Hai, sobat sup hangat! Di Sendok Sejagat, kami suka sekali sup yang bikin badan dan hati terasa nyaman, dan Leberknödelsuppe ini langsung jadi teman setia setelah kami masak beberapa kali di hari hujan. Sup kaldu bening yang kaya rasa, di dalamnya ada dumpling hati sapi yang lembut kenyal, dengan aroma bawang goreng dan juga peterseli segar yang keluar pelan – setiap sendok terasa seperti pelukan dari dapur Bavaria. Kami sering sajikan ini sebagai pembuka makan malam atau hidangan utama ringan, tambah roti panggang yang dicelup sup. Hidangan ini terasa seperti cerita sederhana dari Jerman Selatan: bahan murah, prosesnya santai, dan hasilnya selalu bikin orang diam-diam minta tambah kuah. Yuk, kita haluskan hati bareng dan rebus dumpling – pasti aroma kaldu yang menguar bikin kamu ingin langsung duduk di meja!
Kami notice, kunci enaknya ada di dumpling yang tidak terlalu padat dan kaldu yang bening. Selain itu, Leberknödelsuppe cocok buat yang suka sup hangat dengan protein ringan. Setelah nyoba variasi, kami yakin kamu akan suka tekstur kenyal dumpling yang bikin sup lebih menarik.
Asal-Usul Leberknödelsuppe
Leberknödelsuppe berasal dari Bavaria dan Swabia di Jerman Selatan, bagian dari masakan tradisional Jerman yang kaya sup dan dumpling. Nama “Leberknödel” berarti dumpling hati, dan sup ini sudah ada sejak abad ke-19 sebagai makanan rakyat sederhana.
Kami pelajari bahwa hidangan ini lahir dari dapur petani yang manfaatkan hati sapi – bagian murah tapi bergizi – untuk sup penghangat tubuh di musim dingin. Karena itu, Leberknödelsuppe jadi hidangan wajib di Gasthaus tradisional atau meja keluarga saat Natal dan musim dingin. Di sana, orang rebus dumpling di kaldu bening agar rasa hati tidak mendominasi, dan sering tambah peterseli segar untuk aroma hijau. Di Jerman modern, sup ini tetap populer di kedai sup atau rumah makan Bavaria, dengan variasi tambah sayur atau roti panggang.
Kami di Sendok Sejagat coba versi Bavaria klasik ini, dan rasanya seperti duduk di kedai kecil di Munich – hangat, gurih, dan penuh cerita dapur sederhana. Jika kamu suka sup dumpling, coba juga resep bakso Malang yang kami punya – mirip kenyalnya tapi dengan rasa Indonesia.

Bahan-Bahan untuk Leberknödelsuppe
Kami buat untuk 6 porsi sebagai sup utama.
Untuk kaldu:
- 2 liter kaldu sapi (atau air + tulang sapi)
- 1 buah bawang bombay besar, belah empat
- 2 wortel, potong besar
- 1 batang seledri, potong besar
- 2 lembar daun salam
- 10 butir lada hitam utuh
- Garam secukupnya
Untuk Leberknödel (dumpling hati):
- 400 gram hati sapi segar (atau campur hati dan daging sapi giling)
- 1 buah bawang bombay kecil, cincang halus
- 2 siung bawang putih, haluskan
- 2 butir telur ukuran besar
- 150 gram roti tawar kering (rendam air, peras)
- 2 sendok makan peterseli cincang segar
- 1 sendok teh marjoram kering
- ½ sendok teh pala bubuk
- Garam dan lada secukupnya
- 2-3 sendok makan tepung roti (jika adonan terlalu lembek)
Pelengkap:
- Bawang goreng
- Peterseli cincang segar
Siapkan panci besar untuk kaldu dan panci sedang untuk rebus dumpling.
Cara Memasak Leberknödelsuppe
Kami buat kaldu dulu, kemudian dumpling, dan satukan di akhir. Total waktu sekitar 1,5-2 jam.
- Didihkan kaldu sapi dengan bawang bombay, wortel, seledri, daun salam, dan lada hitam. Kecilkan api, masak 45-60 menit agar kaldu kaya rasa. Saring, tambah garam secukupnya.
- Haluskan hati sapi dengan blender atau cincang kasar. Campur dengan bawang bombay cincang, bawang putih halus, roti tawar peras, telur, peterseli, marjoram, pala, garam, dan lada.
- Aduk adonan sampai rata dan lengket. Jika terlalu lembek, tambah tepung roti sedikit. Diamkan 15 menit di kulkas agar padat.
- Bentuk adonan jadi bola-bola sebesar bola golf (sekitar 20-25 buah). Basahi tangan agar tidak lengket.
- Didihkan kaldu yang sudah disaring. Masukkan bola dumpling satu per satu. Rebus api kecil 15-20 menit sampai mengapung dan matang (tes dengan garpu).
- Angkat dumpling dengan sendok berlubang. Sajikan 3-4 dumpling per mangkuk, tuang kaldu panas di atasnya.
- Taburi bawang goreng dan peterseli cincang segar.
Dengan begitu, supmu hangat dengan dumpling kenyal empuk. Kemudian, nikmati panas untuk rasa kaldu maksimal.
Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat
Tim kami bagikan trik ini dari masak berkali-kali supaya dumpling tidak hancur dan kaldu bening.
- Haluskan hati segar – hati beku bikin dumpling kasar, segar beri tekstur lembut.
- Aduk adonan cukup – terlalu lama bikin kenyal berlebih, terlalu sedikit bikin hancur saat direbus.
- Rebus api kecil – api besar bikin dumpling pecah dan kaldu keruh.
- Bentuk bola seragam – ukuran beda bikin matang tidak rata, gunakan sendok es krim untuk mudah.
- Untuk variasi, tambah sedikit daging sapi giling – kami coba, dumpling lebih juicy dan rasa lebih kaya.
- Hindari rebus terlalu lama – dumpling mengapung berarti matang, lebih lama bikin lembek.
- Simpan sisa di kulkas 2 hari; panaskan ulang di kaldu mendidih agar dumpling tetap kenyal.
- Eksperimen rempah – tambah sedikit thyme untuk aroma lebih herbal, versi rumah tangga favorit kami.
Sebaliknya, kalau ingin lebih ringan, kurangi hati dan ganti sebagian dengan roti tawar. Namun, versi klasik dengan hati penuh paling autentik Bavaria. Jelajahi lebih banyak resep masakan Eropa di koleksi kami untuk inspirasi sup hangat serupa.
Yuk, beli hati sapi segar dan masak Leberknödelsuppe ini hari ini! Kami di Sendok Sejagat percaya, sup seperti ini bukan cuma soal makan, tapi bikin hari lebih hangat dan berbagi. Setelah coba, ceritain dong kenyal dumplingmu – mungkin bentuk bolamu lebih rapi dari kami. Selamat memasak, dan nikmati setiap sendok yang penuh cerita Jerman!












