Resep Kala Bhuna Khas Bangladesh: Daging Hitam Gurih Pedas yang Meleleh di Mulut

Hai, sobat pencinta masakan pedas! Di Sendok Sejagat, kami selalu penasaran dengan hidangan yang punya warna gelap tapi rasa dalam, dan Kala Bhuna ini langsung jadi favorit setelah kami masak berkali-kali di dapur. Daging sapi yang empuk betul-betul meleleh, dibalut saus hitam pekat dari bawang bombay karamel dan rempah yang kaya – setiap suap terasa perpaduan manis bawang, pedas cabai, dan gurih daging yang bikin ingin tambah nasi terus. Kami sering sajikan ini untuk makan malam spesial atau arisan kecil, tambah roti paratha hangat atau nasi putih yang menyerap sausnya sempurna. Hidangan ini terasa seperti cerita hangat dari dapur Bangladesh: butuh kesabaran, tapi hasilnya bikin orang diam-diam minta resep. Yuk, kita tumis bawang bombay pelan bareng dan masak daging sampai hitam pekat – prosesnya santai, dan aroma rempahnya langsung bikin rumah terasa hidup!

Kami suka bagaimana warna hitamnya datang dari bawang yang dikaramel benar-benar, bukan pewarna. Selain itu, Kala Bhuna cocok buat yang suka masak lambat tapi ingin rasa autentik. Setelah nyoba variasi daging, kami yakin kamu akan suka tekstur empuk yang bikin ingin gigit lagi.

Asal-Usul Kala Bhuna

Kala Bhuna berasal dari Bangladesh, khususnya wilayah Sylhet dan Chittagong di mana masakan Muslim Bengali kaya rempah dan teknik karamel bawang. Nama “Kala” berarti hitam, dan “Bhuna” artinya tumis lambat – hidangan ini lahir dari tradisi masak daging sapi atau kambing untuk acara keluarga besar atau Eid.

Kami pelajari bahwa resep ini berkembang dari pengaruh Mughal abad ke-17, campur teknik karamel bawang Persia dengan rempah lokal seperti cabai dan jinten. Karena itu, Kala Bhuna jadi hidangan spesial di Bangladesh, sering muncul di pesta pernikahan atau makan malam keluarga, disajikan dengan roti atau nasi polao. Di sana, orang tumis bawang bombay sangat lama sampai hitam pekat untuk rasa manis dalam yang alami. Di Bangladesh modern, hidangan ini tetap ikon, terkenal di restoran Dhaka atau Sylhet dengan variasi tambah kentang atau telur rebus.

Kami di Sendok Sejagat coba versi Sylhet ini, dan rasanya seperti duduk di meja makan keluarga besar Bangladesh – gurih dalam, pedas hangat, dan penuh cerita kebersamaan. Jika kamu suka daging tumis hitam, coba juga resep rendang Padang yang kami punya – mirip teknik karamelnya tapi dengan rasa Indonesia.

Bahan-bahan resep Kala Bhuna termasuk daging sapi, bawang bombay banyak, rempah bubuk, cabai, dan ghee siap ditumis lambat

Bahan-Bahan untuk Kala Bhuna

Kami siapkan untuk 6-8 porsi, gunakan daging sapi has dalam untuk empuk maksimal.

  • 1 kg daging sapi (has dalam atau sengkel, potong dadu 3-4 cm)
  • 6-8 buah bawang bombay besar, iris tipis
  • 6 siung bawang putih, haluskan
  • 4 cm jahe, haluskan
  • 4-6 buah cabai merah besar, haluskan (sesuaikan pedas)
  • 2 sendok teh bubuk ketumbar
  • 1 sendok teh bubuk jinten
  • 1 sendok teh bubuk kunyit
  • 1 sendok teh bubuk cabai merah
  • 1 sendok teh garam masala
  • Garam secukupnya
  • ½ gelas minyak sayur atau ghee
  • 2 lembar daun salam
  • 4 buah kapulaga hijau
  • 2 batang kayu manis kecil
  • 4 buah cengkeh
  • Air secukupnya (sekitar 1-1.5 gelas)

Siapkan wajan besar atau pressure cooker untuk tumis lambat.

Cara Memasak Kala Bhuna

Kami tumis lambat agar bawang karamel sempurna. Total waktu sekitar 2-2.5 jam.

  1. Panaskan minyak atau ghee di wajan besar api sedang. Masukkan bawang bombay iris, tumis pelan sambil aduk terus sampai kecokelatan tua hampir hitam (sekitar 20-30 menit).
  2. Tambah bawang putih halus, jahe halus, dan cabai halus. Aduk 5 menit sampai harum dan minyak terpisah.
  3. Masukkan daging potong. Aduk rata agar bumbu menempel, masak 10 menit sampai daging berubah warna.
  4. Tambah bubuk ketumbar, jinten, kunyit, cabai merah, garam masala, daun salam, kapulaga, kayu manis, dan cengkeh. Aduk 5 menit agar rempah matang.
  5. Tuang air sedikit demi sedikit (sekitar ½ gelas dulu). Tutup wajan, masak api kecil 1-1.5 jam sampai daging empuk dan saus mengental hitam pekat.
  6. Buka tutup sesekali, aduk dan tambah air jika kering. Cicip rasa, tambah garam jika perlu.
  7. Masak tanpa tutup 10-15 menit terakhir sampai minyak keluar dan saus benar-benar hitam kental.
  8. Matikan api. Sajikan panas dengan nasi putih, roti paratha, atau roti naan.

Dengan begitu, dagingmu empuk dan saus hitam pekat gurih. Kemudian, hidangkan panas untuk rasa optimal.

Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat

Tim kami bagikan pengalaman ini supaya warna hitam dan rasa dalam sempurna.

  • Tumis bawang bombay sangat pelan – cepat bikin gosong dan pahit, sabar sampai hampir hitam untuk rasa manis karamel alami.
  • Gunakan api kecil setelah tambah daging – api besar bikin daging keras, kecil bikin empuk dan bumbu meresap.
  • Tambah air sedikit-sedikit – terlalu banyak bikin saus encer, kurang bikin kering sebelum empuk.
  • Pilih daging has dalam – sengkel lebih kenyal, has dalam lebih cepat empuk dan juicy.
  • Untuk variasi, tambah kentang potong – kami coba, tambah tekstur dan rasa lebih kaya.
  • Hindari tutup terlalu lama di akhir – perlu buka agar saus mengental dan minyak keluar.
  • Simpan sisa di kulkas 3 hari; panaskan ulang di wajan dengan tambah air sedikit agar tidak kering.
  • Eksperimen rempah – tambah bubuk jahe kering untuk aroma lebih dalam, versi Chittagong favorit kami.

Sebaliknya, kalau ingin lebih ringan, kurangi minyak dan ganti sebagian dengan yogurt. Namun, versi klasik dengan bawang karamel penuh paling autentik Bangladesh. Jelajahi lebih banyak resep masakan Asia di koleksi kami untuk inspirasi daging tumis serupa.

Yuk, siapkan bawang bombay banyak dan masak Kala Bhuna ini akhir pekan! Kami di Sendok Sejagat percaya, hidangan lambat seperti ini bukan cuma soal makan, tapi bikin momen masak jadi cerita hangat. Setelah coba, ceritain dong warna hitamnya – mungkin kesabaran tumismu bikin lebih pekat dari kami. Selamat memasak, dan nikmati setiap suap yang penuh rasa Bangladesh!