipina yang banyak orang sebut sebagai “chocolate meat”.
Asal-usul Hidangan Pork Dinuguan
Orang Filipina menyebut hidangan ini dinuguan. Nama itu datang dari kata Tagalog dugo yang berarti darah. Masyarakat Filipina menciptakan hidangan ini sejak masa pra-kolonial sebagai wujud pemanfaatan seluruh bagian babi. Dalam praktiknya, mereka memasak darah babi langsung sebagai bahan utama sup. Karena tradisi itu, orang Filipina sering menyajikan dinuguan bersama lechon. Saat memanggang babi utuh, mereka mengolah darah dan jeroannya tanpa menunda agar tidak terbuang.
Seiring waktu, masyarakat di berbagai wilayah menyebarkan resep ini dan memberi hidangan ini nama berbeda. Orang Kapampangan menyebutnya tid-tad, orang Ilocano menyebutnya dinardaraan, orang Cebuano menyebutnya dugo-dugo, masyarakat Mindanao Utara menyebutnya sampayna, dan orang Bulacan menyebutnya tinumis. Kemudian, pengaruh Spanyol membawa penggunaan cuka dan beberapa rempah, tetapi orang Filipina tetap mempertahankan darah babi sebagai pengental alami. Hingga sekarang, keluarga Filipina menyajikan dinuguan sebagai comfort food di pesta, karinderya, dan rumah. Mereka menyantapnya dengan nasi putih atau puto lembut untuk menegaskan rasa asam, gurih, dan pedas.

Bahan-bahan (untuk 6-8 porsi)
- 1 kg daging babi (pilih belly atau shoulder, potong dadu 2 cm—ada lemak biar gurih)
- 500-700 ml darah babi segar (saring dulu, campur 2 sdm cuka biar nggak menggumpal)
- 1 cangkir cuka putih atau cane vinegar (bagi dua: setengah untuk campur darah, setengah untuk masak)
- 1 buah bawang bombay besar, cincang halus
- 6 siung bawang putih, cincang halus
- 1 ruas jahe ukuran sedang, memarkan atau cincang halus
- 4-6 buah cabai hijau panjang (siling haba), iris serong
- 2-3 lembar daun salam
- 2 sdm patis (fish sauce)
- 1 sdm gula merah sisir (atau brown sugar)
- Garam dan merica hitam secukupnya
- Minyak goreng secukupnya
- Air atau kaldu babi sekitar 1-2 cangkir (sesuai kekentalan)
Cara Memasak
- Campur darah babi dengan setengah cangkir cuka di mangkuk besar. Aduk rata supaya nggak menggumpal, lalu sisihkan.
- Panaskan minyak di panci tebal dengan api sedang. Tumis bawang bombay, bawang putih, dan jahe sampai harum dan layu, sekitar 3-4 menit.
- Masukkan potongan daging babi. Aduk rata sampai daging berubah warna dan keluar lemaknya, kurang lebih 7-10 menit.
- Tambahkan patis dan sisa cuka. Aduk sebentar, lalu biarkan kuah mendidih tanpa kamu aduk selama 5 menit supaya bau tajam cuka hilang.
- Tuang air atau kaldu babi, tambahkan daun salam. Didihkan, lalu kecilkan api. Tutup panci, masak pelan 45-60 menit sampai daging empuk banget.
- Di tahap ini, tuang campuran darah perlahan sambil terus aduk dengan api kecil. Masak lagi 10-15 menit sampai kuah mengental dan darah matang sempurna.
- Selanjutnya, masukkan cabai hijau iris, gula merah, garam, dan merica. Aduk 5 menit terakhir sampai rasa menyatu—kuah harus kental tapi masih bisa mengalir.
- Dengan begitu, matikan api. Biarkan istirahat 5 menit biar rasa lebih dalam. Sajikan panas dengan nasi putih atau puto.
Tips Sukses Memasak Pork Dinuguan
- Campur darah dengan cuka dulu—ini kunci supaya darah nggak menggumpal dan kuah jadi halus creamy.
- Di awal memasak, biarkan cuka mendidih tanpa kamu aduk—setelah itu, rasa asamnya jadi lebih lembut dan tidak terlalu kecut.
- Gunakan api kecil setelah tambah darah—kalau api besar, darah pecah atau jadi kasar. Karena itu, aduk pelan terus.
- Kesalahan umum: tuang darah langsung tanpa campur cuka, hasilnya menggumpal besar. Selalu saring darah segar biar bersih.
- Variasi: tambah jeroan seperti hati, usus, atau paru untuk rasa lebih kaya dan tekstur beragam. Sebaliknya, buat versi ringan pakai daging saja tanpa jeroan.
- Kalau suka sup babi gurih lain, coba resep lechon kami yang renyah luar biasa. Atau langsung intip koleksi resep masakan Asia untuk inspirasi bold flavors lainnya.
Pork dinuguan ini benar-benar membuat orang ketagihan—rasa gurihnya terasa dalam, asamnya segar, pedasnya pas, dan kuah hitamnya yang kental membuat kamu menambah nasi terus. Coba masak akhir pekan ini, cocok buat kumpul keluarga atau makan malam spesial. Sajikan dengan puto kalau sempat, kemudian ceritain di kolom komentar ya—rasanya gimana di rumahmu? Selamat memasak, teman! 🍲🌶️












