Halo, teman-teman pencinta hidangan tradisional! Di Sendok Sejagat, kami suka sekali makanan sederhana yang punya cerita mendalam, dan Panta Ilish ini langsung bikin kami kagum setelah coba masak untuk sarapan akhir pekan. Nasi yang difermentasi semalam jadi segar asam ringan, disandingkan ikan hilsa goreng renyah di luar empuk di dalam, dengan rasa gurih pedas dari cabai dan bawang yang bikin lidah bergoyang – setiap suap terasa seperti angin pagi di desa Bangladesh. Kami sering sajikan ini dengan bhorta kentang atau bawang goreng, dan sensasi dingin nasi fermentasi dengan panas ikan goreng bikin kombinasi sempurna. Hidangan ini seperti pelukan dari budaya Benggali: bahan murah, proses mudah, tapi rasa autentiknya bikin ingin ulang terus. Yuk, kita masak nasi semalam bareng dan goreng ikan pagi ini – pasti proses fermentasinya bikin kamu penasaran dengan hasil akhir yang segar!
Kami notice, kunci segarnya ada di fermentasi nasi yang pas dan ikan goreng tepat waktu. Selain itu, Panta Ilish cocok buat sarapan ringan atau menu spesial Pohela Boishakh. Setelah nyoba beberapa kali, kami yakin kamu akan suka sensasi asam manis yang seimbang.
Asal-Usul Panta Ilish
Panta Ilish berasal dari Bangladesh dan Bengal Timur, hidangan ikonik yang lahir dari tradisi pedesaan untuk manfaatkan nasi sisa tanpa buang-buang. Panta Bhat – nasi matang yang direndam air semalam – jadi makanan harian petani karena dingin dan menyegarkan di musim panas, sementara Ilish (hilsa fish) goreng tambah protein murah dari sungai Ganges.
Kami pelajari bahwa kombinasi ini jadi simbol Pohela Boishakh – Tahun Baru Benggali – sejak 1980-an, ketika orang kota mulai adopsi sebagai tradisi nostalgia. Karena itu, Panta Ilish sering muncul di meja sarapan 14 April, disertai bhorta (mashed sayur), bawang mentah, cabai hijau, dan garam. Pengaruh pedesaan membuat hidangan ini sederhana: nasi fermentasi beri rasa asam segar alami, ikan goreng beri gurih renyah. Di Bangladesh modern, ini jadi hidangan nasional, sering disajikan dengan shutki (ikan asin kering) atau achar untuk variasi.
Kami di Sendok Sejagat coba versi autentik ini, dan rasanya seperti duduk di desa Bengal – segar, sederhana, dan penuh cerita musim panen. Jika kamu suka nasi fermentasi, coba juga resep nasi liwet Solo yang kami punya – mirip harumnya tapi dengan lauk berbeda.

Bahan-Bahan untuk Panta Ilish
Kami siapkan untuk 4 porsi, fokus pada nasi fermentasi dan ikan goreng dengan pelengkap sederhana.
Untuk Panta Bhat (nasi fermentasi):
- 500 gram beras (gunakan beras parboiled atau biasa, masak seperti nasi biasa)
- Air dingin secukupnya untuk rendam (sekitar 1-1.5 liter)
Untuk Ilish Bhaja (ikan hilsa goreng):
- 4-6 potong ikan hilsa segar (atau ikan patin/kembung jika sulit dapat)
- 1 sendok teh bubuk kunyit
- 1-2 sendok teh bubuk cabai merah (sesuaikan pedas)
- Garam secukupnya
- Minyak goreng secukupnya untuk goreng
Pelengkap:
- Bawang merah iris tipis
- Cabai hijau segar iris
- Garam kasar
- Irisan jeruk nipis
- Opsional: bhorta kentang (kentang rebus halus dengan cabai, mustard oil, garam)
Siapkan mangkuk besar untuk rendam nasi dan wajan untuk goreng ikan.
Cara Memasak Panta Ilish
Kami buat nasi fermentasi semalam, lalu goreng ikan pagi hari. Total waktu aktif sekitar 30 menit.
- Masak beras seperti biasa sampai matang. Dinginkan sepenuhnya (sekitar 3-4 jam).
- Tuang air dingin ke nasi matang sampai nasi terendam 2-3 cm di atas permukaan. Diamkan di suhu ruang semalam (8-12 jam) agar fermentasi ringan dan asam segar.
- Pagi hari, tiriskan air berlebih jika perlu. Tambah garam secukupnya, aduk rata. Siapkan bawang merah iris, cabai hijau, dan jeruk nipis di samping.
- Bersihkan ikan hilsa, lumuri kunyit, bubuk cabai, dan garam. Diamkan 10-15 menit agar bumbu meresap.
- Panaskan minyak banyak di wajan hingga panas. Goreng ikan api sedang sampai kedua sisi kecokelatan renyah (sekitar 4-5 menit per sisi).
- Angkat ikan, tiriskan minyak di tissue dapur.
- Sajikan panta bhat dingin di mangkuk atau piring. Letakkan ikan goreng di atas, tambah bawang iris, cabai hijau, jeruk nipis peras, dan garam ekstra jika perlu.
Dengan begitu, nasi fermentasi segar dan ikan goreng renyah sempurna. Kemudian, nikmati dingin untuk rasa autentik Bangladesh.
Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat
Tim kami bagikan pengalaman ini dari masak berkali-kali supaya hasil segar tanpa amis.
- Gunakan beras sisa kemarin – nasi baru fermentasi kurang asam, nasi lama beri rasa lebih dalam.
- Rendam semalam di suhu ruang – jangan kulkas, agar fermentasi alami terjadi dan rasa asam segar.
- Goreng ikan api sedang – tinggi gosong luar tapi dalam mentah, rendah minyak meresap.
- Lumuri ikan tipis – terlalu banyak bumbu bikin pahit, cukup kunyit dan cabai untuk warna dan pedas.
- Untuk variasi, tambah bhorta bawang atau kentang – kami suka tambah mashed potato pedas untuk tekstur creamy.
- Hindari rendam terlalu lama – lebih dari 12 jam bisa terlalu asam, cicip pagi hari.
- Simpan nasi fermentasi di kulkas 1-2 hari; panaskan ulang ikan di oven rendah agar renyah lagi.
- Eksperimen ikan – kalau hilsa sulit, ganti patin atau kembung, rasa tetap gurih tapi lebih mudah.
Sebaliknya, kalau ingin lebih ringan, kurangi cabai. Namun, versi klasik dengan pedas sedang paling autentik Pohela Boishakh. Jelajahi lebih banyak resep masakan Asia di koleksi kami untuk inspirasi hidangan segar serupa.
Yuk, masak nasi semalam dan goreng ikan pagi ini! Kami di Sendok Sejagat percaya, hidangan sederhana seperti Panta Ilish bikin hari lebih bermakna dan segar. Setelah coba, ceritain dong rasa fermentasinya – mungkin level asammu lebih pas dari kami. Selamat memasak, dan nikmati setiap suap yang penuh cerita Bangladesh!






