Resep Krengsengan: Nikmati Daging Sapi Kambing Tumis Kecap Pedas Manis Khas Jawa Tengah

INDONESIA193 Dilihat

Halo, pecinta masakan ndeso Jawa Tengah! Sendok Sejagat mengajak kamu langsung bikin Krengsengan asli ala Semarang-Surakarta sendiri. Oleh karena itu, kamu nikmati daging sapi atau kambing potong dadu empuk ditumis kecap manis pekat pedas harum petis udang + cabe rawit + bawang merah + lengkuas + serai, sajikan panas mendidih dengan nasi putih + kerupuk + lalapan timun — lauk tumis pedas manis paling ikonik yang selalu jadi menu wajib hajatan, selamatan, atau makan malam keluarga di Solo, Semarang, atau Kudus sejak zaman dulu! Dengan demikian, kamu langsung bawa aroma kecap petis mendidih + cabe nendang dan “krengsengan e enak tenan, mas!” ke meja makan rumah.

Kali ini, pertama-tama, kamu pelajari trik rebus daging dulu + tumis bumbu lama supaya kecap karamel tidak gosong + petis udang autentik supaya gurih khas. Selain itu, kami bagikan versi klasik daging sapi + varian kambing atau ayam. Oleh sebab itu, siapkan daging sapi has dalam 1 kg dan petis udang, lalu kita mulai sekarang juga!

Mengenal Krengsengan Lebih Dekat

Krengsengan adalah tumisan daging kecap pedas khas Jawa Tengah yang cirinya kuah kental hitam manis dari kecap + petis udang. Karena itu, kamu rebus daging empuk, tumis bumbu + cabe, masukkan daging + kecap, aduk lama sampai meresap. Setelah itu, sajikan panas. Dengan demikian, juragan krengsengan Semarang bilang: Krengsengan asli wajib daging sapi/kambing segar (bukan beku), petis udang hitam (untuk gurih khas), kecap manis banyak (untuk karamel hitam), dan cabe rawit utuh — tidak boleh pakai saus tomat atau kecap asin!

Yuk, langsung kita siapkan bahan-bahangannya!

Bahan krengsengan daging sapi kecap manis petis udang cabe rawit bawang merah lengkuas serai

Daftar Bahan Krengsengan (6–8 porsi Jawa Tengah)

Bahan Daging

  • 1 kg daging sapi has dalam / kambing potong dadu 3 cm
  • 3 liter air untuk rebus

Bumbu Halus

  • 15 bawang merah
  • 10 bawang putih
  • 15 cabe merah keriting
  • 10 cabe rawit merah (sesuai pedas)
  • 5 cm jahe
  • 4 cm lengkuas geprek
  • 3 batang serai geprek
  • 5 lembar daun jeruk

Bumbu Tambahan

  • 100 g petis udang hitam
  • 150 ml kecap manis
  • 50 g gula merah sisir
  • Garam secukupnya

Pelengkap Wajib Nasi putih panas · Kerupuk udang · Lalapan timun + kemangi · Jeruk nipis

Langkah-Langkah Membuat Krengsengan (Total 2 jam)

  1. Rebus Daging Empuk Rebus daging + air + jahe + lengkuas + serai 1–1½ jam sampai empuk (buang busa atas, bisa presto 45 menit). Angkat daging, potong dadu kalau perlu, sisihkan kaldu 500 ml.
  2. Tumis Bumbu Tumis bumbu halus + daun jeruk sampai matang harum dan minyak keluar (15 menit api kecil).
  3. Masukkan Petis & Kecap Masukkan petis udang, aduk rata sampai larut. Tuang kecap manis + gula merah, aduk sampai karamel mengkilap.
  4. Masak Daging Masukkan daging rebus + kaldu sedikit, aduk rata api kecil 45 menit sambil sesekali aduk sampai kuah kental hitam meresap (tambah kaldu kalau terlalu kering).

Penyajian Krengsengan

Kamu tata panas mendidih di piring besar, siram kuah kecap pekat. Sajikan dengan nasi putih + kerupuk udang + lalapan timun + jeruk nipis peras — garpu aduk, gigit daging empuk + pedas manis kecap → langsung “wah enak tenan, krengsengan Jateng asli!”

Tips Sukses dari Sendok Sejagat

  1. Daging rebus dulu = empuk tidak alot.
  2. Tumis bumbu + petis lama = aroma gurih dalam tidak langu.
  3. Api kecil aduk sering = kecap karamel meresap kental.
  4. Hari kedua lebih enak — panaskan lagi dengan tambah air sedikit.

Cara Penyajian & Paduan Menu

Kamu hidangkan sebagai lauk nasi harian, hajatan, atau makan malam keluarga. Selain itu, cocok dipadukan dengan Nasi Liwet dan tempe goreng. Sebagai tambahan, putar campursari Jateng pelan. Oleh karena itu, jelajahi juga koleksi lengkap Resep Masakan Indonesia kami!

Penutup

Sekarang kamu bisa bikin Krengsengan seenak warung Semarang atau Solo langsung dari wajan sendiri. Oleh karena itu, rebus daging malam ini — besok malam Jawa Tengah sudah ada di piring, “mantap pisan euy, enak tenan!”