Resep Asado con Cuero Khas Uruguay: Daging Sapi Panggang Kulit yang Juicy dan Beraroma Asap

Hai, teman yang suka petualangan masak di luar ruangan! Di Sendok Sejagat, kami paling excited saat bisa mengajak kamu membangun api unggun (atau setidaknya grill besar) dan merasakan masakan yang lahir dari tradisi gaucho. Bayangkan aroma kayu bakar yang mengepul, daging sapi tebal dengan kulitnya yang renyah garing di luar, sementara daging di dalam tetap merah muda juicy dan penuh rasa asap alami. Asado con cuero ini bukan sekadar barbeque—dia seperti pesta panjang di padang rumput Uruguay, di mana setiap gigitan terasa penuh cerita dan kebersamaan. Yuk, kita coba versi yang bisa dibuat di halaman belakang rumah. Dijamin, setelah mencicipi, kamu akan ingin undang tetangga untuk asado berikutnya!

Asal-usul Asado con Cuero Khas Uruguay

Asado con cuero adalah salah satu bentuk paling tradisional dari asado Uruguay dan Argentina, berakar dari kehidupan gaucho (penggembala sapi) di abad ke-17 hingga ke-19. Gaucho membakar daging sapi utuh atau potongan besar langsung di atas bara kayu, sering kali masih dengan kulitnya (cuero) untuk menjaga kelembapan dan menambahkan rasa asap yang khas. Kulit yang renyah di luar melindungi daging dari panas langsung, sehingga hasilnya empuk merata tanpa kehilangan jus. Hidangan ini menjadi simbol identitas budaya di Uruguay—sering disajikan dalam acara keluarga besar, pesta desa, atau hari libur nasional. Di Uruguay modern, asado con cuero masih jadi hidangan spesial yang membutuhkan waktu lama dan kesabaran, tapi hasilnya selalu worth it. Kami di tim Sendok Sejagat pernah ikut asado asli di estancia kecil dekat Colonia—aroma asap dan daging yang meleleh di mulut masih terasa sampai sekarang!

Bahan resep asado con cuero Uruguay: potongan daging sapi dengan kulit tebal, garam kasar, kayu bakar quebracho, chimichurri dari peterseli bawang putih oregano cabai minyak zaitun cuka, chorizo dan kentang

Bahan-bahan yang Kamu Butuhkan

Untuk 6-8 porsi (gunakan potongan besar supaya autentik):

  • 2-3 kg daging sapi dengan kulit (idealnya costilla corta atau tira de asado dengan kulit tebal; kalau sulit, gunakan short ribs atau brisket dengan kulit lemak tebal)
  • Garam kasar (sal gruesa) secukupnya (sekitar 2-3 sendok makan per kg daging)
  • Merica hitam kasar secukupnya (opsional, gaucho tradisional hanya pakai garam)
  • Kayu bakar keras (quebracho, algarrobo, atau oak) untuk asap autentik
  • Arang secukupnya (untuk menjaga panas stabil)

Untuk chimichurri klasik Uruguay (saus pendamping wajib):

  • 1 ikat besar daun peterseli segar, cincang halus
  • 6 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 sendok teh oregano kering
  • 1 sendok teh cabai bubuk atau cabai segar cincang (sesuaikan pedas)
  • ½ gelas minyak zaitun
  • ¼ gelas cuka anggur merah
  • Garam dan merica secukupnya
  • Air panas sedikit untuk mengencerkan (opsional)

Pelengkap sajian:

  • Chorizo criollo atau morcilla (sosis darah) panggang
  • Papa al plomo (kentang panggang di kulit)
  • Ensalada rusa atau tomat bawang merah sederhana

Cara Memasak Asado con Cuero

  1. Siapkan api unggun atau grill besar dengan kayu bakar. Biarkan jadi bara panas stabil (bukan api besar), sekitar 1-2 jam sebelum mulai masak.
  2. Keringkan daging dengan tisu dapur. Taburi seluruh permukaan (termasuk kulit) dengan garam kasar tebal. Biarkan istirahat 30-60 menit di suhu ruang.
  3. Letakkan daging dengan kulit menghadap ke atas, jauh dari bara langsung (sekitar 40-60 cm dari panas). Panggang perlahan 4-6 jam (tergantung ukuran).
  4. Balik daging setiap 45-60 menit supaya matang merata. Kulit akan menggeliat dan menjadi renyah keemasan.
  5. Saat suhu dalam mencapai 52-55°C (medium-rare), angkat daging dari panggangan. Istirahatkan di atas talenan 20-30 menit.
  6. Potong daging melawan serat menjadi irisan tebal 1-2 cm. Kulit renyah dipotong terpisah atau tetap menempel.
  7. Campur semua bahan chimichurri dalam mangkuk. Diamkan minimal 30 menit agar rasa menyatu.
  8. Sajikan irisan daging panas dengan chimichurri di atasnya. Tambahkan chorizo dan kentang panggang di samping.
  9. Nikmati bersama keluarga atau teman, sambil cerita panjang seperti tradisi gaucho.
  10. Sisa daging bisa disimpan di kulkas dan dipanaskan ulang di oven rendah agar tetap juicy.

Tips Sukses Membuat Asado con Cuero di Rumah

  • Gunakan garam kasar tebal saja di awal—jangan marinasi basah; garam akan menarik jus keluar lalu meresap kembali saat istirahat.
  • Jaga jarak daging dari bara—panggang lambat dan jauh lebih baik daripada cepat dan dekat; kalau terlalu dekat, kulit gosong sebelum daging matang.
  • Gunakan termometer daging—target 52-55°C untuk medium-rare; jangan tebak-tebakan karena daging tebal butuh waktu lama.
  • Untuk variasi, tambahkan sedikit chimichurri ke dalam kulit sebelum panggang—aroma rempah meresap lebih dalam.
  • Kalau tidak punya kayu bakar keras, gunakan arang dengan sedikit kayu apel atau ceri untuk asap ringan—tetap autentik.
  • Istirahatkan daging minimal 20 menit—jangan langsung potong; jus akan keluar dan daging jadi kering.

Kalau kamu suka masakan panggang lambat yang penuh rasa seperti ini, coba juga resep asado argentino klasik yang punya vibe serupa. Atau jelajahi lebih banyak resep masakan Amerika di koleksi Sendok Sejagat.

Sudah siap adakan asado con cuero di halaman rumah? Hidangan ini memang butuh waktu dan kesabaran, tapi hasilnya luar biasa—kulit renyah, daging juicy, dan aroma asap yang tak tergantikan. Kami di Sendok Sejagat sering mengadakan asado kecil-kecilan saat akhir pekan—rasanya seperti pesta gaucho mini di Jakarta. Yuk, mulai siapkan bara sekarang, taburi garam tebal, dan nikmati prosesnya bareng orang tersayang. Ceritakan ke kami ya kalau sudah berhasil—kami tunggu foto daging renyah dan cerita asapnya!