Hai, teman dapur yang suka rasa Palembang! Di Sendok Sejagat, kami selalu excited membawa kamu ke hidangan-hidangan yang bikin nostalgia, terutama yang berkuah segar dan punya tekstur bouncy. Bayangkan kamu menyendok model yang kenyal di luar, lembut di dalam, kemudian disiram kuah kaldu udang gurih yang harum ebi—langsung terasa seperti duduk di pinggir Sungai Musi. Model ini saudara dekat pempek, tapi penyajiannya beda dan lebih ringan. Yuk, kita buat bareng di rumah. Pasti kamu akan bilang, “Ini sih wajib stok!”
Asal-usul Model Khas Palembang
Model lahir dari kreativitas masyarakat Palembang yang pintar memanfaatkan bahan sehari-hari. Asal-usulnya masih diselimuti cerita rakyat—salah satunya bilang seorang nenek di Palembang menciptakan hidangan ini dengan menggabungkan adonan ikan tenggiri dan tepung sagu, lalu membentuknya jadi bulatan. Nama “model” sendiri berasal dari kata Palembang “modol” yang artinya bulatan atau gumpalan. Hidangan ini muncul sebagai variasi pempek, tapi dengan sentuhan goreng dulu lalu disajikan berkuah. Sejak lama, model jadi camilan favorit di pasar-pasar tradisional Palembang, terutama saat cuaca panas tapi ingin sesuatu yang hangat di perut. Kami di tim Sendok Sejagat pernah nyobain langsung di warung pinggir jalan Palembang—kuahnya bening tapi rasanya dalam banget!

Bahan-bahan yang Kamu Butuhkan
Untuk adonan model (sekitar 20-25 buah):
- 500 gram daging ikan tenggiri giling (pilih yang segar supaya tidak amis)
- 300 gram tepung tapioka (atau campur sedikit tepung sagu untuk tekstur lebih kenyal)
- 150-200 ml air es (gunakan es batu yang dihaluskan)
- 100 gram putih telur (sekitar 3-4 butir)
- 1 sendok teh garam
- ½ sendok teh kaldu bubuk (opsional)
- 1 sendok teh merica bubuk
Isian:
- Tahu putih ukuran sedang, potong dadu atau segitiga (sekitar 10-15 potong)
- Opsional: telur rebus, potong jadi 4-6 bagian
Untuk kuah kaldu gurih:
- 300 gram udang segar (kupas, sisihkan kepala dan kulit)
- 3 siung bawang putih, cincang halus
- 2 sendok makan ebi kering (rendam air hangat dulu)
- 2 liter air
- 1 batang daun bawang, iris halus
- 1 ikat kecil seledri, iris halus
- Garam, gula, dan merica secukupnya
- Minyak goreng secukupnya untuk menumis
Pelengkap:
- Soun atau bihun, rendam air hangat
- Timun, iris korek api
- Bawang goreng
- Sambal cuko pempek (atau saus cabai kalau suka pedas)
Cara Memasak Model
- Rebus kepala dan kulit udang dalam 2 liter air selama 20-30 menit dengan api sedang. Saring kaldu, buang ampasnya, sisihkan.
- Panaskan sedikit minyak, tumis bawang putih dan ebi sampai harum. Tuang kaldu udang ke tumisan. Tambahkan garam, gula, dan merica. Biarkan mendidih pelan 10 menit agar rasa meresap.
- Campur daging ikan tenggiri giling dengan putih telur dan air es. Aduk kuat menggunakan sendok kayu sampai adonan lengket dan kenyal.
- Masukkan garam, kaldu bubuk, dan merica ke adonan ikan. Tambahkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai rata dan bisa dibentuk.
- Ambil adonan secukupnya, pipihkan di telapak tangan. Letakkan potong tahu atau telur rebus di tengah, lalu tutup rapat jadi bentuk bulat atau lonjong.
- Panaskan minyak goreng banyak dengan api sedang. Goreng model sampai kecokelatan dan matang, sekitar 5-7 menit. Angkat dan tiriskan.
- Masukkan model goreng ke dalam kuah kaldu yang masih mendidih. Biarkan 2-3 menit agar menyerap rasa.
- Sajikan panas dengan soun, irisan timun, daun bawang, seledri, bawang goreng, dan sambal cuko di sampingnya.
Tips Sukses Membuat Model di Rumah
- Gunakan air es dingin banget saat mencampur adonan—ini rahasia supaya model kenyal dan tidak alot setelah digoreng.
- Jangan terlalu banyak tepung; kalau adonan terlalu kaku, tambahkan sedikit air es lagi supaya tetap lembut.
- Goreng dengan minyak panas tapi tidak terlalu tinggi—kalau terlalu panas, luar gosong dalam mentah.
- Untuk variasi, buat model gandum dengan tepung terigu sebagai pengganti sebagian tapioka—teksturnya lebih garing di luar.
- Simpan model goreng di freezer kalau tidak langsung dimakan—tahan hingga 1 bulan, tinggal panaskan di kuah.
- Tambahkan sedikit pala bubuk di kuah kalau ingin aroma lebih kaya, seperti yang sering kami lakukan untuk sentuhan spesial.
Kalau kamu suka hidangan berkuah ikan dari Palembang seperti ini, jangan lewatkan resep pempek khas Palembang yang juga pakai adonan serupa. Atau eksplor lebih banyak resep masakan Nusantara di koleksi kami.
Sudah siap bikin model sendiri di dapur? Resep ini sederhana tapi hasilnya bikin keluarga atau teman-teman langsung minta tambah. Kami di Sendok Sejagat sering masak ini saat kangen Palembang—rasanya langsung bawa suasana sungai dan pasar tradisional. Yuk, ambil wajan, mulai goreng sekarang, dan nikmati kehangatan kuahnya. Ceritakan ke kami ya kalau sudah coba—kami tunggu foto dan ceritanya!






