Hai, teman-teman yang kangen cita rasa Palembang! Di Sendok Sejagat, kami selalu senang mengajak kamu bereksperimen dengan variasi pempek yang jarang orang buat di rumah. Bayangkan kamu menggigit potongan pempek lembut yang berpadu dengan telur, mencium aroma daun bawang segar, lalu menyiramnya dengan cuko asam manis pedas yang membuat kamu terus ingin menambah. Orang mengenal hidangan ini sebagai Pempek Lenggang, saudara pempek yang terasa lebih ringan dan menawarkan tekstur fluffy di bagian dalam. Hidangan ini terasa spesial, seperti camilan sore yang bikin suasana rumah jadi ramai. Yuk, kita buat bareng versi autentik tapi praktis. Kami menjamin setelah kamu mencobanya sekali, kamu akan menambah stok adonan di freezer!
Asal-usul Pempek Lenggang Khas Palembang
Seorang pedagang bernama Mak Lenggang memperkenalkan pempek lenggang di Palembang pada awal abad ke-20 ketika ia ingin menghadirkan variasi dari pempek biasa. Ia mencampur adonan pempek mentah dengan telur bebek segar, lalu membungkusnya dengan daun pisang dan memanggangnya di atas bara—cara ini membuat tekstur lebih lembut dan aroma harum terbakar. Warga Palembang kemudian menyukai hidangan ini karena mereka bisa membuatnya dengan lebih mudah dan menyajikannya saat bulan puasa atau arisan keluarga. Tidak seperti pembuat pempek lenjer yang merebus adonan dalam waktu lama, pembuat lenggang membentuk adonan pipih lalu memanggang atau menggorengnya untuk menciptakan permukaan yang garing dan renyah. Kami di tim Sendok Sejagat pernah nyobain langsung di pasar tradisional Palembang—aroma daun pisang bakar dan telur gorengnya masih terngiang!

Bahan-bahan yang Kamu Butuhkan
Untuk adonan pempek lenggang (sekitar 8-10 potong):
- 400 gram daging ikan tenggiri giling (pilih segar agar tidak amis)
- 250 gram tepung tapioka (atau campur sedikit sagu untuk tekstur lebih kenyal)
- 4 butir telur bebek (atau telur ayam kampung untuk rasa lebih kaya)
- Siapkan sekitar 150–200 ml air es, atau kamu bisa menghancurkan es batu lalu memakainya
- 2 batang daun bawang, iris halus
- 1 ½ sendok teh garam
- ½ sendok teh kaldu bubuk (opsional)
- ¼ sendok teh merica bubuk
- Daun pisang secukupnya untuk membungkus (atau loyang anti lengket kalau tidak ada daun)
Untuk cuko pempek klasik:
- 300 gram gula merah, sisir halus
- 500 ml air
- 5 siung bawang putih, haluskan
- 10 cabai rawit merah, haluskan (sesuaikan pedas)
- 2 sendok makan ebi kering, rendam lalu haluskan
- 3 sendok makan cuka masak
- Garam secukupnya
Pelengkap sajian:
- Timun, iris korek api
- Bawang goreng
- Ebi kering sangrai (opsional)
Cara Memasak Pempek Lenggang
- Campur daging ikan tenggiri giling dengan garam, kaldu bubuk, dan merica. Aduk kuat sampai lengket.
- Tambahkan air es sedikit demi sedikit sambil kamu terus mengaduk supaya kamu menghasilkan adonan yang halus dan kenyal
- Masukkan tepung tapioka perlahan sambil uleni sampai adonan tidak lengket di tangan.
- Pecahkan 2 butir telur bebek ke adonan utama. Aduk rata, lalu masukkan daun bawang iris. Sisihkan.
- Kocok lepas 2 butir telur bebek sisanya dengan sedikit garam. Campurkan ke adonan pempek supaya lebih fluffy.
- Siapkan daun pisang, olesi sedikit minyak. Tuang adonan setebal 2-3 cm, bentuk kotak atau persegi panjang.
- Bungkus rapat dengan daun pisang, ikat kedua ujungnya. Kalau tidak pakai daun, tuang ke loyang anti lengket.
- Panaskan panggangan atau oven suhu 180°C. Panggang selama 25-35 menit sampai matang dan permukaan kecokelatan (atau goreng di teflon dengan sedikit minyak kalau ingin versi cepat).
- Angkat, buka bungkusan, potong-potong sesuai selera.
- Rebus gula merah dengan air sampai larut. Tambahkan bawang putih, cabai, ebi halus, garam, dan cuka. Didihkan sebentar, saring, dinginkan. Sajikan lenggang dengan cuko, timun, dan bawang goreng.
Tips Sukses Membuat Pempek Lenggang di Rumah
- Gunakan air es super dingin saat mencampur adonan—ini rahasia supaya pempek kenyal dan tidak alot setelah dipanggang.
- Jangan terlalu banyak telur di adonan utama; cukup 2 butir untuk campuran, sisanya kocok terpisah agar tekstur fluffy tapi tetap padat.
- Panggang dengan api sedang atau oven stabil—kalau terlalu panas, luar gosong dalam mentah.
- Untuk variasi, tambahkan sedikit bawang goreng di adonan atau buat versi goreng teflon kalau tidak punya oven—rasanya tetap enak!
- Simpan adonan mentah di freezer kalau tidak langsung dipanggang—tahan hingga 1 bulan, tinggal cairkan dan panggang.
- Buat cuko lebih banyak—simpan di kulkas tahan seminggu, cocok untuk stok camilan mendadak.
Kalau kamu suka pempek variasi seperti ini, coba juga resep pempek khas Palembang yang punya kejutan telur di dalamnya. Atau jelajahi lebih banyak resep masakan Nusantara di koleksi Sendok Sejagat.
Sudah siap bikin pempek lenggang sendiri di dapur? Resep ini lebih mudah dari pempek lenjer biasa, tapi hasilnya sama-sama bikin kagum keluarga. Kami di Sendok Sejagat sering masak ini saat kangen Palembang—aroma daun pisang bakar dan cuko pedasnya langsung bawa suasana pasar tradisional. Yuk, mulai uleni adonan sekarang, panggang pelan, dan nikmati kelezatannya. Ceritakan ke kami ya kalau sudah berhasil—kami tunggu foto dan cerita kamu!












