Halo, teman yang suka masakan sederhana tapi penuh rasa! Di Sendok Sejagat, kami suka mengajak kamu mencoba hidangan dari belahan dunia yang terasa seperti masakan rumahan. Bayangkan kamu duduk di pagi hari yang cerah, menyendok campuran pisang raja hijau lembut yang menyerap bumbu tomat gurih, dicampur kacang atau daging empuk—ini Katogo, sarapan favorit banyak orang Uganda yang bikin perut kenyang sampai siang. Hidangan ini seperti pelukan hangat dari dapur sederhana, penuh serat dan energi. Yuk, kita buat versi matooke dengan daging sapi yang mudah diadaptasi di Indonesia. Dijamin, setelah satu suap kamu langsung ingin masak ulang!
Asal-usul Katogo Khas Uganda
Katogo berasal dari wilayah Buganda dan juga Uganda Barat, awalnya dikenal sebagai makanan orang biasa atau “poor man’s dish”. Nama “katogo” dalam bahasa Luganda berarti “campuran” atau “mélange”, karena hidangan ini selalu menggabungkan apa saja yang ada di dapur—awalnya cassava (singkong) dicampur kacang, kemudian berevolusi dengan matooke (pisang raja hijau) sebagai bahan utama di daerah yang kaya pisang. Dulu, petani dan juga pekerja membuatnya untuk sarapan bergizi yang tahan lama, menggunakan bahan lokal seperti offal atau daging sisa. Sekarang, katogo jadi hidangan nasional yang punya variasi di setiap rumah tangga, tergantung musim dan bahan tersedia. Kami di tim Sendok Sejagat pernah mencicipi versi asli di warung kecil Kampala—rasa sederhana tapi memuaskan banget!

Bahan-bahan yang Kamu Butuhkan
Untuk 4-6 porsi (versi matooke dengan daging sapi):
- 8-10 buah pisang raja hijau (matooke; pilih yang masih keras dan segar)
- 500 gram daging sapi (has dalam atau sengkel, potong dadu kecil)
- 2 buah bawang bombay sedang, cincang halus
- 4 siung bawang putih, cincang halus
- 1 ruas jahe segar (seukuran ibu jari), parut
- 3 buah tomat sedang, cincang halus
- 1 buah paprika hijau, cincang halus (opsional, untuk aroma)
- 2 buah wortel sedang, potong dadu kecil
- 2 sendok makan pasta tomat (atau saus tomat kental)
- 1 sendok teh bubuk kari atau curry powder
- 1 sendok teh jintan bubuk (opsional, untuk rasa lebih dalam)
- Garam, merica hitam, dan kaldu bubuk secukupnya
- 3 sendok makan minyak goreng
- Air secukupnya (sekitar 500-700 ml)
- Daun bawang dan daun seledri segar, iris halus untuk taburan
Pelengkap sajian:
- Nasi putih hangat atau chapati
- Alpukat iris (opsional, klasik di Uganda)
Cara Memasak Katogo
- Kupas pisang raja hijau dengan hati-hati (oles tangan dan pisau dengan sedikit minyak supaya getah tidak lengket). Potong-potong dan rendam dalam air garam agar tidak cepat hitam.
- Panaskan minyak di panci besar dengan api sedang. Tumis bawang bombay sampai layu dan harum, sekitar 4-5 menit.
- Tambahkan bawang putih, jahe parut, dan paprika hijau. Aduk sampai aroma keluar kuat.
- Masukkan potongan daging sapi. Aduk sampai daging berubah warna dan keluar airnya, sekitar 6-8 menit.
- Tambahkan tomat cincang dan pasta tomat. Masak sampai tomat hancur dan bumbu matang, sekitar 5 menit.
- Taburkan bubuk kari, jintan, garam, merica, dan kaldu bubuk. Aduk rata supaya bumbu meresap ke daging.
- Masukkan wortel dan pisang raja yang sudah dipotong. Tuang air sampai semua bahan terendam. Didihkan, kemudian kecilkan api.
- Tutup panci dan biarkan mendidih pelan selama 30-40 menit sampai pisang lembut dan kuah mengental alami.
- Aduk sesekali supaya tidak lengket. Cicipi dan sesuaikan rasa dengan garam atau sedikit gula kalau perlu.
- Matikan api. Taburi daun bawang dan seledri segar. Sajikan panas dengan nasi atau chapati.
Tips Sukses Membuat Katogo di Rumah
- Rendam pisang hijau dalam air garam—ini mencegah oksidasi dan membuat warna tetap cerah.
- Gunakan api kecil saat merebus—kalau terlalu besar, pisang bisa hancur dan kuah terlalu encer.
- Jangan terlalu banyak air di awal—biarkan kuah mengental sendiri dari pati pisang untuk tekstur lebih kental dan pastinya enak.
- Untuk variasi, ganti daging sapi dengan kacang merah rebus (versi klasik miskin) atau singkong potong dadu untuk rasa lebih netral.
- Tambahkan sedikit peanut butter atau selai kacang di akhir kalau ingin versi kaya rasa seperti di beberapa daerah Uganda.
- Simpan sisa katogo di kulkas—rasanya makin mantap besok pagi karena bumbu meresap sempurna.
Kalau kamu suka hidangan satu panci yang bergizi seperti ini, jangan lewatkan resep nasi liwet khas Solo yang juga mudah dan mengenyangkan. Atau eksplor lebih banyak resep masakan Afrika di koleksi Sendok Sejagat.
Sudah siap bikin katogo di dapur kamu? Hidangan ini super fleksibel—pakai bahan apa saja yang ada di kulkas, hasilnya tetap lezat dan menghangatkan. Kami di Sendok Sejagat sering masak versi ini saat ingin sarapan spesial tapi santai. Yuk, mulai kupas pisang sekarang, nyalakan kompor, dan nikmati aroma bumbu yang memenuhi rumah. Ceritakan ke kami ya kalau sudah coba—kami tunggu cerita dan variasi kamu!












