Resep Nom Banh Chok Khas Kamboja: Mie Berkuah Santan Ikan yang Segar dan Harum

ASIA108 Dilihat

Hai, teman-teman dapur! Di Sendok Sejagat, kami selalu senang mencoba hidangan dari negara tetangga yang punya rasa begitu unik. Kali ini, kami ajak kamu bikin Nom Banh Chok, hidangan mie khas Kamboja yang sering jadi sarapan favorit di sana. Bayangkan mie beras segar disiram kuah santan ikan berwarna kuning kehijauan, penuh aroma rempah segar seperti serai dan kunyit, lalu ditumpuk sayur mentah renyah plus daun-daun harum. Rasanya earthy, creamy, sedikit umami dari fermentasi, dan super menyegarkan di pagi hari.

Kami sudah beberapa kali eksperimen di dapur Sendok Sejagat, dan hasilnya selalu bikin nagih. Kuahnya kental tapi ringan, bukan seperti kari berat. Cocok banget buat kamu yang ingin coba sesuatu berbeda dari mie ayam atau soto biasa. Yuk, kita mulai masak bareng!

Asal-usul Nom Banh Chok, Hidangan Sehari-hari Orang Khmer

Nom Banh Chok, atau sering disebut Khmer noodles, merupakan salah satu ikon kuliner Kamboja. Hidangan ini sudah ada sejak lama dan jadi makanan sehari-hari, terutama sarapan di pasar-pasar tradisional. Nama “banh chok” sendiri berarti “mie yang memberi makan” dalam bahasa Khmer, mencerminkan betapa sederhana tapi menghibur perutnya.

Orang Kamboja biasanya pakai mie beras segar yang sedikit difermentasi ringan, sehingga punya tekstur kenyal unik. Kuahnya berbasis ikan air tawar seperti lele atau ikan gabus, dicampur santan dan pasta rempah khas bernama kroeung. Sayurannya selalu segar dan beragam, termasuk bunga pisang, kacang panjang, mentimun, dan daun kemangi liar. Di Kamboja, hidangan ini sering disajikan dengan sentuhan estetika alam—ada bunga edible yang bikin tampilannya cantik. Kami suka bagian ini karena terasa autentik dan dekat dengan alam.

Bahan-bahan segar untuk membuat resep Nom Banh Chok: fillet ikan nila, santan kental, serai, kunyit, daun jeruk purut, dan sayuran topping

Bahan-bahan untuk Nom Banh Chok (untuk 4 porsi)

Untuk kuah ikan santan:

  • 500 gram fillet ikan air tawar (seperti lele, nila, atau patin—kami pakai nila karena mudah didapat)
  • 400 ml santan kental
  • 1 liter air (atau kaldu ikan kalau mau lebih gurih)
  • 3 batang serai, memarkan
  • 4 siung bawang putih
  • 1 ruas jahe (sekitar 3 cm), kupas
  • 1 ruas lengkuas (sekitar 3 cm), memarkan
  • 1 ruas kunyit segar (atau 2 sdt bubuk kunyit)
  • 6 lembar daun jeruk purut, sobek-sobek
  • 2 sdm kecap ikan
  • 1 sdm gula aren (atau gula pasir)
  • 1 sdt garam (sesuaikan selera)
  • Opsional: 1 sdm prahok atau terasi fermentasi untuk umami autentik (kalau tidak ada, skip saja)

Untuk mie dan topping:

  • 400-500 gram mie beras segar (atau bihun beras kering yang direbus)
  • 200 gram kacang panjang, potong 5 cm
  • 1 buah mentimun, iris tipis
  • 1 genggam tauge
  • Bunga pisang muda (atau daun selada), iris halus
  • Segenggam daun kemangi, daun mint, atau daun jeruk purut iris tipis
  • Jeruk nipis secukupnya untuk perasan
  • Cabe rawit iris (opsional, kalau suka pedas)

Cara Memasak Nom Banh Chok Langkah demi Langkah

  1. Rebus ikan dalam 1 liter air bersama serai memarkan, lengkuas, dan daun jeruk purut selama 10-15 menit sampai ikan matang dan empuk.
  2. Angkat ikan, sisihkan kaldu rebusannya. Suwir atau haluskan ikan dengan garpu (atau blender kasar) sampai jadi pasta lembut.
  3. Haluskan bawang putih, kunyit, jahe, dan serai bagian dalam menjadi pasta kroeung (gunakan blender atau ulekan).
  4. Tumis pasta kroeung dalam sedikit minyak sampai harum dan berubah warna lebih gelap, sekitar 5 menit.
  5. Masukkan pasta ikan halus ke tumisan, aduk rata selama 2-3 menit agar bumbu meresap.
  6. Tuang kembali kaldu rebusan ikan, tambahkan santan, kecap ikan, gula aren, dan garam. Aduk, lalu didihkan dengan api kecil selama 15-20 menit sampai kuah mengental dan rasa menyatu. Cicipi dan koreksi rasa.
  7. Rebus mie beras sesuai petunjuk kemasan (biasanya 2-3 menit), tiriskan, lalu bilas air dingin agar tidak lengket.
  8. Siapkan mangkuk: taruh mie di dasar, siram kuah panas secukupnya, lalu tambahkan sayur mentah dan daun-daun harum di atasnya.
  9. Peras jeruk nipis segar di atas hidangan sebelum dimakan untuk tambah kesegaran.

Tips Sukses Membuat Nom Banh Chok di Rumah

  • Gunakan ikan segar air tawar agar kuah tidak amis; kalau ragu, tambahkan sedikit jahe ekstra saat merebus.
  • Jangan terlalu lama merebus santan agar tidak pecah—api kecil dan aduk sesekali adalah kuncinya.
  • Sayur topping harus segar dan renyah; potong tipis-tipis supaya mudah tercampur dengan kuah.
  • Kalau tidak punya prahok, ganti dengan sedikit terasi bakar untuk rasa umami serupa.
  • Variasi: Coba ganti ikan dengan ayam suwir untuk versi non-seafood, atau buat versi vegan pakai jamur dan kaldu sayur.
  • Untuk rasa lebih autentik, tambahkan sedikit kacang tanah goreng tumbuk di kuah—kami sering lakukan ini dan hasilnya lebih kaya tekstur.
  • Sajikan segera setelah dirakit agar mie tidak lembek dan sayur tetap crisp.

Kalau kamu suka hidangan berkuah segar seperti ini, coba juga resep soto mie khas Indonesia kami yang punya vibe serupa tapi rasa lokal. Atau jelajahi lebih banyak resep masakan Asia di Sendok Sejagat untuk inspirasi harian.

Yuk, langsung ke dapur dan coba resep ini akhir pekan nanti! Bagikan hasil fotonya kalau sudah jadi, kami penasaran banget rasanya di tempatmu. Selamat memasak, teman—semoga kuahnya bikin kamu ketagihan seperti kami!