Hai, teman-teman yang suka masakan berlapis rasa! Di Sendok Sejagat, kami sering terpikat dengan hidangan yang punya banyak tekstur dan rasa dalam satu piring, dan Ashak ini langsung bikin kami ingin kukus ulang setiap kali ingat aromanya. Dumpling tipis dari adonan tepung yang kenyal, diisi daun bawang segar harum, disiram saus tomat kacang gurih, kemudian ditaburi yogurt dingin dan mint kering – setiap suap terasa renyah di kulit, lembut di isian, asam segar dari yogurt, dan gurih manis dari saus kacang. Kami biasa sajikan ini untuk makan malam keluarga atau acara kecil, tambah roti afghan hangat yang menyerap sausnya sempurna. Hidangan ini terasa seperti cerita hangat dari dapur Kabul: adonan tipis yang sabar, saus kacang pelan-pelan, tapi hasilnya selalu bikin orang diam-diam minta tambah. Yuk, kita uleni adonan bareng dan isi daun bawang – aroma bawang goreng yang menguar langsung bikin dapur terasa hidup!
Kami suka bagaimana Ashak ini punya banyak lapisan rasa dan tekstur dalam satu hidangan – renyah, lembut, asam, gurih, manis – semuanya seimbang. Selain itu, hidangan ini cocok buat yang suka dumpling kukus dengan saus kaya rempah. Setelah berkali-kali kukus dan susun, kami yakin kamu akan suka harmoni rasa yang bikin ingin ulang lagi.
Asal-Usul Ashak
Ashak berasal dari Afghanistan, khususnya wilayah Kabul dan daerah utara, dan sudah jadi hidangan tradisional sejak ratusan tahun lalu. Nama “Ashak” berarti dumpling dalam bahasa Pashto dan Dari, dan hidangan ini lahir dari dapur keluarga Afghanistan yang manfaatkan daun bawang liar (gandana) sebagai isian murah dan bergizi.
Kami pelajari bahwa resep ini berkembang dari tradisi musim semi ketika daun bawang melimpah, sering muncul di meja keluarga saat Nowruz (Tahun Baru Persia) atau acara besar. Karena itu, Ashak jadi simbol masakan Afghanistan yang kaya lapisan: kulit tipis, isian segar, saus tomat kacang, yogurt dingin, dan mint kering untuk kontras suhu dan rasa. Pengaruh Persia dan Asia Tengah membuat sausnya pakai kacang dan tomat, tapi Afghanistan beri sentuhan yogurt dan mint untuk kesegaran khas. Di Afghanistan modern, Ashak tetap hidangan wajib di rumah tangga dan restoran Kabul, sering disajikan dengan lentil atau daging cincang di atas.
Kami di Sendok Sejagat coba versi Kabul autentik ini, dan rasanya seperti duduk di meja makan keluarga Afghanistan – segar hangat, gurih asam, dan penuh cerita kebersamaan. Jika kamu suka dumpling kukus berlapis, coba juga resep mantu Afghanistan yang kami punya – mirip teknik kukusnya tapi dengan isian daging.

Bahan-Bahan untuk Ashak
Kami buat untuk 6-8 porsi (sekitar 40-50 buah ashak).
Untuk kulit:
- 500 gram tepung terigu serbaguna
- 250-300 ml air hangat
- ½ sendok teh garam
Untuk isian:
- 500 gram daun bawang (gandana atau leek), cincang halus
- 1 ikat daun bawang hijau, cincang halus
- 2 sendok makan minyak sayur
- 1 sendok teh garam
- ½ sendok teh lada hitam
Bahan untuk saus tomat kacang:
- 200 gram kacang merah matang (rebus dulu)
- 4 buah tomat segar, haluskan
- 2 buah bawang bombay sedang, cincang halus
- 4 siung bawang putih, haluskan
- 1 sendok teh bubuk jinten
- 1 sendok teh bubuk ketumbar
- ½ sendok teh bubuk cabai (sesuaikan pedas)
- Garam secukupnya
- 3 sendok makan minyak sayur
Untuk topping:
- 500 gram yogurt plain, kocok halus
- 2 sendok makan mint kering (atau mint segar cincang)
- 1 sendok makan bawang goreng
- Garam secukupnya
Siapkan kukusan besar dan wajan untuk saus.
Cara Memasak Ashak
Kami buat kulit dan isian dulu, kemudian kukus dan buat saus. Total waktu sekitar 1,5-2 jam.
- Campur tepung, garam, dan air hangat. Uleni 8-10 menit sampai adonan halus elastis. Tutup kain lembab, diamkan 30 menit.
- Tumis daun bawang dan daun bawang hijau dengan minyak sampai layu (5 menit). Tambah garam dan lada, aduk rata, dinginkan jadi isian.
- Giling adonan tipis (sekitar 2 mm). Cetak lingkaran diameter 8-10 cm. Letakkan 1 sendok teh isian di tengah, lipat setengah lingkaran, tekan pinggir rapat.
- Panaskan kukusan dengan air mendidih. Oles loyang kukus dengan minyak tipis. Kukus ashak api sedang 12-15 menit sampai matang dan mengkilap.
- Buat saus: Tumis bawang bombay sampai kecokelatan. Tambah bawang putih, jinten, ketumbar, bubuk cabai. Aduk 2 menit.
- Masukkan tomat halus dan kacang merah rebus. Tambah garam, masak 10-15 menit sampai saus kental.
- Susun ashak di piring, siram saus tomat kacang hangat, taburi yogurt kocok, mint kering, dan bawang goreng.
Dengan begitu, ashak-mu lembut kenyal dan berlapis rasa gurih asam. Kemudian, sajikan segera agar yogurt tetap dingin dan kontras suhu terasa.
Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat
Tim kami bagikan pengalaman ini supaya ashak lembut tanpa sobek atau isian bocor.
- Uleni adonan cukup kuat – adonan lemah bikin kulit mudah sobek saat kukus, kuat bikin kenyal elastis.
- Isi secukupnya – terlalu banyak bikin ashak bocor, cukup 1 sendok teh agar rapat.
- Kukus api sedang – api besar bikin kulit retak, kecil bikin lama matang.
- Gunakan daun bawang segar – daun kering kurang harum, segar beri rasa lebih segar dan manis.
- Untuk variasi, tambah sedikit daging cincang di isian – kami coba, tambah rasa gurih lebih kaya.
- Hindari kukus terlalu lama – lebih dari 15 menit bikin kulit keras, cukup sampai mengkilap.
- Simpan sisa di kulkas 2 hari; kukus ulang 5 menit agar kembali lembut.
- Eksperimen saus – tambah sedikit yogurt di saus untuk creamy lebih halus, versi rumah favorit kami.
Sebaliknya, kalau ingin lebih ringan, kurangi minyak di saus. Namun, versi klasik dengan saus kacang kental paling autentik Afghanistan. Jelajahi lebih banyak resep masakan Asia di koleksi kami untuk inspirasi kukus serupa.
Yuk, siapkan tepung beras dan daun bawang segar, kemudian kukus Ashak ini akhir pekan! Kami di Sendok Sejagat percaya, hidangan seperti ini bikin masak jadi aktivitas yang menghangatkan hati. Setelah coba, ceritain dong lapisan rasanya – mungkin isianmu bikin lebih harum dari kami. Selamat memasak, dan nikmati setiap gigitan yang penuh cerita Afghanistan!






