Hai, sobat pencinta gorengan manis! Di Sendok Sejagat, kami sering cari camilan yang terasa seperti pesta di mulut, dan Picarones ini langsung jadi favorit setelah kami goreng berkali-kali di dapur. Donat dari ubi kuning dan labu yang renyah garing di luar, lembut fluffy di dalam, disiram sirup chancaca (gula aren) hangat yang manis karamel – setiap gigitan terasa manis alami ubi, gurih renyah, dan aroma kayu manis yang bikin ingin tambah terus. Kami biasa sajikan ini sebagai camilan sore atau dessert akhir pekan, tambah secangkir kopi atau teh hangat yang pas banget. Hidangan ini terasa seperti cerita jalanan dari Peru: adonan fermentasi sederhana, goreng panas, tapi hasilnya bikin orang berkerumun minta tambah. Yuk, kita fermentasi adonan bareng dan panaskan minyak – aroma chancaca yang menguar langsung bikin dapur terasa hidup!
Kami suka bagaimana Picarones ini manis alami dari ubi tanpa terlalu berat, dengan tekstur renyah yang bertahan meski disiram sirup. Selain itu, camilan ini cocok buat yang suka gorengan manis dengan rasa karamel hangat. Setelah berkali-kali goreng dan cicip, kami yakin kamu akan suka keseimbangan manis-renyah yang bikin ingin ulang lagi.
Asal-Usul Picarones
Picarones berasal dari Peru, khususnya wilayah Lima dan daerah pesisir Andes, dan sudah jadi ikon street food sejak era kolonial Spanyol abad ke-17. Hidangan ini lahir dari adaptasi bunuelos Spanyol oleh masyarakat pribumi dan budak Afrika yang manfaatkan ubi dan labu lokal sebagai bahan utama.
Kami pelajari bahwa Picarones berkembang dari tradisi pasar malam Lima, di mana pedagang goreng adonan ubi-labunya segar dan siram dengan chancaca (sirup gula aren) untuk camilan murah meriah. Karena itu, Picarones sering muncul di festival seperti Señor de los Milagros atau pasar malam, dengan aroma goreng yang menguar jauh. Pengaruh Afrika dan pribumi membuat adonan ini pakai fermentasi alami untuk rasa asam segar, sementara Spanyol beri bentuk donat bundar. Di Peru modern, Picarones tetap legendaris di jalanan Lima, sering dijual di gerobak malam dengan sirup chancaca hangat.
Kami di Sendok Sejagat coba versi jalanan Lima ini, dan rasanya seperti duduk di Plaza Mayor sambil dengar musik – renyah manis, hangat, dan penuh cerita pasar malam. Jika kamu suka gorengan manis, coba juga resep buñuelos Spanyol yang kami punya – mirip bentuknya tapi dengan rasa lebih ringan.

Bahan-Bahan untuk Picarones
Kami buat untuk sekitar 20-25 buah picarones (porsi 5-6 orang sebagai camilan).
Untuk adonan:
- 300 gram ubi kuning (kumara), kukus dan haluskan
- 200 gram labu kuning (zapallo), kukus dan haluskan
- 300 gram tepung terigu serbaguna
- 1 sendok makan ragi instan
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok makan gula pasir
- 300-350 ml air hangat (sesuaikan agar adonan lengket tapi bisa dibentuk)
Untuk sirup chancaca:
- 500 gram chancaca (atau gula aren/gula kelapa sisir)
- 500 ml air
- 2 batang kayu manis
- 4 buah cengkeh
- Kulit 1 buah jeruk (opsional untuk aroma)
Siapkan wajan dalam untuk goreng dan panci kecil untuk sirup.
Cara Memasak Picarones
Kami fermentasi adonan dulu, goreng, lalu buat sirup. Total waktu sekitar 2 jam termasuk fermentasi.
- Kukus ubi dan labu sampai empuk, haluskan sampai lembut tanpa gumpal. Dinginkan.
- Campur tepung, ragi, garam, dan gula di mangkuk besar. Tambah ubi-labunya halus.
- Tuang air hangat sedikit demi sedikit. Aduk kuat sampai adonan lengket dan elastis (seperti adonan donat basah).
- Tutup kain lembab, diamkan di tempat hangat 1-1.5 jam sampai mengembang dan berbusa.
- Panaskan minyak banyak di wajan dalam sampai panas (tes dengan tetes adonan, langsung mengembang).
- Basahi tangan dengan air, ambil adonan seukuran bola golf. Bentuk lingkaran dengan lubang tengah menggunakan jari (seperti donat mini).
- Goreng api sedang sampai kecokelatan keemasan (sekitar 3-4 menit per sisi), balik sekali agar matang merata.
- Angkat dan tiriskan di tissue dapur. Rebus chancaca, air, kayu manis, cengkeh, dan kulit jeruk sampai mengental jadi sirup (sekitar 15 menit). Saring.
- Rendam picarones hangat di sirup chancaca 1-2 menit agar meresap. Sajikan hangat.
Dengan begitu, picarones-mu renyah luar dan manis dalam. Kemudian, nikmati selagi hangat untuk tekstur terbaik.
Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat
Tim kami bagikan pengalaman ini dari goreng berkali-kali supaya picarones renyah tanpa kempis.
- Fermentasi cukup 1 jam – terlalu singkat adonan padat, terlalu lama asam berlebih.
- Goreng api sedang – api besar gosong luar mentah dalam, api kecil minyak meresap.
- Bentuk dengan tangan basah – adonan lengket, air bikin mudah dibentuk tanpa tambah tepung.
- Gunakan ubi kuning manis – ubi putih kurang manis, kuning beri rasa karamel alami.
- Untuk variasi, tambah sedikit aniseed di adonan – kami coba, tambah aroma khas Peru.
- Hindari sirup terlalu kental – sirup lengket bikin picarones lembek, cukup sirup agak cair.
- Simpan sisa di wadah kedap; panaskan ulang di oven 150°C 5 menit agar renyah lagi.
- Eksperimen sirup – tambah kulit jeruk lebih banyak untuk aroma citrus segar, versi rumah favorit kami.
Sebaliknya, kalau ingin lebih ringan, kurangi gula di sirup. Namun, versi klasik dengan chancaca manis pekat paling autentik Peru. Jelajahi lebih banyak resep masakan Amerika di koleksi kami untuk inspirasi gorengan manis serupa.
Yuk, beli ubi kuning segar dan goreng Picarones ini sore ini! Kami di Sendok Sejagat percaya, camilan seperti ini bikin hari lebih manis dan berbagi. Setelah coba, ceritain dong renyahnya – mungkin bentuk donatmu lebih sempurna dari kami. Selamat menggoreng, dan nikmati setiap gigitan yang penuh cerita Peru!







