Hai, teman-teman yang suka tantangan dapur! Di Sendok Sejagat, kami selalu senang mengajak kamu bermain dengan adonan dan isian yang bikin hati bergetar. Bayangkan kamu menggigit pasta tebal yang kenyal, kemudian di dalamnya ada campuran daging, bayam, dan rempah yang langsung meleleh lembut di lidah. Maultaschen ini seperti ravioli raksasa dari Jerman selatan—hangat, mengenyangkan, dan pastinya penuh cerita. Yuk, kita gulung lengan baju dan buat bersama di rumah. Kami menjamin setelah kamu mencobanya sekali, kamu akan menyimpan stok di freezer untuk menghadapi hari-hari sibuk!
Asal-usul Maultaschen Khas Swabia
Maultaschen berasal dari wilayah Swabia di Jerman selatan, tepatnya sekitar Baden-Württemberg. Legenda paling terkenal bilang para biarawan Cistercian di Biara Maulbronn menciptakannya pada abad ke-17. Saat masa Prapaskah, mereka tidak boleh makan daging, tapi mereka pintar menyembunyikan daging di dalam adonan supaya “Tuhan tidak melihat”. Makanya, di Swabia, orang sering memanggilnya “Herrgottsbescheißerle” alias “penipu kecil Tuhan”. Pada akhirnya, masyarakat menjadikan hidangan ini makanan rakyat. Banyak keluarga menyajikannya dalam kaldu saat Kamis Putih dan Jumat Agung. Uni Eropa juga menetapkan Maultaschen sebagai warisan kuliner Swabia yang mereka lindungi. Kami di tim Sendok Sejagat pernah mencicipi versi asli di pasar kecil Swabia—rasanya sederhana tapi bikin rindu terus.

Bahan-bahan yang Kamu Butuhkan
Untuk adonan pasta (sekitar 30-35 buah Maultaschen):
- 400 gram tepung terigu protein sedang
- 4 butir telur ukuran sedang
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok makan minyak zaitun
- Air secukupnya (sekitar 2-4 sendok makan, tergantung adonan)
Isian klasik daging dan bayam:
- 200 gram daging sapi giling
- 200 gram daging sosis bratwurst (kupas kulitnya, ambil isinya)
- 300 gram bayam segar (rebus sebentar, tiriskan, cincang halus)
- 1 buah bawang bombay sedang, cincang halus
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 1 buah roti tawar lama (rendam susu, peras)
- 1 butir telur
- 1 ikat kecil peterseli segar, cincang halus
- ½ sendok teh pala bubuk
- ½ sendok teh merica putih bubuk
- Garam secukupnya
- 1 sendok makan mentega untuk menumis bawang
Untuk penyajian:
- 2 liter kaldu sapi atau sayur (untuk merebus)
- Bawang bombay goreng renyah (untuk taburan)
- Peterseli cincang segar
Cara Memasak Maultaschen
- Buat adonan pasta dulu. Campur tepung, garam, telur, dan minyak zaitun di mangkuk besar. Uleni sampai kalis dan elastis, sekitar 8-10 menit. Bungkus adonan dengan plastik, kemudian biarkan adonan beristirahat di suhu ruang selama 30–60 menit.
- Panaskan mentega di wajan. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum dan layu. Angkat dan biarkan dingin.
- Campurkan daging sapi giling, isian sosis bratwurst, bayam cincang, roti tawar yang sudah kamu peras, telur, peterseli, pala, merica, dan garam. Tambahkan tumisan bawang. Aduk rata dengan tangan sampai tercampur sempurna.
- Gilas adonan pasta hingga setebal sekitar 1–2 mm di permukaan yang sudah kamu taburi tepung. Potong menjadi persegi panjang 10×12 cm.
- Letakkan 1-2 sendok makan isian di tengah setiap persegi adonan. Olesi pinggirannya dengan air atau putih telur.
- Lipat adonan jadi bentuk persegi atau segitiga. Tekan bagian pinggir dengan kuat supaya kamu menutupnya rapat dan mencegah kebocoran saat proses perebusan.
- Didihkan kaldu di panci besar. Masukkan Maultaschen secara bertahap. Rebus selama 8-10 menit sampai mengapung dan matang.
- Angkat dengan sendok berlubang. Sajikan panas dalam mangkuk kaldu, taburi bawang goreng dan peterseli segar.
Tips Sukses Membuat Maultaschen di Rumah
- Gilas adonan setipis mungkin tapi jangan sampai robek—ini kunci supaya tekstur pasta kenyal tapi tidak alot.
- Rendam roti tawar lama dengan susu, kemudian pakai roti itu untuk membantu kamu menjaga isian tetap lembut dan tidak kering.
- Jangan rebus terlalu banyak sekaligus; biarkan ruang supaya tidak lengket satu sama lain.
- Untuk variasi, ganti isian dengan bayam dan keju saja (versi vegetarian) atau tambah jamur cincang untuk rasa umami lebih dalam.
- Bekukan Maultaschen mentah di atas loyang dulu, kemudian pindah ke plastik kedap udara—tahan hingga 2 bulan.
- Kalau suka versi goreng, iris Maultaschen matang tipis-tipis, goreng di mentega sampai kecokelatan, kemudian tambah bawang goreng—ini favorit kami saat sarapan!
Kalau kamu suka masakan berpasta isi yang hangat seperti ini, coba juga resep ravioli isi daging khas Italia yang punya vibe serupa. Atau jelajahi lebih banyak resep masakan Eropa di koleksi Sendok Sejagat.
Sudah siap bikin Maultaschen sendiri di dapur? Resep ini memang butuh sedikit waktu, tapi hasilnya luar biasa memuaskan. Kami di Sendok Sejagat sering membuatnya saat akhir pekan—rasanya seperti membawa sedikit Swabia ke meja makan Indonesia. Yuk, mulai gulung adonan sekarang, kemudian ceritakan ke kami bagaimana pengalaman pertama kamu. Selamat memasak, teman!






