Halo, sobat masak yang suka bereksperimen dengan roti sederhana! Di Sendok Sejagat, kami sering penasaran dengan hidangan yang terasa seperti cerita dari tanah jauh, dan Canjeero ini langsung bikin kami ingin kukus ulang setiap pagi setelah coba berkali-kali di dapur. Roti pipih dari tepung fermentasi yang lembut berpori, seperti pancake tebal dengan rasa asam segar alami – setiap gigitan terasa fluffy di dalam, renyah di pinggir saat digoreng, dengan aroma fermentasi yang bikin ingin tambah lagi. Kami biasa sajikan ini untuk sarapan keluarga atau camilan siang, tambah madu hangat atau sup daging yang menyerap rasa roti sempurna. Hidangan ini terasa seperti pelukan dari dapur Somalia: adonan fermentasi santai, goreng cepat, tapi hasilnya selalu bikin orang berkumpul di meja. Yuk, kita fermentasi tepung bareng dan panaskan wajan – pasti aroma asam manis yang menguar bikin kamu tak sabar cicip!
Kami suka bagaimana Canjeero ini ringan tapi kenyang, dengan tekstur berpori yang bikin mudah menyerap topping. Selain itu, roti ini cocok buat yang suka fermentasi alami tanpa ragi instan. Setelah berkali-kali fermentasi dan goreng, kami yakin kamu akan suka keseimbangan asam-segar yang bikin ingin ulang lagi.
Asal-Usul Canjeero
Canjeero berasal dari Somalia, negara di Afrika Timur dengan tradisi kuliner nomaden yang kaya roti fermentasi. Hidangan ini lahir dari dapur rumah tangga Somalia yang manfaatkan tepung sorghum atau teff untuk roti harian sejak ratusan tahun lalu, mirip injera Etiopia tapi lebih tebal dan manis.
Kami pelajari bahwa resep ini berkembang dari kebutuhan masyarakat Somalia untuk makanan tahan lama, sering muncul di sarapan atau acara keluarga dengan sup atau madu. Karena itu, Canjeero jadi ikon kuliner Somalia, terutama di kota seperti Mogadishu atau kamp pengungsi, dengan fermentasi alami untuk rasa asam segar. Pengaruh Arab dan Afrika membuat roti ini pakai madu atau gula untuk manis, sementara Somalia beri sentuhan goreng minyak untuk renyah khas. Di Somalia modern, Canjeero tetap hidangan wajib, sering dijual di jalanan atau dibuat sendiri untuk festival.
Kami di Sendok Sejagat coba versi rumahan Somalia ini, dan rasanya seperti duduk di meja sarapan di Mogadishu – lembut segar, asam manis, dan penuh cerita kebersamaan. Jika kamu suka roti fermentasi, coba juga resep injera Etiopia yang kami punya – mirip teksturnya tapi dengan rasa asam lebih kuat.

Bahan-Bahan untuk Canjeero
Kami buat untuk 8-10 roti besar (porsi 4-5 orang sebagai sarapan).
- 400 gram tepung sorghum (atau campur tepung teff dan tepung beras putih jika sulit dapat)
- 400-500 ml air hangat (sesuaikan agar adonan encer)
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok makan madu atau gula (untuk fermentasi lebih cepat, opsional)
- Minyak goreng atau mentega secukupnya untuk goreng
Pelengkap:
- Madu hangat atau gula bubuk
- Sup daging atau stew sayur
- Teh atau kopi Somalia
Siapkan mangkuk besar untuk fermentasi dan wajan anti lengket untuk goreng.
Cara Memasak Canjeero
Kami fermentasi adonan 12-24 jam, lalu goreng pagi hari. Total waktu aktif sekitar 30 menit.
- Campur tepung sorghum dan garam di mangkuk besar. Tuang air hangat sedikit demi sedikit, aduk sampai adonan encer seperti pancake batter tanpa gumpal.
- Tambah madu atau gula jika pakai. Aduk rata, tutup kain lembab atau plastik wrap.
- Diamkan adonan di suhu ruang 12-24 jam (atau 48 jam di kulkas untuk asam lebih kuat) sampai berbusa dan berbau asam segar.
- Panaskan wajan anti lengket api sedang, oles minyak atau mentega tipis-tipis.
- Tuang 1 sendok sayur adonan ke wajan. Ratakan jadi lingkaran tipis 15-20 cm dengan punggung sendok.
- Goreng 2-3 menit sampai gelembung muncul dan bawah kecokelatan. Balik, goreng sisi lain 1-2 menit sampai matang.
- Angkat dan tumpuk di piring hangat. Ulangi sampai adonan habis.
Dengan begitu, canjeero-mu lembut berpori dan segar asam. Kemudian, sajikan panas dengan madu atau sup untuk rasa lengkap.
Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat
Tim kami bagikan pengalaman ini dari fermentasi berkali-kali supaya roti lembut tanpa gagal.
- Gunakan tepung sorghum asli – tepung beras biasa kurang asam, sorghum beri rasa autentik Somalia.
- Fermentasi di suhu ruang – kulkas lambat, ruang hangat cepat berbusa dan asam segar.
- Adonan encer pas – terlalu kental bikin roti tebal padat, encer bikin tipis berpori seperti injera.
- Goreng wajan panas tipis minyak – minyak banyak bikin berminyak, tipis bikin renyah pinggir.
- Untuk variasi, tambah sedikit tepung jagung – kami coba, tambah tekstur lebih crunchy.
- Hindari fermentasi terlalu lama – lebih dari 48 jam terlalu asam, cicip pagi hari.
- Simpan sisa di wadah kedap; panaskan ulang di wajan kering agar tetap lembut.
- Eksperimen topping – tambah keju parut untuk gurih, versi modern favorit kami.
Sebaliknya, kalau ingin lebih manis, tambah madu di adonan. Namun, versi klasik asam sederhana paling autentik Somalia. Jelajahi lebih banyak resep masakan Afrika di koleksi kami untuk inspirasi fermentasi serupa.
Yuk, siapkan tepung sorghum dan fermentasi Canjeero ini malam ini! Kami di Sendok Sejagat percaya, roti seperti ini bikin sarapan jadi lebih bermakna dan segar. Setelah coba, ceritain dong level asamnya – mungkin fermentasimu lebih pas dari kami. Selamat memasak, dan nikmati setiap gigitan yang penuh cerita Somalia!






