Halo, sobat pencinta kari pedas yang hangat! Di Sendok Sejagat, kami suka sekali masakan yang terasa seperti petualangan di pegunungan Himalaya, dan Gorkhali Lamb ini langsung bikin kami ketagihan setelah masak berkali-kali di dapur. Domba yang empuk betul-betul meleleh, dibalut saus kari kental pedas dari rempah roasted seperti jinten dan kapulaga, dengan rasa gurih daging yang meresap sempurna – setiap suap terasa hangat di tenggorokan, pedas menyengat tapi tidak membakar, dan aroma rempah yang bikin ingin tambah nasi terus. Kami sering sajikan ini untuk makan malam keluarga atau acara kecil, tambah nasi putih hangat dan achar timun yang segar untuk seimbang. Hidangan ini terasa seperti cerita dari dapur Gurkha: rempah utuh yang ditumis pelan, masak lambat, tapi hasilnya selalu bikin orang diam-diam minta tambah. Yuk, kita tumis rempah bareng dan masak domba sampai empuk – aroma jinten yang menguar langsung bikin dapur terasa hidup!
Kami suka bagaimana Gorkhali Lamb ini pedas tapi tetap gurih, dengan tekstur daging yang empuk tanpa alot. Selain itu, kari ini cocok buat yang suka masakan Nepal yang kaya rempah tapi tidak terlalu berat santan. Setelah berkali-kali masak dan cicip, kami yakin kamu akan suka keseimbangan pedas-gurih yang bikin ingin ulang lagi.
Asal-Usul Gorkhali Lamb
Gorkhali Lamb berasal dari Nepal, khususnya wilayah Gorkha dan daerah pegunungan yang terkenal dengan prajurit Gurkha. Hidangan ini lahir dari masakan rumah tangga Nepal yang manfaatkan daging domba lokal dengan rempah roasted untuk masakan sehari-hari atau acara besar seperti Dashain dan Tihar.
Kami pelajari bahwa resep ini berkembang dari tradisi Gurkha yang kuat rempah dan pedas untuk menghangatkan tubuh di iklim dingin Himalaya. Karena itu, Gorkhali Lamb sering muncul di meja keluarga Nepal atau restoran Nepali di Kathmandu, dengan saus kental dari bawang karamel dan rempah utuh. Pengaruh India Utara membuat rempahnya kuat, tapi Nepal beri sentuhan timur dengan kapulaga dan kayu manis lebih dominan. Di Nepal modern, kari ini tetap ikon masakan pegunungan, sering disajikan dengan nasi putih, dal bhat, atau roti.
Kami di Sendok Sejagat coba versi Gorkha autentik ini, dan rasanya seperti duduk di dapur keluarga di Pokhara – pedas hangat, gurih dalam, dan penuh cerita pegunungan. Jika kamu suka kari domba pedas, coba juga resep mutton rogan josh yang kami punya – mirip rempahnya tapi dengan rasa Kashmir yang lebih kaya yogurt.

Bahan-Bahan untuk Gorkhali Lamb
Kami buat untuk 6 porsi.
- 1 kg daging domba (kambing, potong dadu 3-4 cm, lebih baik campur tulang untuk rasa lebih dalam)
- 4 buah bawang bombay besar, iris tipis
- 6 siung bawang putih, haluskan
- 4 cm jahe, haluskan
- 4-6 buah cabai merah kering (rendam air panas, haluskan)
- 4 buah cabai hijau besar, iris serong
- 4 buah kapulaga hijau
- 2 batang kayu manis kecil
- 6 buah cengkeh
- 2 sendok teh bubuk kunyit
- 2 sendok teh bubuk jinten
- 1 sendok teh bubuk ketumbar
- 1 sendok teh garam masala
- Garam secukupnya
- ½ gelas minyak sayur atau ghee
- 2 lembar daun salam
- Air secukupnya (sekitar 400-500 ml)
- Peterseli cincang segar untuk taburan
Siapkan wajan besar atau pressure cooker untuk masak lambat.
Cara Memasak Gorkhali Lamb
Kami tumis bawang dulu, lalu masak domba pelan. Total waktu sekitar 1,5-2 jam.
- Panaskan minyak atau ghee di wajan besar api sedang. Masukkan kapulaga, kayu manis, cengkeh, dan daun salam. Tumis 1 menit sampai harum.
- Tambah bawang bombay iris. Tumis sampai kecokelatan tua (sekitar 15-20 menit, aduk sesekali agar tidak gosong).
- Masukkan bawang putih halus dan jahe halus. Aduk 3 menit sampai harum.
- Tambah cabai merah halus, bubuk kunyit, jinten, ketumbar. Aduk 2 menit agar rempah matang.
- Masukkan potongan daging domba. Aduk rata sampai daging berubah warna dan bumbu menempel (sekitar 8-10 menit).
- Tuang air secukupnya sampai daging terendam setengah. Tambah garam dan garam masala. Tutup wajan, masak api kecil 1-1,5 jam sampai daging empuk dan kuah mengental (aduk sesekali).
- Tambah cabai hijau iris dan peterseli cincang di akhir. Masak 5 menit lagi agar aroma segar.
- Matikan api. Sajikan panas dengan nasi putih atau roti.
Dengan begitu, daging-mu empuk dan saus kental pedas gurih. Kemudian, hidangkan panas untuk rasa rempah maksimal.
Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat
Tim kami bagikan pengalaman ini supaya daging empuk dan rasa pedas pas.
- Tumis bawang bombay sangat pelan – cepat bikin gosong dan pahit, sabar sampai kecokelatan tua untuk rasa manis alami.
- Gunakan api kecil setelah tambah daging – api besar bikin daging keras, kecil bikin empuk dan bumbu meresap.
- Masak sampai minyak keluar – ini tanda kuah kental dan rasa dalam, jangan buru-buru.
- Pilih daging domba muda – domba tua lebih alot, muda lebih cepat empuk dan tidak bau prengus.
- Untuk variasi, tambah kentang potong – kami coba, tambah tekstur dan rasa lebih kaya.
- Hindari tambah air terlalu banyak – kuah encer kurang nendang, tambah sedikit demi sedikit.
- Simpan sisa di kulkas 3 hari; panaskan ulang di wajan dengan tambah air sedikit agar tidak kering.
- Eksperimen rempah – tambah bubuk jahe kering untuk aroma lebih dalam, versi pegunungan favorit kami.
Sebaliknya, kalau ingin lebih ringan, kurangi minyak dan ganti sebagian dengan yogurt. Namun, versi klasik dengan bawang karamel penuh paling autentik Nepal. Jelajahi lebih banyak resep masakan Asia di koleksi kami untuk inspirasi daging serupa.
Yuk, siapkan daging domba segar dan rempah utuh, lalu masak Gorkhali Lamb ini akhir pekan! Kami di Sendok Sejagat percaya, kari seperti ini bukan cuma soal makan, tapi bikin momen makan jadi lebih hangat. Setelah coba, ceritain dong level pedasnya – mungkin cabaimu lebih nendang dari kami. Selamat memasak, dan nikmati setiap suap yang penuh cerita Nepal!










