Resep Nasi Katok Khas Brunei: Nasi Ayam Pedas yang Simpel tapi Bikin Ketagihan

Halo, teman yang suka masakan cepat saji tapi punya rasa dalam! Di Sendok Sejagat, kami senang sekali mengajak kamu mencoba hidangan sehari-hari dari negara tetangga yang terasa familiar tapi punya karakter sendiri. Bayangkan kamu membuka bungkusan styrofoam atau daun pisang, kemudian kamu mencium aroma sambal pedas manis yang kuat. Kamu melihat nasi hangat dengan potongan ayam goreng renyah yang tetap juicy, kemudian kamu menambahkan telur mata sapi setengah matang. Orang menyebut hidangan ini Nasi Katok, makanan ikonik Brunei yang mengenyangkan perut dan pastinya menyenangkan hati. Yuk, kita buat versi rumah yang mudah, murah, dan tentu saja rasanya hampir mirip warung pinggir jalan di Bandar Seri Begawan. Kami menjamin sekali kamu memasaknya, kamu akan menjadikannya menu andalan keluarga!

Asal-usul Nasi Katok Khas Brunei

Nasi Katok lahir sebagai makanan rakyat di Brunei sekitar tahun 1980-an, tepatnya dari warung kecil di Kampong Ayer dan juga daerah pinggiran Bandar Seri Begawan. Pedagang mengambil nama “Katok” dari kata Melayu Brunei yang berarti “ketuk” atau “pukul”. Mereka dulu mengetuk mangkuk stainless untuk memanggil pembeli. Hidangan ini diciptakan untuk pekerja, pelajar, dan sopir taksi yang butuh makan cepat, murah, dan pastinya mengenyangkan. Komposisinya sederhana: nasi, ayam goreng, telur, dan juga sambal pedas—tapi justru kesederhanaan inilah yang membuatnya legendaris. Sekarang, banyak pemilik kedai cepat saji di Brunei menjual nasi katok, bahkan mereka menawarkan versi premium dengan tambahan daging atau seafood. Kami di tim Sendok Sejagat pernah mencicipinya langsung di warung legendaris di Gadong, kemudian sambalnya yang manis pedas membuat kami terus ingin menambah.

Bahan resep nasi katok Brunei: potongan ayam dengan kulit, nasi putih, telur, cabai merah, bawang merah, bawang putih, tomat, gula merah, kecap asin, kecap manis, dan rempah-rempah

Bahan-bahan yang Kamu Butuhkan

Untuk 4 porsi:

  • 4 potong paha atau dada ayam (dengan kulit, potong sedang)
  • 600 gram nasi putih hangat (lebih enak pakai nasi baru matang)
  • 4 butir telur ayam kampung atau telur bebek (untuk mata sapi setengah matang)
  • Minyak goreng banyak untuk menggoreng

Untuk marinasi ayam:

  • 2 sendok makan kecap asin
  • 1 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok teh bubuk kunyit
  • 1 sendok teh bubuk cabe (atau cabai bubuk)
  • ½ sendok teh bubuk jintan
  • ½ sendok teh bubuk ketumbar
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • 1 sendok teh garam
  • ½ sendok teh merica bubuk

Bahan sambal katok pedas manis:

  • 10-15 cabai merah keriting (sesuaikan pedas)
  • 5 cabai rawit merah (opsional, untuk ekstra panas)
  • 8 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 2 buah tomat merah sedang
  • 3 sendok makan gula merah sisir
  • 1 sendok makan gula pasir
  • 2 sendok makan cuka masak atau air asam jawa
  • Garam secukupnya
  • 3 sendok makan minyak goreng

Pelengkap:

  • Timun iris tipis
  • Daun selada atau kol iris (opsional)

Cara Memasak Nasi Katok

  1. Campur semua bahan marinasi dalam mangkuk besar. Masukkan potongan ayam, lumuri rata. Diamkan minimal 30 menit (lebih baik 1-2 jam di kulkas).
  2. Haluskan cabai, bawang merah, bawang putih, dan juga tomat untuk sambal. Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum dan matang, sekitar 8-10 menit.
  3. Tambahkan gula merah, gula pasir, cuka, dan garam ke tumisan sambal. Aduk sampai gula larut dan sambal mengental. Matikan api, sisihkan.
  4. Panaskan minyak banyak di wajan dalam dengan api sedang-tinggi. Goreng ayam yang sudah dimarinasi sampai kecokelatan dan matang sempurna, sekitar 10-12 menit. Angkat, tiriskan.
  5. Di wajan yang sama (buang minyak berlebih), pecahkan telur satu per satu. Goreng telur dan pertahankan kuningnya tetap lembut. Angkat.
  6. Siapkan piring atau bungkus daun pisang/styrofoam. Taruh nasi hangat sebagai alas.
  7. Letakkan potongan ayam goreng di atas nasi. Tambahkan telur mata sapi di samping atau di atas ayam.
  8. Siram sambal pedas manis secukupnya di atas ayam dan juga telur. Tambahkan irisan timun segar di samping.
  9. Hidangkan segera ketika masih panas supaya kamu menjaga kerenyahan ayam dan kelembutan telur.

Tips Sukses Membuat Nasi Katok di Rumah

  • Marinasi ayam semalaman kalau bisa—rasa akan lebih meresap dan ayam lebih empuk.
  • Goreng ayam dengan minyak panas tapi tidak terlalu tinggi—supaya kulit garing tanpa gosong dan dalam tetap juicy.
  • Buat sambal lebih banyak—simpan di kulkas tahan 1 minggu, cocok untuk stok lauk cepat.
  • Untuk variasi, ganti ayam dengan ikan bilis goreng kering (versi klasik Brunei) atau tambah sosis goreng untuk versi anak-anak.
  • Jika kamu menyukai rasa lebih pedas, tambahkan belacan atau terasi ketika kamu menumis sambal, kemudian biarkan aromanya memenuhi dapur.
  • Masak nasi baru dengan tekstur agak lengket supaya kamu membantu sambal meresap lebih baik.

Kalau kamu suka masakan satu piring yang simpel tapi kaya rasa seperti ini, coba juga resep nasi ayam penyet khas Indonesia yang punya vibe serupa. Atau jelajahi lebih banyak resep masakan Asia di koleksi Sendok Sejagat.

Sudah siap bikin nasi katok di dapur kamu? Hidangan ini super cepat, bahannya mudah didapat, dan pastinya hasilnya selalu bikin orang minta tambah. Kami di Sendok Sejagat sering masak ini saat ingin makan enak tanpa ribet—rasa pedas manisnya langsung bawa suasana Brunei ke meja makan. Yuk, mulai marinasi ayam sekarang, goreng sambil nyanyi, dan nikmati kelezatannya. Ceritakan ke kami ya kalau sudah coba—kami penasaran banget dengan level pedas versi kamu!