Resep Kocho: Roti Pisang Enset Fermentasi Khas Selatan Etiopia

AFRIKA86 Dilihat

Hai, teman masak petualang! Di Sendok Sejagat, kami paling excited kalau bisa bawa hidangan dari daerah yang bahan utamanya jarang dipakai di sini—seperti roti yang terbuat dari pohon pisang palsu yang jadi makanan pokok jutaan orang. Bayangin kamu sobek kocho hangat: tekstur kenyal padat seperti roti tebal, rasa tawar gurih alami dengan sedikit asam fermentasi, dan aroma enset yang bikin pengen tambah lagi. Kami sudah coba resep kocho ini berkali-kali di dapur—adaptasi dengan enset bubuk atau daun pisang kering—sampai nemu cara yang paling mendekati rasa asli tanpa harus ke Sidama atau Gurage. Yuk, siapkan adonan dan kita panggang bareng roti tradisional Etiopia yang selalu jadi teman setia hidangan daging pedas ini!

Asal-usul Hidangan Kocho

Kocho berasal dari wilayah selatan Ethiopia, khususnya di komunitas Gurage, Sidama, dan Kembata—daerah yang pohon enset (pisang palsu) tumbuh subur. Enset bukan pisang biasa; batang dan akarnya diolah jadi tepung putih yang jadi makanan pokok sejak ribuan tahun lalu. Karena itu, kocho menjadi simbol ketahanan pangan di Ethiopia selatan—tahan lama, bisa disimpan berbulan-bulan, dan jadi sumber karbohidrat utama saat musim paceklik. Setelah itu, kocho sering dipanggang di atas daun enset atau dalam tungku tanah liat tradisional. Sementara itu, hidangan ini selalu disajikan bersama kitfo, kita, atau daging pedas lainnya—karena kocho yang tawar netral jadi penyeimbang rasa kuat dari bumbu mitmita. Sampai sekarang, kocho tetap jadi makanan wajib di pesta pernikahan, pemakaman, atau makan malam keluarga—simbol kebersamaan dan warisan leluhur.

Bahan segar resep kocho Ethiopia: tepung enset putih halus, garam halus, minyak zaitun, air hangat di mangkuk besar dapur kayu

Bahan-bahan (untuk 4-6 porsi besar atau 8-10 potong roti)

  • 500 gram tepung kocho/enset kering (bisa beli bubuk enset online atau ganti sebagian dengan tepung singkong + tepung terigu)
  • 200-250 ml air hangat (sesuaikan supaya adonan kalis)
  • 1 sdt garam halus
  • 1 sdm minyak zaitun atau minyak sayur (untuk adonan dan oles)
  • Opsional: 1 sdt ragi instan (kalau ingin lebih mengembang, tapi tradisional tanpa ragi)
  • Daun pisang atau kertas roti untuk alas panggang

Cara Memasak

  1. Campur tepung kocho dengan garam di mangkuk besar. Tuang air hangat sedikit demi sedikit sambil uleni.
  2. Tambahkan minyak zaitun. Uleni adonan sampai kalis dan elastis (sekitar 8-10 menit). Kalau pakai ragi, diamkan adonan tertutup 1 jam sampai mengembang.
  3. Bentuk adonan jadi bola besar atau bagi jadi 2-3 bagian. Pipihkan setebal 1-1,5 cm di atas daun pisang atau kertas roti.
  4. Panaskan wajan tebal atau loyang oven tanpa minyak dengan api sedang. Letakkan adonan di atasnya.
  5. Panggang 10-12 menit per sisi sampai permukaan berbintik-bintik cokelat keemasan dan matang merata. Balik dengan hati-hati supaya tidak pecah.
  6. Setelah matang, angkat kocho. Potong-potong segi empat atau lingkaran sesuai selera.
  7. Sajikan hangat bersama kitfo, kita, atau sayur gomen. Bisa juga dipotong tipis dan digoreng kering untuk camilan.

Tips Sukses Memasak Kocho

  • Gunakan tepung enset asli kalau bisa—rasa khasnya lebih gurih dan tekstur lebih kenyal. Kalau pakai campuran tepung singkong, tambah sedikit tepung terigu biar tidak terlalu rapuh.
  • Jangan terlalu banyak air—adonan harus padat dan kalis supaya tidak lengket saat dipanggang.
  • Panggang dengan api sedang—kalau terlalu besar, luar gosong dalam mentah. Balik sekali saja supaya tidak hancur.
  • Kesalahan umum: adonan terlalu basah, kocho jadi lembek dan lengket. Karena itu, uleni sampai kering tapi elastis.
  • Variasi: tambah sedikit bawang putih parut atau cabai bubuk ke adonan untuk rasa lebih bold. Atau panggang di oven 200°C selama 20-25 menit kalau tidak punya wajan tebal.
  • Kalau suka roti tawar tradisional lain, coba resep injera kami yang juga ikon Etiopia. Atau jelajahi koleksi resep masakan Afrika untuk inspirasi makanan pokok lainnya.

Kocho ini roti yang bikin kenyang lama—kenyal, gurih alami, dan jadi teman sempurna untuk hidangan pedas Ethiopia! Coba bikin akhir pekan ini, cocok buat makan besar keluarga atau camilan sepanjang hari. Potong tebal, foto hasilnya, dan ceritain ke kami di kolom komentar ya—kamu panggang di wajan atau oven? Selamat memasak, teman! 🌿🍞