Hai, kawan dapur! Di Sendok Sejagat, kami lagi penasaran dengan daging game dari Australia, dan wallaby shank ini langsung curi perhatian setelah kami masak lambat di oven rumah. Dagingnya empuk meleleh di mulut, dengan rasa gurih alami yang bercampur rempah native seperti kutjera yang manis pedas – setiap suap terasa seperti petualangan liar di outback Australia. Kami sering sajikan ini untuk makan malam spesial, tambah sayur panggang yang crunchy, dan aroma kaldu yang menguar bikin keluarga langsung kumpul. Hidangan ini seperti pelukan hangat dari alam, mudah dimasak meski butuh waktu, tapi hasilnya bikin puas. Yuk, kita mulai dari memarinasi daging dan nyalakan oven – proses lambat ini bikin dapur terasa tenang dan wangi!
Kami lihat, kunci empuknya ada di masak lambat dengan kaldu kaya. Selain itu, shank ini cocok buat yang suka daging lean tanpa lemak berlebih. Setelah uji coba berulang, kami yakin kamu akan suka sensasi tulang yang mudah lepas dari daging.
Asal-Usul Wallaby Shank
Wallaby shank berasal dari Australia, tepatnya daerah Tasmania dan mainland di mana wallaby – hewan mirip kangguru kecil – jadi sumber daging sustainable. Potongan shank ini, atau betis depan, populer di kuliner bush tucker yang manfaatkan game meat asli sejak era Aborigin.
Kami pelajari bahwa resep ini berkembang dari tradisi masak lambat masyarakat asli Australia, campur pengaruh Eropa lewat settler yang adaptasi shank seperti lamb atau veal. Karena itu, wallaby shank sering muncul di restoran fine dining Sydney atau Melbourne, pakai native spices seperti kutjera (desert raisin) atau lemon myrtle untuk rasa unik. Di sana, hidangan ini simbol keberlanjutan, karena wallaby populasi terkendali dan dagingnya lean tinggi protein.
Di Australia modern, orang masak shank ini untuk BBQ atau slow cook di hari libur, sering tambah wine lokal. Selain itu, ini jadi bagian gerakan eat native untuk promosi biodiversity. Kami di Sendok Sejagat coba versi braised ini, dan rasanya bawa kami ke tanah merah Australia – empuk, gurih, dan penuh cerita alam liar. Jika kamu suka daging lambat masak, coba juga resep lamb rump yang kami punya – mirip tekniknya tapi dengan daging domba klasik.

Bahan-Bahan untuk Wallaby Shank
Kami siapkan untuk 4 porsi, gunakan shank segar atau frozen untuk rasa terbaik.
- 4 potong wallaby shank (sekitar 1-1.5 kg total, minta potong di butcher)
- 2 sendok makan minyak zaitun
- 1 buah bawang bombay besar, cincang kasar
- 3 siung bawang putih, cincang halus
- 2 buah wortel sedang, potong besar
- 2 batang celery, potong besar
- 500 ml kaldu sapi atau sayur
- 300 ml red wine Australia (seperti shiraz, atau ganti kaldu jika non-alkohol)
- 2 sendok makan tomato paste
- 1 sendok teh kutjera bubuk (atau bush tomato, jika ada; ganti paprika smoked)
- 2 lembar daun bay
- 1 sendok teh thyme kering (atau segar jika punya)
- Garam dan lada hitam secukupnya
Siapkan panci oven-safe atau Dutch oven besar. Kami sarankan marinasi semalam untuk rasa lebih dalam.
Cara Memasak Wallaby Shank
Kami pakai metode braised oven untuk empuk maksimal. Total waktu sekitar 3-4 jam, termasuk marinasi opsional.
- Panaskan oven hingga 160°C. Gosok shank dengan garam, lada, dan kutjera bubuk. Diamkan 15-30 menit agar meresap.
- Panaskan minyak zaitun di Dutch oven api besar. Masukkan shank, sear semua sisi sampai kecokelatan (sekitar 4-5 menit per sisi).
- Angkat shank sementara. Tumis bawang bombay, bawang putih, wortel, dan celery di panci yang sama sampai lembut dan harum (5-7 menit).
- Tambah tomato paste. Aduk 1 menit agar caramelize.
- Tuang red wine. Aduk sambil kerok dasar panci agar bumbu lepas, rebus 2 menit sampai wine menguap sedikit.
- Kembalikan shank ke panci. Tuang kaldu sampai hampir tutup daging, tambah daun bay dan thyme.
- Tutup panci, masukkan oven. Masak 2.5-3 jam sampai daging empuk dan mudah lepas dari tulang.
- Keluarkan shank, saring kaldu jika ingin saus kental. Rebus saus di kompor 5-10 menit sampai mengental.
- Sajikan shank dengan saus, tambah sayur panggang atau mashed potato.
Dengan begitu, dagingmu empuk sempurna tanpa kering. Kemudian, hidangkan panas untuk pengalaman terbaik.
Tips Sukses dan Variasi dari Dapur Sendok Sejagat
Tim kami bagikan pengalaman nyata ini supaya hasilmu empuk tanpa gagal.
- Sear shank panas tinggi dulu – ini kunci rasa dalam dan warna cantik, jangan lewatkan.
- Masak lambat rendah suhu – tinggi bikin daging keras, tes empuk dengan garpu setiap jam.
- Gunakan native spices seperti kutjera – kalau susah dapat, ganti paprika smoked tapi rasa kurang autentik.
- Marinasi semalam dengan wine – kami coba, daging lebih juicy dan rempah meresap.
- Untuk variasi, tambah lemon myrtle atau wattleseed – sentuhan Aussie asli yang bikin unik.
- Hindari tambah air terlalu banyak – kaldu encerkan rasa, cukup sampai hampir tutup shank.
- Simpan sisa di kulkas 3 hari; panaskan ulang di oven rendah dengan tambah kaldu agar tetap moist.
- Jika wallaby susah dapat, ganti kangaroo shank – rasa mirip tapi wallaby lebih mild.
Sebaliknya, kalau ingin lebih kaya, tambah jamur liar di sayuran. Namun, versi sederhana dengan wine paling klasik. Jelajahi lebih banyak resep masakan Australia di koleksi kami untuk inspirasi game meat serupa.
Yuk, cari wallaby shank di butcher spesialis dan mulai masak lambat ini besok! Kami di Sendok Sejagat yakin, satu porsi saja sudah bikin kamu merasa seperti di outback. Setelah coba, bagikan dong ceritamu – mungkin twist rempahmu bikin lebih enak lagi. Selamat memasak, dan nikmati empuknya daging yang penuh petualangan!






