Resep Laing: Gulai Daun Talas Pedas Kremi Khas Bicol Filipina

ASIA158 Dilihat

Hai, teman masak! Di Sendok Sejagat, kami suka sekali eksplor masakan Asia yang pakai santan kental dan pedas mantap—bikin nasi hangat langsung ludes. Bayangin kamu nyendok laing panas: daun talas kering yang lembut meresap santan gurih, pedas cabai yang nendang, dan aroma jahe plus bawang yang bikin perut keroncongan. Kami sudah masak laing ini berkali-kali di dapur tim—mulai dari versi sederhana sampai yang autentik Bicol—sampai nemu cara yang mudah pakai bahan lokal tapi rasa tetap creamy dan spicy seperti aslinya. Yuk, siapkan panci dan kita masak bareng hidangan Filipina yang bikin nagih ini!

Asal-usul Hidangan Laing

Laing berasal dari wilayah Bicol di Filipina selatan Luzon—daerah yang terkenal dengan masakan berbasis santan dan cabai super pedas. Di sana, orang lokal lebih sering panggil hidangan ini pinangat atau pinangat na gabi, karena pakai daun talas (gabi) utuh yang dibungkus isian lalu dikukus dalam santan. Versi laing yang kita kenal sekarang—daun talas kering diiris halus lalu ditumis pelan dalam santan—berkembang karena lebih praktis dan mudah dibuat sehari-hari. Nama “laing” sendiri dari bahasa Tagalog yang berarti “daun kering” atau “layu”, menggambarkan bahan utamanya. Karena Bicol punya banyak pohon kelapa dan talas liar, hidangan ini lahir dari kearifan lokal: memanfaatkan bahan melimpah jadi makanan bergizi dan tahan lama. Sampai sekarang, laing jadi salah satu ikon masakan Bicol—sering muncul di meja makan keluarga, pesta, atau warung pinggir jalan, selalu disajikan dengan nasi hangat supaya pedasnya terasa lebih nikmat.

Bahan Utama Resep Laing: Daun Talas Kering, Santan, Cabai, Bagoong, Daging Babi

Bahan-bahan (untuk 4-6 porsi)

  • 100-150 gram daun talas kering (dahon ng gabi kering, iris halus atau robek kecil—bisa beli online atau keringkan sendiri)
  • 400 ml santan kental (kakang gata, pakai yang segar kalau bisa)
  • 200 ml santan encer (atau campur santan instan dengan air)
  • 300 gram daging babi cincang atau belly potong kecil (bisa ganti ayam atau seafood)
  • 1 buah bawang bombay sedang, cincang halus
  • 6 siung bawang putih, cincang halus
  • 2 ruas jahe ukuran sedang, memarkan atau cincang halus
  • 4-8 buah cabai rawit merah atau siling labuyo, iris halus (sesuaikan pedas)
  • 2-3 buah cabai hijau panjang, iris serong (opsional untuk tambah aroma)
  • 2 sendok makan bagoong alamang (udang pasta asin, pakai yang tidak manis)
  • Garam, merica hitam, dan sedikit gula secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya untuk menumis
  • Daun salam atau lemongrass 1 batang (opsional untuk aroma lebih autentik)

Cara Memasak

  1. Panaskan minyak di panci sedang. Tumis bawang bombay, bawang putih, dan jahe sampai harum dan layu, sekitar 3 menit.
  2. Masukkan daging babi cincang. Aduk rata sampai daging berubah warna dan keluar lemaknya, kurang lebih 5-7 menit.
  3. Tambahkan bagoong alamang. Aduk-aduk 2-3 menit supaya aroma udangnya keluar dan tercampur rata.
  4. Tuang santan encer dulu. Aduk, lalu masukkan daun talas kering yang sudah diiris. Didihkan pelan, tutup panci, masak 15-20 menit sampai daun mulai lunak.
  5. Tambahkan cabai rawit dan cabai hijau. Tuang santan kental, kecilkan api, aduk sesekali biar santan nggak pecah.
  6. Masak lagi 20-30 menit dengan api kecil sampai kuah mengental, minyak keluar di permukaan, dan daun talas benar-benar empuk serta meresap bumbu.
  7. Cicipi rasa, tambahkan garam, merica, atau sedikit gula kalau perlu. Matikan api saat tekstur creamy dan pedasnya pas.
  8. Sajikan panas dengan nasi putih hangat—tabur cabai iris ekstra kalau kamu pecinta level tinggi.

Tips Sukses Memasak Laing

  • Pakai daun talas kering asli—jangan pakai daun segar karena bisa gatal di mulut kalau tidak diolah benar. Keringkan daun talas sendiri dengan jemur sampai kering renyah.
  • Mulai dengan santan encer dulu supaya daun talas matang sempurna tanpa santan pecah. Santan kental baru masuk di akhir.
  • Api kecil sepanjang masak—laing butuh waktu lama biar daun talas lembut dan santan meresap dalam. Kalau api besar, santan pecah dan rasa kurang mantap.
  • Kesalahan umum: buru-buru masak, daun talas masih keras atau santan menggumpal. Sabar aduk pelan kemudian tes tekstur daun setiap 10 menit.
  • Variasi: hilangkan daging untuk versi vegetarian—ganti dengan lebih banyak bagoong atau tambah labu siam potong. Atau pakai udang kering untuk umami ekstra.
  • Kalau lagi pengen masakan santan pedas lain, coba resep Bicol Express kami yang saudara dekatnya. Atau jelajahi koleksi resep masakan Asia untuk inspirasi ginataan lainnya.

Laing ini beneran bikin ketagihan—pedasnya bikin keringat keluar, tapi santannya yang creamy bikin terus nambah nasi! Coba masak akhir pekan ini, cocok buat kumpul keluarga atau makan malam spesial. Ceritain pengalamanmu di kolom komentar ya, tim Sendok Sejagat penasaran level pedas yang kamu pakai! Selamat memasak, teman! 🌶️🥥