Resep Kak’ik: Sup Kalkun Pedas Khas Maya Guatemala yang Hangat Berempah

AMERIKA73 Dilihat

Hai, teman masak sup yang kaya rasa! Di Sendok Sejagat, kami selalu terpikat kalau bisa bikin kuah sup yang aromanya langsung memenuhi rumah dan rasanya terasa seperti pelukan hangat dari tradisi lama. Bayangin kamu angkat sendok kak’ik panas: kuah kaldu kalkun bening kental yang wangi rempah, daging kalkun empuk lembut, kentang dan wortel menyerap bumbu, serta pedas segar dari cabai yang bikin setiap suap terasa hidup. Kami sudah coba resep kak’ik ini berkali-kali di dapur—dari versi ringan sampai yang rempahnya penuh—sampai nemu cara yang pas buat makan malam keluarga atau hari spesial di Jakarta. Yuk, rebus kalkunnya dan kita masak bareng sup tradisional Maya Guatemala yang selalu bikin orang bilang “ini beda banget” ini!

Asal-usul Hidangan Kak’ik

Kak’ik adalah salah satu hidangan tertua dari masyarakat Maya di Guatemala—terutama di wilayah Quiché, Chichicastenango, dan juga sekitar Danau Atitlán. Nama “kak’ik” berasal dari bahasa K’iche’ Maya yang berarti “sup kalkun” atau “sup ayam hutan”. Hidangan ini sudah ada sebelum era kolonial Spanyol, saat kalkun liar (atau kalkun domestik) jadi protein utama masyarakat Maya pegunungan. Karena itu, kak’ik lahir dari kearifan lokal: kalkun direbus lama dengan rempah asli seperti achiote, cabai, dan biji coriander, kemudian disajikan dengan tortilla jagung dan sayur segar. Setelah itu, resep ini tetap hidup di komunitas Maya—terutama saat upacara adat, pesta keluarga, atau hari raya. Sampai sekarang, kak’ik tetap ikon kuliner Guatemala—selalu dimasak dalam jumlah besar di panci tanah liat, disajikan panas dengan tortilla hangat dan jeruk nipis yang bikin rasanya makin segar dan seimbang.

Bahan segar resep kak'ik Guatemala: kalkun potong besar, cabai guajillo kering, tomat matang, bawang bombay, bawang putih, jahe, kentang, wortel, biji coriander, jinten, achiote bubuk di atas meja dapur kayu sederhana

Bahan-bahan (untuk 6-8 porsi)

Untuk kaldu dan daging:

  • 1,5 kg kalkun (bagian paha atau dada, potong besar—bisa pakai ayam kampung kalau kalkun sulit didapat)
  • 3 liter air
  • 2 buah bawang bombay sedang, potong empat
  • 6 siung bawang putih, memarkan
  • 2 cm jahe segar, memarkan
  • 3 batang serai, memarkan (opsional untuk aroma lebih segar)
  • 3 lembar daun salam
  • Garam secukupnya

Untuk bumbu dan kuah:

  • 6 buah cabai guajillo kering (buang biji, rendam air panas)
  • 3 buah cabai pasilla atau ancho kering (rendam juga)
  • 4 buah tomat matang besar (bakar atau rebus)
  • 1 sdm biji coriander sangrai
  • 1 sdt jinten sangrai
  • 1 sdt achiote bubuk (atau pasta achiote)
  • 2 sdm minyak sayur atau minyak zaitun
  • 4 buah kentang sedang, potong dadu
  • 3 buah wortel besar, potong bulat tebal
  • Garam dan merica hitam secukupnya

Pelengkap:

  • Tortilla jagung hangat
  • Jeruk nipis potong
  • Bawang merah iris tipis
  • Daun ketumbar segar cincang
  • Cabai segar iris (opsional)

Cara Memasak

  1. Rebus kalkun potong dengan air, bawang bombay, bawang putih, jahe, serai, dan daun salam. Didihkan, kemudian kecilkan api. Masak pelan 1-1,5 jam sampai kalkun empuk dan kaldu bening kental. Saring kaldu, sisihkan daging.
  2. Suwir atau potong kecil daging kalkun. Sisihkan.
  3. Blender cabai guajillo dan pasilla yang sudah direndam, tomat bakar, biji coriander sangrai, jinten sangrai, dan sedikit kaldu sampai halus menjadi saus cabai.
  4. Panaskan minyak di panci besar. Tuang saus cabai halus. Tumis sampai mengental dan bau langu hilang, sekitar 8-10 menit.
  5. Tambahkan achiote bubuk. Aduk 2 menit supaya warna merah keluar.
  6. Masukkan kentang dan wortel potong. Tuang kaldu kalkun sampai menutupi sayur. Didihkan, kemudian kecilkan api. Masak 15-20 menit sampai sayur empuk.
  7. Masukkan daging kalkun suwir. Aduk rata. Masak lagi 10 menit supaya bumbu meresap. Cicipi—bumbui garam dan merica. Kuah harus pedas gurih seimbang.
  8. Matikan api. Sajikan panas di mangkuk besar. Tambah tortilla jagung hangat, perasan jeruk nipis, bawang merah iris, dan daun ketumbar segar di atasnya.

Tips Sukses Memasak Kak’ik

  • Rebus kalkun dengan api kecil lama—supaya daging empuk dan kaldu jadi bening kental alami tanpa penyedap banyak.
  • Blender saus cabai sampai benar-benar halus—kalau masih ada kulit cabai, kuah jadi kasar dan kurang enak.
  • Jangan masak sayur terlalu lama—kentang dan wortel harus empuk tapi tetap ada tekstur.
  • Kesalahan umum: cabai terlalu banyak, sup jadi terlalu pedas. Karena itu, mulai dengan sedikit cabai dan tambah bertahap sambil cicip.
  • Variasi: tambah jagung manis pipil atau zucchini untuk rasa lebih segar. Atau buat versi ringan pakai ayam kampung saja.
  • Kalau suka sup pedas lain, coba resep sopa de tortilla kami yang juga Meksiko. Atau jelajahi koleksi resep masakan Amerika untuk inspirasi sup dan kuah hangat lainnya.

Kak’ik ini sup yang beneran bikin hangat badan—pedasnya cabai guajillo membakar lembut, gurihnya kaldu kalkun, empuknya daging, dan segarnya jeruk nipis bikin pengen tambah terus! Coba masak akhir pekan ini, cocok buat makan malam keluarga atau hari spesial. Sajikan panas dengan tortilla, kemudian ceritain pengalamanmu di kolom komentar ya—pedasnya pas nggak? Selamat memasak, teman! 🥣🌶️