Hai, kawan camilan manis! Di Sendok Sejagat, kami sering bereksperimen dengan gorengan dari berbagai belahan dunia, dan Kaimati ini langsung bikin kami ingin goreng ulang setiap kali ingat rasanya. Bola tepung yang renyah di luar, lembut kenyal di dalam, direndam sirup gula madu dengan aroma kapulaga yang wangi – setiap gigitan terasa manis hangat yang meleleh di mulut, seperti pesta kecil di dapur. Kami sudah coba masak ini berkali-kali untuk camilan sore atau hidangan penutup, tambah secangkir teh panas yang bikin momen santai semakin nikmat. Hidangan ini terasa seperti pelukan dari Somalia: bahan sederhana, proses goreng cepat, dan hasilnya selalu bikin orang minta tambah. Yuk, kita aduk adonan bareng dan panaskan minyak – pasti aroma kapulaga yang menguar bikin kamu tak sabar cicip!
Kami suka bagaimana Kaimati ini manis tapi tidak enek, dengan tekstur renyah yang bertahan meski direndam sirup. Selain itu, camilan ini cocok buat stok atau sajian pesta kecil. Setelah nyoba variasi sirup, kami yakin kamu akan temukan rasa favoritmu sendiri.
Asal-Usul Kaimati
Kaimati berasal dari Somalia, negara di Afrika Timur yang kaya tradisi kuliner Arab dan Afrika. Hidangan ini lahir dari dapur rumah tangga Somalia, di mana orang manfaatkan tepung dan madu untuk camilan manis sederhana, terinspirasi dari lokma Turki atau gulab jamun India lewat perdagangan.
Di Somalia, Kaimati sering muncul di acara Eid al-Fitr atau pesta keluarga, sebagai simbol keberkahan dengan madu alami yang manis. Karena itu, resep ini jadi bagian budaya Swahili, di mana pedagang jalanan goreng Kaimati segar untuk jual dengan sirup madu atau gula. Pengaruh Arab tambah kapulaga dan cengkeh untuk aroma khas, sementara Afrika beri sentuhan madu liar. Di Somalia modern, Kaimati tetap camilan wajib, sering disajikan dengan teh berempah atau kopi.
Kami di Sendok Sejagat coba versi tradisional Somalia ini, dan rasanya seperti duduk di pasar Mogadishu – manis renyah, wangi, dan penuh cerita perdagangan. Jika kamu suka gorengan manis, coba juga resep lokma Turki yang kami punya – mirip renyahnya tapi dengan sirup beda.

Bahan-Bahan untuk Kaimati
Kami buat untuk sekitar 40-50 bola (porsi 6-8 orang sebagai camilan).
Untuk adonan:
- 300 gram tepung terigu serbaguna
- 1 sendok teh ragi instan
- 1 sendok teh gula pasir (untuk ragi)
- 200 ml air hangat
- ½ sendok teh garam
- ½ sendok teh bubuk kapulaga (atau 4 biji kapulaga dihaluskan)
- Minyak goreng secukupnya untuk deep fry
Untuk sirup:
- 200 gram gula pasir
- 150 ml air
- 2 sendok makan madu
- 1 batang kayu manis kecil
- 2 biji cengkeh
- Jus ½ buah lemon (untuk keseimbangan)
Siapkan mangkuk besar untuk adonan dan panci kecil untuk sirup.
Cara Memasak Kaimati
Kami buat adonan fermentasi dulu, lalu goreng dan rendam. Total waktu sekitar 1 jam termasuk istirahat.
- Larutkan ragi dan gula di air hangat. Diamkan 5-10 menit sampai berbusa.
- Campur tepung, garam, dan bubuk kapulaga di mangkuk besar. Tuang campuran ragi, aduk sampai adonan halus dan lengket.
- Tutup mangkuk dengan kain lembab. Diamkan 30-45 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang dua kali lipat.
- Panaskan minyak banyak di wajan dalam sampai panas (tes dengan tetes adonan, langsung mengembang).
- Ambil sesendok adonan (seukuran bola pingpong). Goreng api sedang sampai kecokelatan merata (sekitar 3-4 menit), balik sesekali.
- Angkat dan tiriskan di tissue dapur. Ulangi sampai adonan habis.
- Buat sirup: Rebus gula, air, kayu manis, cengkeh sampai gula larut dan mengental sedikit (5-7 menit). Tambah madu dan jus lemon, matikan api.
- Rendam Kaimati hangat di sirup 5-10 menit agar meresap. Angkat, sajikan hangat atau dingin.
Dengan begitu, Kaimati-mu renyah luar dan manis dalam. Kemudian, nikmati dengan teh atau kopi untuk rasa lengkap.
Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat
Tim kami bagikan pengalaman ini dari goreng berkali-kali supaya renyah tanpa kempis.
- Diamkan adonan cukup – terlalu singkat tidak mengembang, terlalu lama asam berlebih.
- Goreng api sedang – api besar gosong luar mentah dalam, api kecil minyak meresap.
- Rendam sirup hangat – sirup dingin kurang meresap, sirup panas bikin Kaimati lembek.
- Gunakan tepung serbaguna – tepung protein tinggi bikin keras, tambah sedikit tepung beras untuk kriuk ekstra.
- Untuk variasi, tambah wijen goreng di adonan – kami suka tambah crunch nutty.
- Hindari adonan terlalu encer – tambah tepung sedikit jika lengket, tapi jangan berlebih agar lembut.
- Simpan sisa di wadah kedap; panaskan ulang di oven 150°C 5 menit agar renyah lagi.
- Eksperimen sirup – tambah air mawar untuk aroma Arab, versi pesta favorit kami.
Sebaliknya, kalau ingin lebih manis, tambah madu di sirup. Namun, versi klasik dengan gula sederhana paling autentik Somalia. Jelajahi lebih banyak resep masakan Afrika di koleksi kami untuk inspirasi gorengan serupa.
Yuk, siapkan tepung dan goreng Kaimati ini sore ini! Kami di Sendok Sejagat percaya, camilan seperti ini bikin hari lebih manis dan berbagi. Setelah coba, ceritain dong variasi sirupmu – mungkin tambahan madumu bikin lebih spesial dari kami. Selamat memasak, dan nikmati setiap bola yang penuh cerita Somalia!










