Resep Bubur Lambuk: Bubur Rempah Kental Khas Malaysia yang Hangatkan Hati

ASIA52 Dilihat

Hai, teman masak yang suka aroma rempah! Di Sendok Sejagat, kami selalu rindu hidangan yang bikin dapur wangi seharian dan perut hangat sepanjang malam—seperti bubur yang dimasak pelan-pelan sampai semua rasa menyatu. Bayangin kamu aduk bubur lambuk panas: beras pulen yang kental, daging ayam suwir lembut, rempah wangi kuat, dan taburan bawang goreng plus daun bawang yang bikin setiap suap terasa penuh kasih. Kami sudah masak resep bubur lambuk ini berkali-kali di dapur—mulai dari versi sederhana sampai yang rempahnya full—sampai nemu cara yang pas buat buka puasa atau makan malam dingin di Jakarta. Yuk, rendam berasnya dan kita masak bareng bubur ramadhan Malaysia yang selalu bikin orang berkumpul ini!

Asal-usul Hidangan Bubur Lambuk

Bubur lambuk lahir di Malaysia, terutama di Kuala Lumpur dan sekitarnya—sebagai hidangan khusus ramadhan yang dibagikan secara gratis di masjid-masjid sejak zaman dahulu. Nama “lambuk” berasal dari bahasa Melayu yang berarti “lembut” atau “halus”—menggambarkan tekstur bubur yang dimasak lama sampai sangat lembut. Karena itu, bubur lambuk jadi simbol kebersamaan dan sedekah di bulan puasa—masjid atau keluarga besar masak dalam jumlah banyak, kemudian dibagikan ke tetangga, anak yatim, dan orang yang membutuhkan. Setelah itu, resep ini menyebar ke seluruh Malaysia dan diaspora Melayu—tetap jadi tradisi ramadhan yang kuat. Sampai sekarang, bubur lambuk selalu muncul di masjid, warung ramadhan, atau rumah tangga—disajikan panas dengan bawang goreng, daun bawang, dan limau kasturi yang bikin rasanya makin segar dan hangat.

Bahan segar resep bubur lambuk Malaysia: beras putih, daging ayam potong, santan kental, bawang merah, bawang putih, rempah bubur, kacang hijau kering, serai, daun salam di atas meja dapur kayu

Bahan-bahan (untuk 6-8 porsi besar)

  • 500 gram beras (cuci bersih, rendam 30 menit)
  • 300 gram daging ayam (paha atau dada, potong kecil atau suwir setelah matang)
  • 100 gram kacang hijau kering (rendam semalaman)
  • 2 liter air (atau kaldu ayam untuk lebih gurih)
  • 400 ml santan kental (dari 1 butir kelapa tua)
  • 4 siung bawang putih, cincang halus
  • 3 buah bawang merah, cincang halus
  • 2 cm jahe, memarkan
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 3 batang serai, memarkan
  • 3 lembar daun pandan, simpul
  • 2 sdm rempah bubur (campur jinten, ketumbar, kunyit bubuk)
  • 2 sdm gula merah sisir
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya

Pelengkap:

  • Bawang goreng
  • Daun bawang iris halus
  • Seledri iris halus
  • Limau kasturi atau jeruk nipis (peras saat makan)
  • Sambal belacan atau sambal kacang (opsional)

Cara Memasak

  1. Rebus kacang hijau sampai setengah empuk (sekitar 20 menit). Sisihkan.
  2. Panaskan minyak di panci besar. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum dan layu, sekitar 3 menit.
  3. Masukkan jahe, lengkuas, serai, dan rempah bubur. Aduk 2 menit sampai aroma rempah keluar kuat.
  4. Tambahkan daging ayam potong. Aduk sampai ayam berubah warna, sekitar 5 menit.
  5. Tuang air atau kaldu. Didihkan, kemudian kecilkan api. Masak sampai ayam empuk dan air menyusut setengahnya, sekitar 30 menit.
  6. Masukkan beras dan kacang hijau rebus. Aduk rata, masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk supaya nggak lengket, sekitar 45-60 menit sampai beras pulen dan bubur mengental.
  7. Tambahkan santan kental, gula merah, dan garam. Aduk pelan sampai mendidih lagi dan kuah kental lembut. Cicipi rasa—harus gurih manis seimbang.
  8. Matikan api. Sajikan panas di mangkuk, taburi bawang goreng, daun bawang, dan seledri. Peras limau kasturi saat makan.

Tips Sukses Memasak Bubur Lambuk

  • Aduk bubur sesekali tapi jangan terlalu sering—supaya beras tetap pulen dan nggak jadi bubur terlalu halus.
  • Masak dengan api kecil setelah mendidih—ini kunci tekstur lembut dan juga rasa rempah meresap dalam.
  • Gunakan santan segar kental—kuah jadi lebih gurih dan nggak mudah pecah. Kalau pakai santan instan, encerkan dulu dengan air.
  • Kesalahan umum: api terlalu besar, bubur lengket atau gosong di dasar. Karena itu, gunakan api kecil dan panci tebal.
  • Variasi: tambah daging sapi rebus atau tulang sapi untuk rasa lebih dalam. Atau buat versi ringan tanpa santan pakai kaldu saja.
  • Kalau suka bubur kuah lain, coba resep bubur ayam kami yang juga kental. Atau jelajahi koleksi resep masakan Asia untuk inspirasi bubur ramadhan lainnya.

Bubur lambuk ini beneran bikin hati hangat—teksturnya lembut pulen, gurihnya rempah, manisnya pas, dan aromanya bikin pengen tambah terus! Coba masak saat ramadhan atau malam dingin, cocok buat buka puasa atau makan malam keluarga. Sajikan panas dengan limau kasturi, kemudian ceritain pengalamanmu di kolom komentar ya—kuahnya kental banget nggak? Selamat memasak, teman! 🍲🌶️