Resep Bicol Express: Hidangan Pedas Kremi yang Bikin Ketagihan

ASIA160 Dilihat

Hai, teman-teman dapur! Di Sendok Sejagat, kami suka banget masak hidangan yang bikin meja makan rame karena semua orang berebut tambah nasi. Kali ini, kami ajak kamu coba resep Bicol Express khas Filipina yang pedasnya pas, gurih dari santan, dan aromanya langsung menggoda hidung. Kami mencoba resep ini berkali-kali di dapur tim sampai menemukan takaran yang pas agar rasanya autentik namun tetap nyaman untuk dimakan sehari-hari. Yuk, langsung siapkan wajan dan mulai masak bareng!

Asal-usul Hidangan Bicol Express

Bicol Express ini sebenarnya lahir dari pengaruh masakan Bicol di Filipina, daerah yang terkenal dengan santan kental dan cabai super pedas. Pada awalnya, orang-orang menyebut hidangan serupa dengan nama sinilihan atau gulay na may lada dan memasaknya dengan fokus pada cabai serta santan tanpa banyak daging. Pada sekitar tahun 1970-an di Manila, juru masak bernama Cely Kalaw menciptakan versi modern dengan daging babi dan mempopulerkannya. Nama “Bicol Express” terinspirasi dari kereta api legendaris yang menghubungkan Manila ke Bicol—cepat, panas, dan bikin “berkeringat” seperti pedasnya masakan ini! Meski namanya dari Manila, rasa aslinya tetap mencerminkan jiwa masakan Bicol: bold, creamy, dan nggak tanggung-tanggung pedasnya.

Bahan-bahan segar untuk resep Bicol Express: santan kental, cabai rawit, cabai hijau panjang, bagoong alamang, bawang, bawang putih, jahe, dan daging babi

Bahan-bahan (untuk 4-6 porsi)

  • 500 gram daging babi (pilih bagian belly atau shoulder biar empuk dan berlemak)
  • 400 ml santan kental (kakang gata, lebih baik pakai yang segar kalau ada)
  • 200 ml santan encer (atau campur air kalau pakai santan instan)
  • 3 sendok makan bagoong alamang (udang pasta asin, pakai yang tidak manis)
  • 10-15 buah cabai hijau panjang (siling haba atau cabai besar hijau, iris serong)
  • 8-10 buah cabai rawit merah (siling labuyo atau Thai chili, cincang kasar—sesuaikan level pedas)
  • 1 buah bawang bombay ukuran sedang, cincang halus
  • 5 siung bawang putih, cincang halus
  • 2 ruas jahe ukuran sedang, memarkan lalu cincang halus
  • Garam dan merica hitam secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya untuk menumis

Cara Memasak

  1. Panaskan minyak di wajan atau panci sedang dengan api sedang. Tumis bawang bombay, bawang putih, dan jahe sampai harum dan layu, sekitar 2-3 menit.
  2. Selanjutnya, kamu memasukkan daging babi yang sudah kamu potong dadu atau iris tipis ke dalam masakan. Aduk rata sampai daging berubah warna dan keluar lemaknya, kurang lebih 5-7 menit.
  3. Tambahkan bagoong alamang. Aduk-aduk supaya tercampur rata dan aroma udangnya keluar, tapi jangan sampai gosong—sekitar 3 menit saja.
  4. Tuang santan encer (atau campuran santan dan air). Aduk, lalu tutup panci. Biarkan mendidih pelan sampai daging mulai empuk, sekitar 20-25 menit. Sesekali aduk biar santan nggak pecah.
  5. Masukkan cabai hijau panjang dan cabai rawit cincang. Aduk rata, lalu tuang santan kental. Kamu lalu mengecilkan api dan memasaknya kembali sambil sesekali mengaduknya sampai kuah mengental, minyak keluar, dan cabai layu dalam waktu sekitar 10–15 menit.
  6. Cicipi rasa, tambahkan garam atau merica kalau perlu. Matikan api saat kuah sudah creamy dan berminyak indah di permukaan.

Sajikan panas-panas dengan nasi putih hangat. Kalau suka, tambah sayur segar seperti timun atau kangkung rebus di samping—bikin kontras pedasnya jadi lebih nikmat!

Tips Sukses Memasak Bicol Express

  • Gunakan daging babi berlemak supaya kuah lebih kaya rasa dan daging tetap juicy. Kalau pakai daging tanpa lemak, bisa jadi agak kering.
  • Jangan buru-buru masukkan santan kental di awal—risiko pecah tinggi. Mulai dengan santan encer dulu biar daging matang sempurna.
  • Level pedasnya bisa kamu atur: buang biji cabai kalau mau lebih mild, atau tambah cabai rawit kalau kamu pecinta level “numpuk lidah”.
  • Kesalahan umum: santan pecah karena api terlalu besar. Selalu masak dengan api kecil setelah mendidih, dan aduk perlahan.
  • Kalau ingin variasi, coba ganti daging babi dengan ayam atau seafood seperti udang—tetap enak, tapi rasa klasiknya pakai babi tetap juara.
  • Mau eksplor lebih jauh? Coba resep Tinolang Manok kami yang creamy juga, atau lihat koleksi resep masakan Asia untuk inspirasi santan lainnya.

Nah, sudah siap bikin dapurmu wangi pedas? Coba resep ini akhir pekan nanti, lalu ceritain ke kami gimana rasanya di kolom komentar ya! Begitu mencicipinya, kamu langsung ingin menambah lagi. Selamat memasak, teman! 🌶️🥥