Hai, teman yang suka petualangan rasa Asia Tenggara! Di Sendok Sejagat, kami senang sekali mengajak kamu menyelami masakan yang jarang terjamah tapi penuh kejutan. Bayangkan kamu menyendok sup kental beraroma kayu pedas, daging empuk yang meleleh, ditambah sayuran segar dan rasa numbing ringan di lidah—ini Or Lam, hidangan ikonik dari Luang Prabang. Sup ini terasa seperti pelukan hangat di malam dingin pegunungan Laos. Yuk, kita coba versi rumah yang autentik tapi mudah diadaptasi. Dijamin, setelah satu suap, kamu langsung ingin masak lagi!
Asal-usul Or Lam Khas Laos
Or Lam berasal dari Luang Prabang, kota bersejarah di utara Laos yang kaya warisan budaya. Hidangan ini sudah ada sejak sebelum abad ke-17, awalnya menggunakan daging rusa atau kerbau liar yang dimasak lambat dengan rempah hutan. Nama “or lam” menggambarkan cara memasaknya: “or” berarti merebus pelan, dan “lam” merujuk pada rasa pedas dari mai sakhaan (kayu cabai liar). Dulu, raja-raja Luang Prabang menyantapnya sebagai makanan istimewa, tapi sekarang jadi hidangan rakyat sehari-hari. Kami di tim Sendok Sejagat pernah mencicipi Or Lam asli di pasar malam Luang Prabang—rasa numbing dari kayu cabai dan aroma dill segar langsung bikin terkesan!

Bahan-bahan yang Kamu Butuhkan
Untuk 4-6 porsi:
- 600 gram daging sapi (chuck atau iga pendek), potong dadu sedang
- 200 gram kulit sapi atau kulit kerbau (opsional, untuk tekstur kenyal; bisa ganti jamur lebih banyak kalau tidak ada)
- 1/3 gelas beras ketan kering (rendam air hangat 1 jam)
- 1 batang serai (panggang sebentar lalu cuci)
- 2 cm lengkuas segar
- 3 siung bawang merah kecil
- 3-5 cabai rawit (sesuaikan pedas)
- 15 potong mai sakhaan (kayu cabai Laos; kalau sulit, ganti 1 sdt lada hitam kasar + sedikit cabai bubuk ekstra)
- 2 gelas jamur kuping hitam kering (rendam dan iris)
- 1 gelas jamur tiram atau jamur lain
- 6 buah terong bulat kecil (Thai eggplant), potong empat
- 6 batang kacang panjang, potong 5 cm
- Segenggam daun kemangi Laos atau lemon basil
- Segenggam daun dill segar (atau adas manis)
- 2 sendok makan padaek (fermented fish sauce Laos; ganti fish sauce biasa kalau tidak ada)
- 1 sendok makan kecap ikan
- Garam, gula, dan merica secukupnya
- 7 gelas air
- Minyak goreng secukupnya
Pelengkap:
- Nasi ketan hangat
- Jeruk nipis segar untuk perasan
Cara Memasak Or Lam
- Rendam beras ketan dalam air hangat selama 1 jam. Tiriskan, lalu haluskan dengan sedikit air jadi pasta lengket. Sisihkan.
- Panggang serai sebentar di api terbuka atau wajan kering sampai harum. Cuci bersih lalu memarkan.
- Haluskan serai dalam, cabai rawit, lengkuas, dan bawang merah jadi bumbu aromatik. Sisihkan.
- Panaskan minyak di panci besar dengan api sedang. Tumis bumbu aromatik sampai harum dan mengeluarkan minyak.
- Masukkan potongan daging sapi. Aduk sampai daging berubah warna dan keluar airnya.
- Tambahkan kulit sapi (jika pakai), mai sakhaan, serai panggang, dan air. Didihkan, kemudian kecilkan api. Rebus pelan selama 1-1,5 jam sampai daging empuk.
- Masukkan pasta beras ketan. Aduk rata supaya kuah mengental alami. Biarkan mendidih pelan 10 menit.
- Tambahkan jamur kuping, jamur tiram, terong bulat, dan kacang panjang. Masak lagi 10-15 menit sampai sayuran empuk tapi tidak hancur.
- Tuang padaek, kecap ikan, garam, gula, dan merica. Aduk sebentar. Matikan api.
- Taburkan daun kemangi Laos, lemon basil, dan dill segar. Aduk pelan. Sajikan panas dengan nasi ketan dan perasan jeruk nipis.
Tips Sukses Membuat Or Lam di Rumah
- Rebus daging dengan api kecil lama-lama—ini kunci supaya daging empuk dan kuah kaya rasa tanpa tambah penyedap banyak.
- Mai sakhaan sulit didapat di luar Laos; gunakan lada hitam kasar lebih banyak untuk efek numbing mirip, tapi jangan berlebihan.
- Jangan masak sayuran terlalu lama—terong dan kacang panjang harus tetap punya tekstur renyah supaya kontras dengan kuah kental.
- Untuk variasi, ganti daging sapi dengan ayam kampung atau babi—rasanya tetap autentik dan lebih mudah didapat.
- Tambahkan sedikit daun jeruk purut kalau ingin aroma lebih segar, meski bukan bahan tradisional.
- Simpan sisa Or Lam di kulkas—rasanya makin mantap besok harinya karena rempah meresap sempurna.
Kalau kamu suka sup berempah kental seperti ini, coba juga resep gulai ayam khas Minang yang punya vibe hangat serupa. Atau jelajahi lebih banyak resep masakan Asia di koleksi Sendok Sejagat.
Sudah siap bawa sedikit rasa Luang Prabang ke dapur kamu? Or Lam ini memang butuh waktu rebus pelan, tapi hasilnya luar biasa memuaskan—kuahnya kaya, dagingnya empuk, dan rempahnya bikin lidah bergoyang. Kami di Sendok Sejagat sering masak ini saat ingin sesuatu yang berbeda dari masakan sehari-hari. Yuk, nyalakan kompor sekarang, biarkan aroma rempah memenuhi rumah, dan nikmati momen makan bersama. Ceritakan ke kami ya kalau sudah berhasil—kami penasaran banget dengan versi kamu!











