Resep Polenta e Osei: Nikmati Polenta dengan Burung Panggang Khas Bergamo, Italia

EROPA120 Dilihat

Halo, pecinta masakan tradisional Italia Utara yang kaya rasa! Sendok Sejagat mengajak kamu langsung bikin Polenta e Osei asli ala Bergamo sendiri. Oleh karena itu, kamu menyajikan polenta kuning lembut dan creamy dalam keadaan panas sebagai alas, lalu kamu menumpuk burung kecil panggang—biasanya puyuh atau burung liar seperti lark—yang kamu bumbui dengan sage, rosemary, bawang putih, serta lardo atau pancetta. Setelah itu, kamu siram dengan sedikit saus dari jus panggangan yang gurih. Hidangan polenta ikonik dan kontroversial ini terus menjadi menu wajib restoran tradisional di Bergamo, Val Seriana, dan perayaan musim gugur Lombardia sejak abad pertengahan, bahkan masyarakat Alpen Italia menjadikannya simbol kuliner pegunungan mereka. Dengan demikian, kamu langsung bawa aroma sage mendidih + polenta hangat dan “questa polenta e osei è un piatto bergamasco autentico, squisito!” ke meja makan rumah.

Kali ini, pertama-tama, kamu mempelajari trik memasak polenta secara perlahan dengan api kecil agar teksturnya lembut tanpa menggumpal, lalu kamu membumbui burung kecil dengan lardo supaya dagingnya tetap juicy dan tidak kering. Selain itu, kami bagikan versi klasik Bergamo dengan burung liar (atau puyuh sebagai pengganti modern) + varian vegetarian dengan jamur porcini. Oleh sebab itu, siapkan polenta kuning 500 g dan burung puyuh segar, lalu kita mulai sekarang juga!

Mengenal Polenta e Osei Lebih Dekat

Polenta e Osei adalah hidangan tradisional khas Bergamo dan sekitarnya di Lombardia, Italia Utara. Nama “osei” berarti “burung kecil” dalam dialek Bergamasco. Tradisi berburu di pegunungan Alpen melahirkan hidangan ini, ketika para pemburu memanggang burung liar kecil seperti lark atau thrush lalu menyajikannya di atas polenta kuning yang lembut. Karena itu, kamu masak polenta creamy, panggang burung dengan rempah, tata di atas polenta. Setelah itu, sajikan panas. Dengan demikian, nonno Bergamo bilang: Polenta e Osei asli wajib polenta kuning kasar (untuk tekstur lembut kental), burung liar segar (atau puyuh sebagai pengganti legal), lardo atau pancetta untuk kelembapan, dan sage + rosemary segar — tidak boleh pakai polenta instan atau burung beku!

Yuk, langsung kita siapkan bahan-bahangannya!

Bahan polenta e osei polenta kuning puyuh lardo sage rosemary bawang putih minyak zaitun

Daftar Bahan Polenta e Osei (untuk 4–6 porsi Bergamo)

Bahan Polenta

  • 500 g polenta kuning kasar (cornmeal bramata)
  • 2 liter air
  • 1 sdt garam
  • 50 g unsalted butter
  • 100 g parmigiano reggiano parut (opsional untuk lebih creamy)

Bahan Burung Panggang (Osei)

  • 12–16 ekor puyuh segar (quail) atau burung kecil lain (sebagai pengganti burung liar tradisional)
  • 100 g lardo atau pancetta iris tipis
  • 8 siung bawang putih geprek
  • 6 tangkai sage segar
  • 4 tangkai rosemary segar
  • 4 sdm minyak zaitun extra virgin
  • Garam + lada hitam secukupnya
  • 100 ml anggur putih kering (opsional untuk deglaze)

Pelengkap Wajib Roti panggang · Jus panggangan dari burung · Salad hijau sederhana · Red wine Valcalepio atau Chianti Classico

Langkah-Langkah Membuat Polenta e Osei (Total ± 1,5–2 jam)

  1. Masak Polenta Lembut Didihkan air + garam di panci besar. Tuang polenta secara perlahan sambil aduk terus dengan whisk supaya tidak menggumpal. Kecilkan api sangat pelan, masak 40–60 menit sambil aduk sesekali (atau gunakan panci tebal untuk mengurangi adukan). Tambah butter + parmigiano parut di menit terakhir, aduk sampai lembut creamy. Matikan api, tutup, diamkan 5 menit.
  2. Siapkan & Bumbui Burung Bersihkan puyuh (buang isi perut jika belum dibersihkan), bilas, keringkan dengan tisu dapur. Taburi garam + lada hitam di dalam dan luar. Masukkan sage + rosemary + bawang putih ke dalam rongga setiap burung. Balut dada burung dengan irisan lardo atau pancetta tipis (untuk menjaga kelembapan).
  3. Panggang Burung Panaskan oven 200 °C. Tata burung di loyang, oles minyak zaitun ringan di atas. Panggang 25–35 menit sampai kulit golden kecokelatan dan daging matang (suhu dalam 74 °C). Opsional: 5 menit terakhir nyalakan grill untuk kulit lebih renyah. Istirahatkan 5 menit, ambil jus panggangan dari loyang.
  4. Sajikan Tuang polenta lembut hangat ke piring saji atau loyang besar. Tata burung panggang di atas polenta. Siram jus panggangan dari loyang di atas burung + polenta.

Penyajian Polenta e Osei

Kamu tata polenta hangat di piring besar, burung panggang rapi di atasnya, siram jus panggangan. Sajikan dengan roti panggang + salad hijau sederhana — garpu ambil polenta lembut → gigit burung juicy + kulit renyah + sage harum → langsung “questa polenta e osei è un piatto bergamasco autentico, squisito!”

Tips Sukses dari Sendok Sejagat

  1. Gunakan polenta bramata kasar = tekstur lembut kental khas Bergamo.
  2. Burung dibalut lardo/pancetta = tetap juicy tidak kering.
  3. Panggang suhu tinggi singkat = kulit renyah daging tetap empuk.
  4. Jus panggangan jangan dibuang = siram ke polenta untuk rasa lebih dalam.

Cara Penyajian & Paduan Menu

Kamu hidangkan sebagai hidangan utama musim gugur, pesta keluarga, atau makan malam spesial. Selain itu, cocok dipadukan dengan Polenta con Fungi dan red wine Valcalepio. Sebagai tambahan, putar musik tradisional Lombardia atau opera Italia pelan. Oleh karena itu, jelajahi juga koleksi lengkap Resep Masakan Eropa kami!

Penutup

Sekarang kamu bisa bikin Polenta e Osei seenak restoran tradisional Bergamo atau Val Seriana langsung dari oven sendiri. Oleh karena itu, panggang burung malam ini — besok malam Lombardia sudah ada di piring, “buon appetito, un piatto da veri bergamaschi!”