Hai, sobat pencinta masakan Timur Tengah yang punya rasa dalam dan tekstur unik! Di Sendok Sejagat, kami sering terpikat dengan hidangan yang terasa seperti cerita keluarga besar di dapur Gaza atau Ramallah, dan Maftoul ini langsung jadi favorit setelah kami masak berkali-kali di rumah. Couscous besar (maftoul) yang kenyal lembut, berpadu daging ayam atau domba empuk, wortel, kacang chickpea, dan rempah hangat – setiap suap terasa gurih rempah di couscous, lembut juicy daging, dan segar sayur yang bikin ingin tambah lagi. Kami biasa sajikan ini sebagai hidangan utama makan malam keluarga atau acara spesial, tambah yogurt mint dingin atau salad segar yang bikin kontras enak. Hidangan ini terasa seperti cerita hangat dari dapur Palestina: couscous handmade, daging rebus pelan, tapi hasilnya selalu bikin orang diam-diam minta tambah. Yuk, kita gulung couscous bareng dan rebus daging – aroma allspice yang menguar langsung bikin dapur terasa penuh kehangatan!
Kami suka bagaimana Maftoul ini punya tekstur couscous kenyal yang kontras sempurna dengan daging empuk dan kuah kental. Selain itu, hidangan ini cocok buat yang suka nasi berprotein dengan rasa rempah Levant yang kaya. Setelah berkali-kali masak dan cicip, kami yakin kamu akan suka keseimbangan gurih-hangat yang bikin ingin ulang lagi.
Asal-Usul Maftoul
Maftoul berasal dari Palestina, khususnya wilayah Gaza, Ramallah, dan Hebron, serta menjadi hidangan tradisional sejak ratusan tahun lalu di kalangan masyarakat petani dan keluarga besar. Nama “Maftoul” berarti “digulung” dalam bahasa Arab, karena couscous-nya dibuat secara handmade dengan menggulung bulgur halus menjadi butiran besar menggunakan tangan.
Kami pelajari bahwa resep ini lahir dari dapur keluarga Palestina yang suka masakan satu panci untuk makan harian atau acara besar seperti Eid atau pernikahan. Karena itu, Maftoul sering muncul di meja makan keluarga, pesta adat, atau saat Ramadan, dengan variasi tambah daging domba, ayam, atau versi vegetarian dengan kacang chickpea saja. Pengaruh Levant membuatnya pakai rempah seperti allspice, kayu manis, dan jinten untuk rasa hangat, tapi Palestina beri sentuhan bawang karamel dan tomat untuk rasa segar khas. Di Palestina modern, Maftoul tetap ikon masakan rumahan dan restoran, sering dibuat sendiri dengan couscous handmade atau siap pakai untuk versi praktis.
Kami di Sendok Sejagat coba versi Gaza autentik ini, dan rasanya seperti duduk di meja makan keluarga Palestina – gurih hangat, kenyal couscous, dan penuh cerita kebersamaan. Jika kamu suka couscous berkuah, coba juga resep couscous Maroko yang kami punya – mirip konsepnya tapi dengan rasa Maghreb yang lebih tajam.

Bahan-Bahan untuk Maftoul
Kami buat untuk 6-8 porsi.
Untuk couscous (maftoul):
- 500 gram couscous besar handmade Palestina (atau couscous Israel/Pearl couscous jika sulit didapat)
- 2 sendok makan minyak zaitun
- 1 sendok teh garam
Untuk kaldu dan daging:
- 1 kg daging ayam atau domba (paha atau dada, potong besar)
- 2 buah bawang bombay besar, cincang halus
- 4 siung bawang putih, cincang halus
- 4 buah wortel besar, potong besar
- 1 kaleng kacang chickpea (400 g), tiriskan
- 2 sendok makan pasta tomat
- 1 sendok teh bubuk allspice
- 1 sendok teh bubuk kayu manis
- ½ sendok teh bubuk jinten
- Garam dan lada hitam secukupnya
- 2 liter air atau kaldu ayam
- 3 sendok makan minyak zaitun
Bahan untuk topping:
- Kacang pinus atau almond sangrai
- Peterseli cincang segar
Siapkan panci besar, panci sedang, dan saringan.
Cara Memasak Maftoul
Kami rebus daging dulu, kemudian kukus couscous, kemudian satukan. Total waktu sekitar 2 jam.
- Panaskan minyak zaitun di panci besar. Tumis bawang bombay sampai layu dan kecokelatan (sekitar 8 menit).
- Tambah bawang putih, tumis 1 menit. Masukkan daging, goreng sampai berubah warna.
- Tambah pasta tomat, allspice, kayu manis, jinten, garam, lada. Aduk 2 menit sampai bumbu meresap.
- Tuang air/kaldu, didihkan. Kecilkan api, tutup, rebus 1–1,5 jam sampai daging empuk. Tambah wortel dan chickpea di 30 menit terakhir.
- Saring kaldu, sisihkan daging dan sayur. Kaldu simpan untuk kukus couscous.
- Kukus couscous: Campur couscous dengan minyak zaitun dan garam. Kukus di atas kaldu mendidih 20-25 menit sampai matang (aduk sekali tengah proses).
- Susun di piring saji: Letakkan couscous sebagai dasar, taruh daging dan sayur di atasnya. Siram sedikit kaldu panas.
- Taburi kacang pinus sangrai dan peterseli. Sajikan panas.
Dengan begitu, maftoul-mu punya couscous kenyal dan daging empuk sempurna. Kemudian, hidangkan panas untuk rasa maksimal.
Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat
Tim kami bagikan pengalaman ini supaya couscous kenyal dan daging empuk sempurna.
- Kukus couscous di atas kaldu – kukus di air biasa kurang rasa, kaldu bikin couscous harum rempah.
- Rebus daging api kecil lama – api besar bikin daging alot, kecil lama bikin empuk meleleh.
- Jangan overcook couscous – lebih dari 25 menit bikin lembek, cukup sampai butiran terpisah.
- Gunakan couscous besar asli – couscous kecil kurang tekstur kenyal khas Maftoul.
- Untuk variasi, ganti daging dengan ayam atau ikan – kami coba dengan ayam, tambah rasa lebih ringan.
- Hindari aduk couscous terlalu sering – aduk bikin hancur, cukup sekali tengah proses.
- Simpan sisa di kulkas 2 hari; panaskan ulang di steamer agar couscous tetap kenyal.
- Eksperimen rempah – tambah sedikit sumac atau za’atar untuk rasa asam segar, versi rumah favorit kami.
Sebaliknya, kalau ingin lebih ringan, kurangi daging dan tambah sayur. Namun, versi klasik dengan daging banyak paling autentik Palestina. Jelajahi lebih banyak resep masakan Asia di koleksi kami untuk inspirasi nasi berkuah serupa.
Yuk, siapkan couscous besar dan daging, kemudian masak Maftoul ini malam ini! Kami di Sendok Sejagat percaya, hidangan seperti ini bikin momen makan jadi lebih hangat dan penuh makna. Setelah coba, ceritain dong kenyalnya couscous – mungkin kaldu-mu bikin lebih harum dari kami. Selamat memasak, dan nikmati setiap suap yang penuh cerita Palestina!












