Hai, teman dapur! Bayangkan kamu duduk di pinggir jalan Batam sambil menyeruput mie hangat dengan kuah kental yang langsung meluncur lembut di lidah. Itulah sensasi mie lendir khas Batam yang selalu bikin kami di Sendok Sejagat balik lagi. Kuahnya gurih manis, ada aroma ebi yang khas, dan tekstur lendir yang bikin nagih tanpa terasa aneh. Hari ini kita buat versi rumahan yang sama enaknya. Bahan-bahannya sederhana, langkahnya santai, dan hasilnya pasti bikin kamu bilang, “Wah, ini dia!” Yuk, kita masak bareng.
Asal Usul Mie Lendir Khas Batam
Mie lendir lahir dari tangan seorang pedagang Jawa bernama Sailun yang berjualan keliling di Kepulauan Riau. Hidangan ini cepat menjadi favorit karena kuahnya yang kental dan berwarna kecokelatan. Orang Batam menyebutnya “lendir” karena tekstur kuah yang halus dan licin, tapi tetap ringan di mulut. Campuran ubi jalar dan kacang tanah jadi rahasia utama. Selain itu, pengaruh Melayu dan Cina membuatnya unik, mirip kuah sate padang tapi dengan sentuhan laut yang segar. Karena itu, resep mie lendir ini selalu jadi ikon kuliner Batam yang wajib kamu coba di rumah.

Bahan-Bahan untuk 4 Porsi
Kamu siapkan dulu semua bahan supaya proses memasak mengalir lancar.
- 300 gram mie kuning basah atau mie lidi kering
- 200 gram ubi jalar (1 buah ukuran sedang)
- 100 gram kacang tanah goreng
- 50 gram ebi kering (sangrai dulu)
- 5 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 10 gram cabai keriting (sesuaikan pedasnya)
- 1 sdm tauco
- 1½ potong gula aren, sisir halus
- 3 lembar daun salam
- 4 lembar daun jeruk
- 1.2 liter air (atau kaldu udang kalau ada)
- 3 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
- 2 sdm kecap manis
- Garam, gula pasir, dan kaldu bubuk secukupnya
Pelengkap
- Segenggam tauge, rebus sebentar
- 4 butir telur rebus, belah dua
- Bawang goreng dan seledri iris secukupnya
- Cabai rawit iris untuk sambal
Langkah-Langkah Memasak
- Kamu kukus ubi jalar hingga empuk, lalu haluskan dengan garpu atau blender. Sisihkan.
- Sangrai ebi hingga harum, kemudian haluskan bersama kacang tanah goreng.
- Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai keriting, dan tauco hingga halus benar.
- Panaskan wajan, tumis bumbu halus bersama daun salam dan daun jeruk. Aduk terus hingga harum dan matang.
- Masukkan ubi jalar halus, kacang tanah halus, dan ebi halus. Aduk rata supaya semua menyatu.
- Tuang air atau kaldu, tambahkan gula aren, kecap manis, garam, gula pasir, dan kaldu bubuk. Didihkan sambil sesekali aduk.
- Setelah mendidih, tuang larutan maizena sambil terus diaduk. Biarkan kuah mengental perlahan hingga tekstur lendir yang pas.
- Rebus mie kuning hingga matang tapi tetap kenyal, tiriskan. Rebus juga tauge sebentar.
- Tata mie dan tauge di mangkuk saji, siram kuah panas, tambahkan telur rebus, bawang goreng, seledri, dan cabai rawit.
Tips Sukses dan Variasi Resep Mie Lendir
- Haluskan ubi dan kacang sehalus mungkin agar kuah tidak bergerindil dan lendirnya benar-benar lembut.
- Jangan terlalu lama merebus mie supaya tetap kenyal saat disiram kuah panas.
- Kalau kuah terlalu kental, tambah sedikit air panas sambil aduk di tahap akhir.
- Untuk versi lebih gurih, ganti air biasa dengan kaldu udang dari kepala udang yang kamu tumis dulu.
- Mau pedas nendang? Tambahkan cabai rawit saat menghaluskan bumbu atau sajikan sambal terpisah.
- Variasi vegetarian: skip ebi dan tauco, ganti dengan jamur kering yang kamu sangrai.
- Simpan kuah di kulkas maksimal 2 hari; panaskan lagi dengan sedikit air agar tekstur lendirnya kembali.
- Kalau kamu suka kuah kental berempah seperti ini, pasti kamu juga akan jatuh cinta dengan resep sate padang autentik yang pernah kita share.
- Sajikan segera setelah disiram supaya mie tidak lembek dan kuah tetap hangat menggoda.
Kamu sudah siap mencoba resep mie lendir khas Batam ini? Di Sendok Sejagat, kami selalu bilang masak itu soal senang-senang saja. Hasilnya pasti bikin keluarga ikut merasa liburan ke Batam tanpa keluar rumah. Jelajahi berbagai resep masakan khas Indonesia di kategori kuliner Nusantara kami untuk menemukan lebih banyak inspirasi seru lainnya.
Selamat memasak! Semoga kuahnya lumer, mie-nya kenyal, dan momen makan malammu penuh cerita. Kalau sudah coba, ceritakan di komentar ya, kita tukar pengalaman dapur bareng.








