Teman dapur, bayangkan kamu mengaduk mangkuk besar berisi daun teh fermentasi yang lembut dan harum, lalu kamu mencampurnya dengan kacang goreng renyah, bawang goreng, dan sayur segar hingga setiap suapan menghadirkan rasa asam, pedas, dan manis. Laphet Thoke ini kami di Sendok Sejagat sudah buat berkali-kali sebagai camilan atau pendamping makan siang, dan setiap kali mangkuk langsung habis. Teksturnya beragam — lembut dari daun teh, renyah dari topping, segar dari sayur — rasanya unik khas Myanmar yang bikin nagih. Yuk, kita bikin bareng hari ini. Kamu menggunakan bahan yang mudah kamu temukan dan menjalankan proses yang cepat, lalu kamu menciptakan hidangan yang membuatmu serasa duduk di kedai teh di Yangon.
Sebelum kita aduk daun teh, mari kita kenalan dulu sama cerita di balik salad ikonik ini.
Asal-usul Laphet Thoke Khas Myanmar
Laphet Thoke berasal dari Myanmar dan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya makan sejak ratusan tahun lalu. Orang Myanmar menyebut “laphet” sebagai daun teh dan menggunakan kata “thoke” untuk menyebut salad atau campuran. Hidangan ini lahir dari tradisi petani yang memfermentasi daun teh hijau untuk diawetkan, lalu mengolahnya menjadi salad segar dengan berbagai topping renyah. Keluarga di Myanmar dulu menyajikan hidangan ini di acara keluarga, pesta, atau sebagai camilan sore sambil menikmati teh hijau. Kini laphet thoke tetap jadi favorit di seluruh Myanmar, dari kedai pinggir jalan hingga restoran mewah, simbol masakan Myanmar yang segar, unik, dan penuh tekstur.
Dengan begitu, setiap suapan terasa seperti membawa sedikit kehangatan kedai teh Myanmar ke meja makan kita.

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan (untuk 4 porsi)
Siapkan semua di meja supaya prosesnya mengalir lancar. Kami selalu pakai laphet fermentasi siap pakai supaya aromanya tetap kuat.
- 150 gram laphet (daun teh fermentasi Myanmar)
- 50 gram kacang tanah goreng
- 3 sendok makan bawang goreng
- 2 sendok makan wijen putih sangrai
- 2 buah tomat sedang, potong dadu
- ½ buah kubis kecil, iris tipis
- 2 buah bawang merah, iris tipis
- 2 buah cabai hijau, iris tipis (opsional)
- 2 sendok makan minyak wijen
- 1 sendok makan air jeruk nipis
- 1 sendok teh garam
- ½ sendok teh gula pasir
Dengan bahan ini, laphet thoke-mu akan segar, renyah, dan penuh rasa khas Myanmar.
Cara Memasak Laphet Thoke Langkah demi Langkah
Kita langsung ke mangkuk ya! Prosesnya cepat, total sekitar 10 menit.
- Kamu cuci laphet dengan air dingin jika terlalu asin, lalu peras hingga agak kering.
- Di mangkuk besar, masukkan laphet, tomat dadu, kubis iris, dan bawang merah.
- Tambahkan kacang tanah goreng, bawang goreng, dan wijen sangrai.
- Campur minyak wijen, air jeruk nipis, garam, dan gula di mangkuk kecil. Aduk hingga larut.
- Tuang dressing ke mangkuk utama.
- Aduk semua bahan dengan tangan bersih atau spatula hingga rata.
- Di tahap ini, cicipi dan tambah garam atau jeruk nipis kalau perlu.
- Sajikan segera di mangkuk atau piring saji.
Dengan langkah ini, kamu menyajikan laphet thoke autentik khas Myanmar dan langsung menikmatinya.
Tips Sukses serta Variasi Resep
Kami sudah coba berkali-kali, dan ini trik yang selalu berhasil di dapur.
- Gunakan laphet yang masih segar dan tidak terlalu asin; rendam sebentar jika perlu agar tidak pahit berlebih.
- Aduk dengan tangan supaya bahan tercampur rata tanpa merusak tekstur; ini kesalahan umum yang bikin salad kurang menyatu.
- Jangan tambah dressing terlalu banyak; dengan begitu salad tetap renyah dan tidak basah.
- Untuk variasi, tambahkan irisan alpukat atau telur rebus agar lebih creamy.
- Selain itu, kalau suka lebih pedas, tambahkan cabai rawit cincang segar.
- Di tahap ini, kamu bisa langsung menyantap salad agar rasa tetap segar, atau kamu menyimpannya di kulkas maksimal 1 hari jika belum habis.
- Sajikan dengan teh hijau atau roti pita supaya lebih lengkap ala Myanmar.
Penutup
Wah, sudah siapkah kamu mencoba laphet thoke khas Myanmar ini di rumah? Kami yakin sekali suap pertama kamu bakal ketagihan sama daun teh lembut yang renyah dan topping gurih pedasnya. Langsung aduk semua bahan di mangkuk ya, buat camilan atau pendamping makan yang segar dan berbeda!
Kalau kamu suka salad Timur Tengah yang segar, coba juga resep tabbouleh kami yang tak kalah menyegarkan. Atau jelajahi lebih banyak inspirasi di kategori resep masakan Asia Sendok Sejagat untuk petualangan rasa Asia Tenggara yang lebih luas. Terima kasih sudah masak bareng. Selamat mencoba, teman!











